Berita

jorge lorenzo vs valentino rossi

Olahraga

Lorenzo Ngaku Tidak Tertekan

MotoGP
JUMAT, 04 JANUARI 2013 | 09:18 WIB

Juara dunia MotoGP Jorge Lorenzo mengaku, tidak tertekan saat kembali bekerjasama dengan Valentino Rossi di tim Yamaha musim depan.

Pebalap asal Spanyol ini tidak akan merubah pola latihannya untuk menghadapi Rossi yang kemungkinan kembali menjadi rivalnya, meski mereka satu tim. “Saya tak perlu mengubah latihan saya untuk mengikuti cara lawan,” ujar Lorenzo, seperti dilansir Gazzetta Dello Sport.

“Saya sangat respek kepada seluruh rival saya, terutama mereka yang pernah menjadi juara dunia. Kemudian, kami memiliki Va­len­tino (Rossi) yang telah memenangi banyak gelar. Tapi, saya tak akan melakukan sesuatu yang berbeda dengan kehadirannya,” katanya.

Rossi memutuskan kembali memperkuat Yamaha setelah gagal bersinar bersama Ducati di dua musim terakhir. Sebelum bergabung dengan Ducati, The Doctor sukses merengkuh empat gelar juara dunia dan meraih 46 keme­na­ngan.

Tetapi selama dua musim ber­sama Du­cati, pebalap Italia ini tak pernah jadi juara dan hanya tiga kali naik podium.

Mengenai tekanan, Lorenzo mengakui telah mengalaminya sejak dia melakukan debut di kelas 125 cc pada usia 15 tahun. Sejak itu, tekanan bagi pebalap berusia 25 tahun ini adalah hal yang memang harus dihadapi olehnya.

“Saya sudah balapan di kejuaraan dunia pada usia 15 tahun, dan saya bertahan di dunia balap sampai sekarang. Dengan empat titel juara dunia (dua di kelas 250cc & dua di MotoGP), apa yang saya lakukan di masa depan, itu hanyalah bonus,” kata Lorenzo.

Selain itu, Lorenzo juga memuji Rossi, yang disebutnya punya banyak fans. “Dia (Rossi) punya karisma, lucu, dan punya banyak fans, tapi itu sama sekali tidak memberikan saya tekanan lebih,” tambahnya.

Lorenzo dan Rossi pernah sama-sama memperkuat Yamaha pada periode 2008 hingga 2010. Namun, selama keduanya satu tim, tak jarang Lorenzo dan Rossi terlibat dalam persaingan sengit yang juga membuat hubungan mereka sering pasang surut. [Harian Rakyat Merdeka]


Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

TNI Kuasai Wilayah OPM di Intan Jaya dan Sita Sejumlah Senjata

Minggu, 16 Agustus 2026 | 01:24

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

Praperadilan Dokter Tifa Ditolak, Ini Pertimbangan Hakim

Jumat, 21 Agustus 2026 | 10:25

UPDATE

8.620 Hektare Lahan Kalsel Terbakar, Pemadaman Terganjal Krisis Air

Minggu, 23 Agustus 2026 | 22:24

BRImo Taiwan Manjakan Diaspora dan PMI Kelola Keuangan

Minggu, 23 Agustus 2026 | 22:15

Temuan Bibit Sawit Bongkar Motif Karhutla Bukan Semata karena El Nino

Minggu, 23 Agustus 2026 | 21:52

ISPA dan Rabies Mulai Mengancam Ribuan Pengungsi Gempa NTT

Minggu, 23 Agustus 2026 | 21:39

Tolak Demo Berbau Provokasi di DPR, Jaga Jakarta!

Minggu, 23 Agustus 2026 | 21:23

Magang Pengurus KDKMP Replikasi Model Bisnis Berbasis Potensi Desa

Minggu, 23 Agustus 2026 | 21:12

Masa Iddah Politik Calon Ketum PBNU: Bolehkah Perkum Menambah Syarat?

Minggu, 23 Agustus 2026 | 21:06

Menuju Muktamar NU, Nahdliyin Berharap Sejarah 2015 Tak Terulang

Minggu, 23 Agustus 2026 | 20:31

Gebu Minang-Hanura Terbangkan 3,6 Ton Rendang Buat Korban Gempa NTT

Minggu, 23 Agustus 2026 | 20:28

Obligasi Sosial Berkelanjutan BRI Raih IDX Channel Anugerah ESG 2026

Minggu, 23 Agustus 2026 | 20:16

Selengkapnya