Berita

Politik

Pengaruh Letusan Gunungapi terhadap Pemanasan Global Co-Inside

KAMIS, 03 JANUARI 2013 | 22:36 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Pengaruh letusan gunungapi terhadap pemanasan global hanyalah "co-inside". Bukan "causal correlation", atau pengaruh sebab akibat yang bisa dipahami secara sederhana.

Begitu disampaikan Ketua Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI), Rovicky D Putranto, Kamis (3/1).

Pendapat Rovicky ini disampaikan sebagai tanggapan atas analisis Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana, Dr Surono bahwa letusan gunungapi yang menyebabkan pemanasan global.

Menurut Surono, pemanasan global adalah siklus alam yang mengacu pada "siklus Milan Kovic", dimana dipahami sebagai alam terpendek dalam skala umur geologi yang mencerminkan posisi bumi terhadap matahari. Nah, yang dapat merubah iklim yang bersifat jangka pendek adalah letusan gunungapi. Dengan letusan gunungapi, sinar matahari terhalang aerosol, sehingga tidak ada tumbuhan yang bisa tumbuh.

Di lain hal, kata Surono, ulah manusia yang selama ini disebut-sebut penyebab pemanasan global justru kecil pengaruhnya.  Pemanasan global betul-betul ditentukan peran alam. Peran manusia hanya sebagai unsur "imbuhan".

Menurut Rovcky, memang ada "temporal delay correlation" yang sering dipakai sebagai sebuah pemikiran sebab akibat. Namun tidak semua gejala yang memiliki "temporal delay correlation" selalu merupakan sebab akibat". Dalam perspektif inilah analisis Sutopo semestinya dipahami.

"Gejala siklis (siklus) lebih rumit lagi dipahami kalau menggunakan pendekatan "causal relation". Siang-malam sebuah siklus. Berurutan dan berulang tapi bukan sebab-akibat. Demikian juga gempa, pemanasan global, vulkanik dan gejala alam lainnya," katanya.[dem]

Populer

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

Gencatan Senjata Iran-AS Hampir Berakhir, Milisi Irak Siaga Penuh

Selasa, 21 April 2026 | 08:19

Dolar AS Terkoreksi: Investor Mulai Lepas Aset Safe-Haven

Selasa, 21 April 2026 | 08:06

Sinergi BNI dan Perempuan NTT: Mengubah Daun Lontar Menjadi Penggerak Ekonomi

Selasa, 21 April 2026 | 07:48

Tim Cook Mundur sebagai CEO Apple

Selasa, 21 April 2026 | 07:35

Refleksi 4 Tahun Prudential Syariah: Mengubah Paradigma Deteksi Dini Kanker

Selasa, 21 April 2026 | 07:27

Emas Dunia Masih Sulit Bangkit di Tengah Kenaikan Harga Minyak

Selasa, 21 April 2026 | 07:16

Kerja Sama Polri-PBB Pertegas Posisi RI dalam Misi Perdamaian Dunia

Selasa, 21 April 2026 | 07:10

Bursa Eropa Merah, Sektor Penerbangan Paling Terpukul

Selasa, 21 April 2026 | 07:05

Relawan Protes JK Asal Klaim soal Jokowi Presiden

Selasa, 21 April 2026 | 06:51

Politik Angka vs Realitas Ekologi: Sungai Tak Bisa Dipimpin Statistik

Selasa, 21 April 2026 | 06:29

Selengkapnya