Berita

presiden sby

Presiden akan Jewer Menteri yang Lebih Sibuk Urus Politik

KAMIS, 03 JANUARI 2013 | 07:43 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Para menteri di Kabinet Indonesia Bersatu II terutama yang berasal dari partai politik sampai saat ini masih tetap fokus mengerjakan tugas-tugas negara meski Pemilihan Umum 2014 tinggal setahun lagi.

Penegasan itu disampaikan Presiden SBY dalam acara Mata Najwa dengan topik "Demam Politik 2013" yang disiarkan Metro TV tadi malam (Rabu, 3/1).

"Sejauh ini mereka tetap menjalakan roda pemerintahan, menjalankan tugas pokoknya. Tapi benar, tahun depan (2013) sudah jadi tahun politik apalagi tahun 2014. Sehingga apa yang saya sampaikan, akan saya lihat betul untuk dipatuhi dan rakyat bisa melihat mana kala kita, bukan hanya menteri, tapi juga gubernur, walikota yang terlalu banyak meggunakan waktunya untuk politik, kurang melayani rakyat, kurang menjalankan tugas-tugasnya, rakyat akan memberikan koreksi dan kritiknya. Inilah demokrasi," jelas Presiden.

Agar tetap konsisten melayani rakyat, Presiden terus mengingatkan para menteri akan kontrak politik yang ditandatangani pada 2009 lalu.

"Saya mengajak, pegang teguh apa yang harus kita lakukan sesuai dengan kontrak politik dan pakta integritas. Saya akan terus bekerja bersama pemerintahan sekaligus memastikan para menteri yang berasal dari parpol benar-benar bisa membagi waktu. Dan sekali lagi mengutamakan kerja untuk pemerintahan," tegas Presiden.

Sejauh ini apakah sudah ada menteri yang dijewer?

"Kita lihat nanti. Mudah-mudahan tidak ada yang menyimpang dan betul-betul mereka bekerja untuk rakyat. Rakyat memberikan koreksi juga," jawab Presiden.

Pemerintahan SBY-Boediono saat ini diperkuat enam partai pendukungnya pada pemilihan presiden 2009 lalu. Yaitu, Demokrat (5 menteri), Golkar (3 menteri), PKS (3 menteri), PAN (3 menteri) PPP (2 menteri), dan PKB (2 menteri). [zul]


Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

Gibran Tanpa Ijazah

Senin, 05 Oktober 2026 | 00:26

Prabowo dan Presiden FIFA Bakal Saksikan Laga Indonesia Versus Thailand

Senin, 05 Oktober 2026 | 00:07

GPNN: Listyo Berhasil Ubah Kultur Kerja Polri

Minggu, 04 Oktober 2026 | 23:47

Wantimpres Bukan Sekadar Membenarkan Keputusan Kekuasaan

Minggu, 04 Oktober 2026 | 23:20

Indonesia Akhiri Asian Games 2026 dengan 5 Emas

Minggu, 04 Oktober 2026 | 23:03

95 Persen Aspirasi Buruh Diklaim Masuk RUU Ketenagakerjaan

Minggu, 04 Oktober 2026 | 22:45

DPR Yakin Merger BUMN Mampu Dongkrak Dividen

Minggu, 04 Oktober 2026 | 22:19

Putusan Sidang Etik Mantan Kasat Reskrim Jakpus Dipertanyakan Kuasa Hukum

Minggu, 04 Oktober 2026 | 21:56

Densus 88 Sikat 11 Tersangka Terorisme di Enam Provinsi

Minggu, 04 Oktober 2026 | 21:35

Ketum PPP Targetkan Satu Fraksi di DPRD Surabaya pada Pemilu 2029

Minggu, 04 Oktober 2026 | 21:23

Selengkapnya