Berita

Politik

MUI: Blokir Situs Penghina Nabi Muhammad!

RABU, 02 JANUARI 2013 | 21:13 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Amidhan tidak kaget dengan munculnya kembali kartun atau komik tentang Nabi Muhammad. Meski dia baru mendengar keberadaan situs www.prophetmuhammadillustrated.com, yang memuat buku komik berjudul Biography of The Prophet Muhammad tersebut.

"Artinya kartun muncul lagi. Tentu saja itu menghina dan akan menibulkan reaksi dari umat yang mencintai dia," jelas Amidhan kepada Rakyat Merdeka Online (Rabu, 2/1).

Bentuk reaksi dari umat Islam itu akan bermacam-macam. Kelompok Islam garis keras, akan menyikapinya dengan cara-cara teror dan unjuk rasa besar-besaran. Dan dia menyayangkan kalau reaksi umat Islam itu berlebihan.


Karena, dia menambahkan, semakin keras umat Islam merepons akan semakin getol pihak-pihak yang membenci Islam untuk menghina Nabi Muhammad. Dan umat Islam sendiri juga akan menanggung kerugian. Pasalnya, berkaca dari respons dan unjuk rasa atas film Innocence of Muslim belum lama ini, setidaknya ada 200 orang yang meninggal di negara-negara muslim.

"Makanya kepada umat Islam, jangan terlalu berlebihan mereponsnya. Karena semakin kita bereaksi semakin getol juga mereka," tambahnya.

Menurutnya, agar tidak terulang penghinaan kepada Nabi Muhammad lewat media, harus ada peraturan etika yang diadopsi Badan Perserikatan Bangsa-bangsa bahwa pelecehan tersebut melanggar HAM. Karena, kita tidak bisa menyentuh dan menuntut media tersebut. Dan pemerintah di negara tempat situs atau media tersebut juga tidak bisa menjeratnya.

"Kecuali kalau sudah manifes. Seperti pendeta Terry Jones yang membakar Al-Quran tempo hari. Tapi kepada pemerintah supaya (situs) itu diblokir, ditutup. Pihak Kominfo itu minimal (yang harus dilakukan)," tandasnya.[zul]

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

Gibran Tanpa Ijazah

Senin, 05 Oktober 2026 | 00:26

Prabowo dan Presiden FIFA Bakal Saksikan Laga Indonesia Versus Thailand

Senin, 05 Oktober 2026 | 00:07

GPNN: Listyo Berhasil Ubah Kultur Kerja Polri

Minggu, 04 Oktober 2026 | 23:47

Wantimpres Bukan Sekadar Membenarkan Keputusan Kekuasaan

Minggu, 04 Oktober 2026 | 23:20

Indonesia Akhiri Asian Games 2026 dengan 5 Emas

Minggu, 04 Oktober 2026 | 23:03

95 Persen Aspirasi Buruh Diklaim Masuk RUU Ketenagakerjaan

Minggu, 04 Oktober 2026 | 22:45

DPR Yakin Merger BUMN Mampu Dongkrak Dividen

Minggu, 04 Oktober 2026 | 22:19

Putusan Sidang Etik Mantan Kasat Reskrim Jakpus Dipertanyakan Kuasa Hukum

Minggu, 04 Oktober 2026 | 21:56

Densus 88 Sikat 11 Tersangka Terorisme di Enam Provinsi

Minggu, 04 Oktober 2026 | 21:35

Ketum PPP Targetkan Satu Fraksi di DPRD Surabaya pada Pemilu 2029

Minggu, 04 Oktober 2026 | 21:23

Selengkapnya