Berita

sby/ist

Politik

SBY, Jangan Ladeni Pelamar Menpora!

SELASA, 01 JANUARI 2013 | 22:37 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Kalangan pengamat tidak kaget dengan kabar banyaknya orang yang ngebet jadi Menpora dan memasukan lamaran ke Istana. Pengamat politik Universitas Indonesia Prof Budiatna mengatakan, jabatan menteri, apapun posnya, sangat seksi. Sebab, anggaran di setiap kementerian yang besar.

"Duit di kementerian kan banyak. Itu yang menjadi daya tarik utama. Makanya tidak heran kalau banyak yang berebut,” katanya kepada Rakyat Merdeka Online, Selasa (1/1).

Budiatna menduga, yang melamar itu adalah kalangan politisi. Alasannya, pemuli hanya tinggal satu tahun. Maka parpol pun akan berlomba-lomba untuk mencari modal untuk persiapan pemilu. Kalau ada kadernya yang jadi menteri, bisa mendulang pundi-pundi untuk pemilu.


Selama ini memang banyak pejabat yang terjerat korupsi. Bekas Menpora Andi Mallarangeng juga mengundurkan diri karena terlilit kasus korupsi. Namun, kata Budiatna, hal itu tidak akan membuat orang takut jadi menteri dan cari uang di kementerian.

"Mereka akan belajar supaya tidak terendus. Mungkin yang dilakukan Andi terlalu kasar. Maka mereka yang mengajukan diri ini akan pakai cara lebih halus sehingga tidak terlacak," ujarnya.

Budiatna menyarankan SBY tegas. Orang-orang yang mengasong-asongkan diri seperti itu jangan dilayani. Presiden lebih baik fokus memilih calon terbaik yang ada di tangan dia.

"Biarkan saja orang-orang seperti itu. Jangan pernah diladeni," tandasnya.

Informasi mengenai banyaknya orang yang melamar jadi Menpora disampaikan Jurubicara kepresidenan Jualian Aldrin Pasha.

"Memang, sampai saat  ini banyak yang mengirimkan pesan menyatakan siap menjadi Menpora," katanya.
 
Julian tidak menyebut berapa banyak yang mengajukan diri itu. Dia hanya katakan, Presiden SBY menanggapi positif kepada semua pengirim pesan. Alasannya, semua orang itu mempunyai semangat baik untuk membangun bangsa. [dem]

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

UPDATE

DPR Paripurna Bahas RAPBN 2027 Hari Ini, Purbaya Dijadwalkan Hadir

Kamis, 02 Juli 2026 | 10:21

Indonesia Hidupkan Kembali Pusat Pelatihan Pertanian di Gambia

Kamis, 02 Juli 2026 | 10:20

Emas Antam Terbang Rp15.000, Satu Gram Jadi Rp2,64 Juta

Kamis, 02 Juli 2026 | 10:08

AS Desak SPBU Turunkan Harga Bensin Seiring Anjloknya Minyak Dunia

Kamis, 02 Juli 2026 | 10:00

Sanksi Tegas Harus Dijatuhkan ke Pihak yang Terlibat Kasus Helikopter KPU

Kamis, 02 Juli 2026 | 09:47

Heddy Lugito Ungkap Peran Penting Media Massa bagi Eksistensi DKPP

Kamis, 02 Juli 2026 | 09:40

IHSG Terbang 1,2 Persen, Rupiah Loyo Rp17.979 per Dolar AS

Kamis, 02 Juli 2026 | 09:32

Purbaya Tegaskan Surat Utang Danantara Tak Buka Ruang TPPU

Kamis, 02 Juli 2026 | 09:26

Penyaluran KPP Melesat, Pemerintah Tingkatkan Plafon Pembiayaan Jadi Rp50 Triliun

Kamis, 02 Juli 2026 | 09:17

Prabowo Dijadwalkan Gelar Pertemuan Bilateral dengan Lukashenko Pagi Ini

Kamis, 02 Juli 2026 | 09:08

Selengkapnya