Kenaikan Tarif Dasar Listrik (TDL) sebesar 10 persen diprotes buruh dan pekerja. Rabu besok (2/1), para pekerja yang terhimpun dalam Persatuan Pekerja Muslim Indonesia (PPMI) 98 berencana melakukan unjuk rasa menolak rencana tersebut..
"Kenaikan TDL dampaknya cukup besar bagi pekerja. Dengan kebijakan itu para pengusaha akan beralasan untuk tidak memberikan gaji sesuai UMK," kata Dedi Yusuf, Ketua Pimpinan Wilayah (PW) PPMI 98 DKI, kepada Rakyat Merdeka Online, Selasa (1/1).
Unjuk rasa sendiri akan digelar di kantor Kementerian ESDM dan Kementerian BUMN pukul 13.00 siang. Aksi sengaja tidak dilakukan di kantor PLN pusat karena mereka hanyalah pelaku, bukan pengambil kebijakan atas naiknya TDL.
"Masa akan berkumpul di Gedung Indosat, lalu bergerak ke dua kementerian itu,"
Dia berjanji para pekerja muslim akan menggelar aksi dengan massa yang lebih besar apabila pemerintah tidak menggubris tuntutan mereka.
"Aksi kita tidak melibatkan massa cair, ini murni dilakukan anggota PPMI 98. Kita akan turun dengan massa lebih besar kalau TDL tetap naik. Tolak kenaikan TDL," demikian Dedi.
Kalangan pengamat ekonomi menilai kenaikan TDL sebesar 10 persen akan mendorong besaran inflasi tahun 2013 mencapai 6 persen. Dengan naiknya inflasi, otomatis akan mengerek suku bunga acuan Bank Indonesia naik hingga 5,75-6 persen.
[dem]