Berita

sby-anas urbaningrum/ist

Perang Bubat Demokrat Tidak Akan Pernah Terjadi

MINGGU, 23 DESEMBER 2012 | 17:34 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Perang bubat di internal Partai Demokrat antara Anas Urbaningrum dan SBY tidak akan terjadi. Pasalnya, kekuatan kelompok Anas sangat kecil dan tidak mungkin melawan kekuatan SBY.

Demikian disampaikan Gurubesar Universitas Indonesia (UI) Iberamsjah saat dihubungi Rakyat Merdeka Online (Minggu, 23/12).

"Tidak bakal ada perang bubat di Demokrat. Percuma dia (Anas) melawan SBY, karena kelompok dia itu kan kecil di DPP Demokrat. Figur central Partai Demokrat ada di SBY.," ujarnya.


Sementara kalangan menilai, isu reshuffle digulirkan oleh kubu Anas Urbaingrum untuk menggoyang posisi SBY di Kabinet. Namun, menurut Iberamsjah, hal itu pun tidak akan menambah daya dobrak Anas untuk melengserkan  SBY sebagai figur central di Demokrat.

"Tidak efektif sama sekali karena tidak akan menambah daya dobrak," tambahnya lagi.

Posisi Anas, lanjut Iberamsjah, justru akan semakin terancam jika mencoba untuk melawan kelompok SBY. Ini karena selama ini SBY selalu bermain cantik dan jika Anas tetap berulah maka SBY akan menyingkirkannya laksana yang terjadi dengan Andi Mallarangeng.         

"SBY inikan bermain cantik, kalau dia mau main kasar Anas bisa dia lengserkan seperti Andi Mallarangeng," lanjutnya

Sementara disinggung mengenai kekuatan HMI connection di Demokrat, Iberamsjah hanya tertawa sambil menyebut bahwa keanggotaan HMI di Demokrat hanya ada sekitar 5 persen saja. Jadi, meski menggunakan HMI connection, Anas tetap akan kewalahan jika ngotot lawan SBY.

"HMI kan cuma ada 5 persen aja di Demokrat jadi gak bakalan ngaruh," ujar Iberamsjah sambil tertawa. [arp]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

KPK: Capres hingga Kepala Daerah Idealnya Tidak Karbitan

Minggu, 26 April 2026 | 17:35

Victor Orban Angkat Kaki dari Parlemen Hongaria, Fokus Benahi Partai

Minggu, 26 April 2026 | 17:18

Menlu Iran Temui Sultan Oman setelah Mediasi di Pakistan Gagal

Minggu, 26 April 2026 | 16:38

Respons Dedi Mulyadi Disindir "Shut Up KDM"

Minggu, 26 April 2026 | 16:37

PAD Retribusi Sampah Bocor Rp20 Miliar, Baunya di Saku Birokrat?

Minggu, 26 April 2026 | 16:01

Beyond Nostalgia ALJIRO Dorong Alumni Berperan untuk SDM

Minggu, 26 April 2026 | 15:50

Tersangka Penembakan Gala Dinner Wartawan Incar Pejabat Trump

Minggu, 26 April 2026 | 15:50

Comeback Sempurna di Bawah Keteduhan Trembesi

Minggu, 26 April 2026 | 15:42

Dua Laksamana Masuk Bursa Kuat KSAL

Minggu, 26 April 2026 | 15:40

Daycare Lakukan Kekerasan Harus Dicabut Izin dan Pelaku Dipenjara

Minggu, 26 April 2026 | 14:57

Selengkapnya