Berita

Jorge Lo­renzo

Olahraga

Yamaha Dukung Lorenzo ‘Main Aman’

MotoGP
MINGGU, 23 DESEMBER 2012 | 09:00 WIB

Tim pabrikan Yamaha berambisi mengulang gelar juara dunia Mo­­toGP tahun depan. Apalagi se­te­lah merekrut pebalap yang telah mencicipi tujuh kali juara dunia, Valentino Rossi.

Tim garpu tala ini mulai mem­benahi diri dengan merefleksi di­ri terhadap kekurangan dan ke­le­bihannya musim lalu. Jorge Lo­renzo yang sukses meraih ge­lar musim lalu, menjadi andalan tim Yamaha.

Mengingat penampilan Ben Spies di musim 2012 tak me­mu­a­s­kan, maka bos Yamaha, Wilco Zeelenberg ingin menggali po­ten­si lebih X’Fuera, julukan Lo­renzo, termasuk strategi Lorenzo yang menyiratkan “bermain aman” ter­hadap ancaman dari pe­balap Hon­da, Dani Pedrosa yang mulai bang­kit di perte­ngahan musim lalu.

“Jorge sangat konsisten, tapi kun­cinya ada di persiapan pra­mu­sim tim. Pada tes awal musim lalu di Sepang, kami sangat kom­petitif. Jorge melahap banyak lap dan menjadi satu-satunya rider yang melakukan simulasi bala­pan di tes kedua Sepang. Selain dia, tak ada lagi yang melaku­kannya,” papar Zeelenberg.

“Pertarungan dengan Casey (Stoner) di Qatar, terusik kendala cedera tangannya, sementara Jor­ge sangat cepat hingga akhir ba­lapan. Itu momen yang pen­ting. Kami punya keuntungan di situ dalam tiga dan empat seri pertama,” lanjutnya, sebagai­ma­na dilansir dari MCN.

Namun, ancaman Honda ter­nya­ta berganti dari Stoner,  sang incumbent gelar, ke rekannya, Pedrosa. Di pertengahan musim, Lorenzo pun hanya sukses men­du­lang dua puncak podium, yak­ni di GP Italia dan San Marino.

Sementara Lorenzo, terlihat ha­nya bermain ‘aman’ dan di­ang­­gap publik, tak berani ambil risiko kehilangan pemuncak kla­semen, dengan tak bertarung ke­tat dengan Pedrosa. Di titik ini, tim garpu tala berilah bahwa stra­tegi cerdas Lorenzo itu sudah benar, apalagi setelah menga­lami crash (tabrakan) pada seri GP Belanda di Sirkuit Assen.

“Jorge dengan cerdas mem­per­tahankan klasemen tapi ma­sa­lahnya Dani dan Honda kian ber­kembang. Mereka juga kon­sisten meraih waktu tercepat ter­hadap kami, lebih-lebih di saat-saat kondisi ban mulai aus di akhir lom­ba,” sambung Zeelenberg. [Harian Rakyat Merdeka]


Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

TNI Kuasai Wilayah OPM di Intan Jaya dan Sita Sejumlah Senjata

Minggu, 16 Agustus 2026 | 01:24

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

Praperadilan Dokter Tifa Ditolak, Ini Pertimbangan Hakim

Jumat, 21 Agustus 2026 | 10:25

UPDATE

8.620 Hektare Lahan Kalsel Terbakar, Pemadaman Terganjal Krisis Air

Minggu, 23 Agustus 2026 | 22:24

BRImo Taiwan Manjakan Diaspora dan PMI Kelola Keuangan

Minggu, 23 Agustus 2026 | 22:15

Temuan Bibit Sawit Bongkar Motif Karhutla Bukan Semata karena El Nino

Minggu, 23 Agustus 2026 | 21:52

ISPA dan Rabies Mulai Mengancam Ribuan Pengungsi Gempa NTT

Minggu, 23 Agustus 2026 | 21:39

Tolak Demo Berbau Provokasi di DPR, Jaga Jakarta!

Minggu, 23 Agustus 2026 | 21:23

Magang Pengurus KDKMP Replikasi Model Bisnis Berbasis Potensi Desa

Minggu, 23 Agustus 2026 | 21:12

Masa Iddah Politik Calon Ketum PBNU: Bolehkah Perkum Menambah Syarat?

Minggu, 23 Agustus 2026 | 21:06

Menuju Muktamar NU, Nahdliyin Berharap Sejarah 2015 Tak Terulang

Minggu, 23 Agustus 2026 | 20:31

Gebu Minang-Hanura Terbangkan 3,6 Ton Rendang Buat Korban Gempa NTT

Minggu, 23 Agustus 2026 | 20:28

Obligasi Sosial Berkelanjutan BRI Raih IDX Channel Anugerah ESG 2026

Minggu, 23 Agustus 2026 | 20:16

Selengkapnya