Berita

asean-india/ist

Dunia

ASEAN dan India Sepakati Kerjasama Bidang Maritim

SABTU, 22 DESEMBER 2012 | 19:19 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Asosiasi negara-negara Asia Tenggara, ASEAN menyepakati kerjasama di bidang maritim dengan India pada acara Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN dan India yang diadakan di New Delhi, India.

Kerjasama ini dilakukan saat konstelasi politik tengah memanas di Laut China Selatan. Pasalnya sejumlah negara ASEAN seperti Vietnam, Filipina, Malaysia dan Brunai Darusallam tengah bersengketa dengan China terkait legalitas Kepulauan Spratly di Laut China Selatan.

Pemerintah India juga sempat menyatakan kesediaannya untuk terlibat dalam sengketa tersebut apabila kepentingan ekonomi India di wilayah itu diganggu oleh China. Ini karena India memiliki proyek ekplorasi migas di perairan Vietnam yang juga diklaim oleh China sebagai wilayahnya.


Meski demikian India secara tegas menyatakan bahwa pihaknya hanya akan terlibat dalam masalah Laut China Selatan yang menganggu kepentingannya saja. Bahkan India menegaskan tidak ingin mengintervensi urusan yang dimiliki antara negara-negara ASEAN dengan China.

“Saya kira pada dasarnya India tidak perlu ikut campur terlalu dalam terkait masalah di Laut China Selatan, semua pihak yang terlibat haruslah menyelesaikan sengketa mereka secara damai,” ujar Menteri Luar Negeri India Salman Kurshid, seperti diberitakan Reuters (Sabtu, 22/12).

Dalam kerjasama maritim yang disepakati ini, kedua belah pihak setuju untuk terus menjalankan prinsip kebebasan berlayar di wilayah perairan di kawasan. India juga mengimbau agar prinsip kebebasan berlayar tetap dijalankan di Laut China Selatan.

Mengingat sebelumnya Pemerintah China menegaskan akan memeriksa kapal-kapal yang melewati Laut China Selatan dan akan menindak kapal yang dianggap melanggar kedaulatan wilayah China.[ian]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

KPK: Capres hingga Kepala Daerah Idealnya Tidak Karbitan

Minggu, 26 April 2026 | 17:35

Victor Orban Angkat Kaki dari Parlemen Hongaria, Fokus Benahi Partai

Minggu, 26 April 2026 | 17:18

Menlu Iran Temui Sultan Oman setelah Mediasi di Pakistan Gagal

Minggu, 26 April 2026 | 16:38

Respons Dedi Mulyadi Disindir "Shut Up KDM"

Minggu, 26 April 2026 | 16:37

PAD Retribusi Sampah Bocor Rp20 Miliar, Baunya di Saku Birokrat?

Minggu, 26 April 2026 | 16:01

Beyond Nostalgia ALJIRO Dorong Alumni Berperan untuk SDM

Minggu, 26 April 2026 | 15:50

Tersangka Penembakan Gala Dinner Wartawan Incar Pejabat Trump

Minggu, 26 April 2026 | 15:50

Comeback Sempurna di Bawah Keteduhan Trembesi

Minggu, 26 April 2026 | 15:42

Dua Laksamana Masuk Bursa Kuat KSAL

Minggu, 26 April 2026 | 15:40

Daycare Lakukan Kekerasan Harus Dicabut Izin dan Pelaku Dipenjara

Minggu, 26 April 2026 | 14:57

Selengkapnya