Berita

ist

Dunia

Ini Perbedaan Dukungan HTI dan AS Soal Oposisi Suriah

SELASA, 18 DESEMBER 2012 | 12:15 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Kesamaan sikap Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) dan Amerika Serikat mendukung oposisi di negeri bergolak, Suriah, menjadi hal tak lazim. HTI dikenal sebagai Ormas yang selalu menentang kebijakan luar negeri Amerika Serikat (AS).

Jurubicara HTI, Ismail Yusanto, meluruskan apa yang dipandang awam sebagai "kesamaan sikap" itu.

"HTI mendukung oposisi, tapi bukan oposisi yang dimaui AS. Di sana ada dua oposisi, yang didukung Barat atau AS dan oposisi yang menginginkan Islam," ujar Ismail Yusanto kepada Rakyat Merdeka Online di Kantor Pusat HTI, Crown Palace, Jakarta Selatan, beberapa waktu lalu.


Ismail melanjutkan bahwa oposisi yang didukung AS adalah oposisi yang menginginkan negara sipil demokrasi. Sedangkan yang didukung HTI, menginginkan tegaknya negara Islam atau khilafah.

HTI mendukung Jabhatun Nusrah, sebuah oposisi yang baru-baru ini dianggap sebagai kelompok teroris oleh AS.

"Mereka (Jabhatun Nusrah) ada komunikasi sama kita. Jika kamu liat di situs youtube atau HTI, mereka bersumpah dan bahu membahu demi tegaknya khalifah," lanjut Ismail.

Menurut Ismail, yang memiliki kekuatan riil di Suriah adalah Jabhatun Nusrah. Sedangkan, oposisi yang didukung AS hanya kumpulan orang yang menyebut diri mewakili oposisi padahal mereka ada di luar negeri dan tidak berperang.

"Yang berperang dengan senjata  itu ya yang Jabhatun Nusrah. Karena yang didukung AS itu kan adanya di Qatar dan Mesir. Mereka itu yang kerjaannya cuma bikin pertemuan dan konpers," lanjut Ismail.

"Jadi dukungan kita (HTI) beda dengan AS," tegas Ismail. [ald]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

KPK: Capres hingga Kepala Daerah Idealnya Tidak Karbitan

Minggu, 26 April 2026 | 17:35

Victor Orban Angkat Kaki dari Parlemen Hongaria, Fokus Benahi Partai

Minggu, 26 April 2026 | 17:18

Menlu Iran Temui Sultan Oman setelah Mediasi di Pakistan Gagal

Minggu, 26 April 2026 | 16:38

Respons Dedi Mulyadi Disindir "Shut Up KDM"

Minggu, 26 April 2026 | 16:37

PAD Retribusi Sampah Bocor Rp20 Miliar, Baunya di Saku Birokrat?

Minggu, 26 April 2026 | 16:01

Beyond Nostalgia ALJIRO Dorong Alumni Berperan untuk SDM

Minggu, 26 April 2026 | 15:50

Tersangka Penembakan Gala Dinner Wartawan Incar Pejabat Trump

Minggu, 26 April 2026 | 15:50

Comeback Sempurna di Bawah Keteduhan Trembesi

Minggu, 26 April 2026 | 15:42

Dua Laksamana Masuk Bursa Kuat KSAL

Minggu, 26 April 2026 | 15:40

Daycare Lakukan Kekerasan Harus Dicabut Izin dan Pelaku Dipenjara

Minggu, 26 April 2026 | 14:57

Selengkapnya