Berita

barack obama /ist

Dunia

Pasca Penembakan Connecticut, Presiden Obama Ingin Perketat Legislasi Kepemilikan Senpi

SABTU, 15 DESEMBER 2012 | 14:43 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Penembakan yang menewaskan 27 orang, termasuk pelaku di sebuah sekolah dasar di kota Newtown, Connecticut, Amerika Serikat, Jumat (14/12) waktu setempat, membuat Presiden AS Barack Obama menyerukan sebuah tindakan berarti untuk menanggulangi hal tersebut terjadi kembali.  

Presiden Obama menyerukan untuk memperketat legislasi kepemilikan senjata api. Ini karena kemudahan akses bagi warga AS dalam memiliki senjata telah mengakibatkan sejumlah pembunuhan massal terjadi di AS, dan tentunya hal ini telah menghadirkan ketakutkan dan ancaman teror bagi warga AS.

“Sebagai negara kita sudah terlalu sering mengalami hal ini,” kata Obama yang sesekali terlihat mengusap air matanya dalam konferensi pers di Gedung Putih, sebagaimana dikutip BBC (Sabtu, 15/11).


Sebelumnya pada Juli lalu, kemudahan akses untuk memiliki senjata ini juga berakibat fatal, yaitu saat James "The Joker" Holmes melakukan penembakan membabi buta di sebuah bioskop di Colorado saat pemutaran perdana film Batman, The Dark Knight Rises dan menewaskan sedikitnya 12 orang.

Jika Barack Obama tetap menginginkan adanya legislasi yang lebih ketat, maka ia dipastikan harus bertarung keras di Kongres dan di pengadilan untuk meloloskan aturan tersebut.

Untuk itu, Obama mengimbau kepada rakyat AS untuk bersatu bersatu dalam mencegah tragedi ini terjadi kembali dengan meloloskan keinginannya tersebut di Kongres AS.

“Kita harus bersatu dan mengambil tindakan berarti untuk mencegah tragedi seperti ini, tanpa mempedulikan politik,” demikian Obama. [ian]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

KPK: Capres hingga Kepala Daerah Idealnya Tidak Karbitan

Minggu, 26 April 2026 | 17:35

Victor Orban Angkat Kaki dari Parlemen Hongaria, Fokus Benahi Partai

Minggu, 26 April 2026 | 17:18

Menlu Iran Temui Sultan Oman setelah Mediasi di Pakistan Gagal

Minggu, 26 April 2026 | 16:38

Respons Dedi Mulyadi Disindir "Shut Up KDM"

Minggu, 26 April 2026 | 16:37

PAD Retribusi Sampah Bocor Rp20 Miliar, Baunya di Saku Birokrat?

Minggu, 26 April 2026 | 16:01

Beyond Nostalgia ALJIRO Dorong Alumni Berperan untuk SDM

Minggu, 26 April 2026 | 15:50

Tersangka Penembakan Gala Dinner Wartawan Incar Pejabat Trump

Minggu, 26 April 2026 | 15:50

Comeback Sempurna di Bawah Keteduhan Trembesi

Minggu, 26 April 2026 | 15:42

Dua Laksamana Masuk Bursa Kuat KSAL

Minggu, 26 April 2026 | 15:40

Daycare Lakukan Kekerasan Harus Dicabut Izin dan Pelaku Dipenjara

Minggu, 26 April 2026 | 14:57

Selengkapnya