Berita

Jusuf Rizal

Lebih Baik Pemerintah Bubarkan PSSI

KAMIS, 13 DESEMBER 2012 | 07:42 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

RMOL.  Organisasi Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) dinilai sudah rusak dan busuk. Organisasi yang terus ricuh dalam 5 tahun terahir tidak akan mampu membenahi prestasi sepakbola Indonesia.

Karena itu, sebaiknya pemerintah membubarkan saja PSSI sesuai dengan UU Keolahragaan dan kemudian membentuk kepengurusan baru di bawah kontrol Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora).

"Tidak ada lagi yang dapat diharapkan dari PSSI saat ini. Karena orang-orang di dalamnya hanya mewakili kepentingan kelompok dan golongannya. Bukan mau memajukan prestasi olahraga sepakbola. Orang yang tidak memahami sepakbola ko mau  ngurus sepakbola," tegas mantan Direktur Pembinaan Usia Dini PSSI, HM. Jusuf Rizal di Jakarta terkait ricuh PSSI dan KPSI (Komite Penyelamat Sepakbola Indonesia).

Lebih lanjut pria yang juga pernah menjabat Direktur Marketing dan Promosi PSSI itu mengatakan kondisi PSSI makin parah dengan munculnya KPSI yang notabene sebelumnya mendukung kepengurusan PSSI hasil kongres Solo. Melihat realitas itu maupun hasil kongres yang tidak menghasilkan apa-apa ditambah FIFA akan memberikan sanksi, maka kedua kubu tidak bisa diharapkan membawa perubahan bagi kemajuan dunia sepekbola di Indonesia.

"Untuk itu jalan terbaik lebih baik pemerintah membubarkan bubarkan saja PSSI, baru kemudian melalui Kantor Menpora menyusun kepengurusan baru dibawah kendali pemerintah. Dengan demikian potensi konflik menjadi hilang. Jika masih dengan kepengurusan sekarang sampai kiamat prestasi sepakbola tidak akan pernah tercapai," tandas penggagas kompetisi sepakbola anak dan APSSO (Asean Primary School Sports Olympiad) ini.

Menurutnya sudah saatnya pemerintah bersikap tegas mengambil langkah-langkah strategis tentang PSSI. Jika selama ini pemerintah bersikap toleran dan tidak ingin melakukan intervensi karena berbagai pertimbangan termasuk sanksi FIFA, saat ini semua perlu diabaikan agar sepakbola Indonesia bisa keluar dari berbagai masalah dan kompleks. PSSI itu sudah rusak dan busuk.

Lebih baik mundur selangkah untuk menata menjadi lebih baik. Karena menurutnya, pemerintah memiliki kewenangan itu dan tidak perlu takut dengan FIFA.

"Toh prestasi internasional PSSI justru makin suram. Masih banyak figur-figur yang dapat membawa PSSI dalam perahu yang benar, profesional dan terukur kinerjanya," tegas pria yang juga mencalonkan diri menjadi Ketua Umum PSSI pada kongres PSSI di Solo lalu.

Sanksi FIFA terhadap Indonesia terasa semakin dekat. Organisasi Sepakbola se-Dunia itu memastikan akan membahas masalah persepakbolaan Indonesia ke dalam sidang komite eksekutif (Exco) FIFA di Tokyo, Jepang, Jumat (14/12). [zul]


Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

UPDATE

Ini Pesan Denny Indrayana Jelang Putusan MK

Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:23

IHSG Melesat 1,21 Persen, Rupiah Jauhi Rp18.000 per Dolar AS

Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:12

Menhaj Godok Kunjungan Wisata Jemaah Haji dan Umrah ke Yordania

Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:11

Prabowo Hadiri Penyerahan Uang Sitaan Negara Rp13,2 Triliun di Kejagung

Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:09

Penempatan Manajer Sesuai Karakter Wilayah Jadi Kunci Keberhasilan Kopdes

Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:04

Komisi III DPR Dukung Perombakan Pejabat Polri untuk Regenerasi

Selasa, 06 Oktober 2026 | 15:58

Komoditas Pangan Jadi Penyumbang Utama Inflasi di Jakarta

Selasa, 06 Oktober 2026 | 15:50

Ferry Juliantono Dorong Kolaborasi Kampus dan Pemda Kembangkan Koperasi

Selasa, 06 Oktober 2026 | 15:44

KPK Ingatkan Nusron Wahid soal Kewajiban Hadiri Panggilan Penyidik

Selasa, 06 Oktober 2026 | 15:40

Penampakan Tumpukan Uang Sitaan Negara Rp13,2 Triliun di Kejagung

Selasa, 06 Oktober 2026 | 15:39

Selengkapnya