. Anak muda harus berada di garis terdepan dalam menegakkan amanat reformasi. Karena sampai saat ini, masih banyak agenda reformasi yang belum terlaksana.
"PARRA Indonesia hadir di Sulawesi Barat sebagai wadah bagi kaum muda yang punya platform yang sama untuk menegakkan amanat reformasi yang telah bergulir sejak 1998," kata Bendahara Umum DPP PARRA Indonesia Azis Abdul Aziz di Mamuju, Sulbar (Rabu, 12/12).
Azis mengungkapkan itu saat melantik pengurus Dewan Pimpinan Wilayah Pusat Penegak Amanat Reformasi Rakyat ( PARRA) Indonesia,
Provinsi Sulawesi Barat.
Reformasi, sambung Aziz, telah membuka kran kepada warga negara untuk melakukan yang tidak mungkin terjadi pada masa Orde Baru. Jika era Orba warga biasa tidak mungkin jadi anggota legislatif dan eksekutif, reformasi digulirkan untuk memberikan kesempatan yang sama kepada semua warga negara untuk jadi pemimpin selama tidak melanggar undang-undang.
Azis menambahkan dalam konteks kesamaan hak dan terbukanya informasi sudah berjalan sesuai dengan harapan reformasi, saat ini kaum intelektual muda lebih banyak memilih menjadi pengajar dan kembali ke kampus- kampus, akibatnya legislatif dan eksekutif banyak dikuasai oleh kelompok - kelompok pengusaha yang transaksional dan tidak punya idealisme untuk membangun dan mensejahterakan rakyat.
"Kenapa saya katakan transaksional? Anggota dewan dan kepala daerah saat ini kebanyakan jika sudah duduk akan berusaha mengembalikan biaya kampanye kemarin dengan berbagai cara, modusnya macam-macam, bisa lewat APBD/ APBN atau lewat proyek- proyek pembangunan," ungkap Azis.
Untuk itu, Azis mengajak kaum muda Sulbar yang berasal dari BEM, OKP, dan Organisasi Pelajar bergabung bersama PARRA Indonesia membangun dan mensejahterakan rakyat Indonesia.
Saat ini, DPW PARRA Sulbar telah mendirikan DPD PARRA di 5 Kabupaten/ Kota di Sulbar. "Mesin PARRA Siap memenangkan PAN di Sulbar, melahirkan pemimpin muda dan memenangkan Hatta Rajasa menjadi Presiden RI pada pilpres 2014, " tambah Basri, Ketua DPW PARRA Sulbar. [zul]