Berita

ilustrasi

Bisnis

Presiden Newmont Diultimatum Dewan

RABU, 12 DESEMBER 2012 | 18:53 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

. Presiden Direktur PT Newmont Nusa Tenggara (PT NNT) Martino Hadianto diultimatum untuk memenuhi undangan DPRD Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) guna dimintai klarifikasi terkait sejumlah persoalan mengenai kegiatan operasional perusahaan itu. Wacana memanggil kembali Martiono mengemuka di kalangan anggota dewan karena sebelumnya telah beberapa kali tidak hadir.

"Sudah menjadi wajib agar saudara Martiono hadir nanti dalam undangan DPRD KSB setelah rapat membahas APBD KSB 2013 selesai," kata anggota DPRD KSB Syahril Amin kepada Rakyat Merdeka Online, Rabu (12/12).

Setidaknya ada 7 hal yang harus bisa dijelaskan Martiono, yaitu mengenai renegosiasi kontrak karya, divestasi saham, tenaga kerja lokal, dana taktis 9 juta dolar AS dan dana-dana lainnya yang pernah digelontorkan, pemberdayaan masyarakat yang faktual, serta posisi-posisi strategis di manajemen NNT untuk lokal antara lain presdir, senior manager dan manager perusahaan.


Menurut wakil ketua Fraksi Amanat Perjuangan  Daerah (FAPD) itu, renegosiasi kontrak karya (KK) yang semestinya sudah disesuaikan dengan undang-undang mineral dan batu bara. KK yang ditandatangani tahun 1986sudah tidak relevan dan memasung hak masyarakat dan kabupaten penghasil untuk mendapatkan manfaat lebih besar dari kekayaan alam yang dikeruk PTNNT.

"Persoalan divestasi juga sangat penting dijelaskan, khususnya mengenai posisi PTNNT saat ini. Karena banyak pihak beranggapan bahwa presdir PTNNT berada dibalik sikap ngotot pemerintah yang enggan menyerahkan saham tersebut untuk dibeli daerah," cetusnya.

Proses rekrutmen tenaga kerja lokal yang sempat menyulut aksi protes besar-besaran pada 2011 lalu dan sampai saat ini masih berlangsung, serta dana taktis 9 juta dolar AS yang didonasikan kepada Pemda KSB secara bertahap, menurut Sahril, juga penting untuk diklarifikasi. Masalahnya, keberadaan dana tersebut justru mengurangi Comdev dan CSR yang menjadi kewajiban PTNNT kepada masyarakat.

"Pemberdayaan masyarakat yang riil telah dilakukan juga patut jadi pertanyaan. Demikian pula masalah tambang di masa lalu, masa kini dan yang akan datang. Ini penting karena PTNNT beralasan tidak akan mendapat keuntungan sampai 2013 mendatang karena dalam fase 6 ini akan melakukan perluasan tambang, yang tentunya berpengaruh besar terhadap pendapatan negara dan daerah dari sektor pajak maupun royalty," bebernya.

Sementara moment pengurangan karyawan (PHK) yang sedang dilaksanakan PTNNT saat ini, menurut Sahril, seharusnya menjadi moment untuk memberi kepercayaan kepada putra daerah guna mendudukan jabatan-jabatan strategis di PTNNT, dan tentu perlu ada komitmen dari PT NNT sendiri.

"Intinya saudara Martino tidak boleh lagi melecehkan lembaga legislatif karena sudah mengeruk kekayaan dari tanah Sumbawa Barat dengan mengirim perwakilan yang tidak mampu menjelaskan secara gamblang dan detail terkait NNT. Dia harus menjelaskan secara komperhensif terkait akselerasi investasi pertambangan NNT di KSB khususnya Batu Hijau di Sekongkang," demikian Sahril. [sam]

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

UPDATE

DPR Paripurna Bahas RAPBN 2027 Hari Ini, Purbaya Dijadwalkan Hadir

Kamis, 02 Juli 2026 | 10:21

Indonesia Hidupkan Kembali Pusat Pelatihan Pertanian di Gambia

Kamis, 02 Juli 2026 | 10:20

Emas Antam Terbang Rp15.000, Satu Gram Jadi Rp2,64 Juta

Kamis, 02 Juli 2026 | 10:08

AS Desak SPBU Turunkan Harga Bensin Seiring Anjloknya Minyak Dunia

Kamis, 02 Juli 2026 | 10:00

Sanksi Tegas Harus Dijatuhkan ke Pihak yang Terlibat Kasus Helikopter KPU

Kamis, 02 Juli 2026 | 09:47

Heddy Lugito Ungkap Peran Penting Media Massa bagi Eksistensi DKPP

Kamis, 02 Juli 2026 | 09:40

IHSG Terbang 1,2 Persen, Rupiah Loyo Rp17.979 per Dolar AS

Kamis, 02 Juli 2026 | 09:32

Purbaya Tegaskan Surat Utang Danantara Tak Buka Ruang TPPU

Kamis, 02 Juli 2026 | 09:26

Penyaluran KPP Melesat, Pemerintah Tingkatkan Plafon Pembiayaan Jadi Rp50 Triliun

Kamis, 02 Juli 2026 | 09:17

Prabowo Dijadwalkan Gelar Pertemuan Bilateral dengan Lukashenko Pagi Ini

Kamis, 02 Juli 2026 | 09:08

Selengkapnya