Berita

DR. Meilano: Kawasan Laut Banda Biasa Gempa di Atas 8 SR

RABU, 12 DESEMBER 2012 | 18:18 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

RMOL/ Gempa yang terjadi pada hari Selasa, 11 Desember 2012 pukul 1:53 WIB memiliki magnitude sebesar 7.1 dan mekanisme sesar naik miring. Gempa ini berada pada kedalaman medium terjadi di sebelah timur laut banda dimana konvergensi dari lempeng Australia terdistribusi pada back arc dan Laut Banda.

Menurut pakar gempa, Dr. Irwan Meilano, secara morphologi karakteristik busur Banda memperlihatkan pertemuan konvergen pada batas lempeng. Sistem konvergensi tersebut bersambung mulai dari Java trench sampai ke Buru. Pemisahan sistem konvergensi, dari tunjuman ke tumbukan terjadi di sekitar Pulau Savu.

"Dimulai dari Pulau Timor ke arah timur merupakan bagian dari segmen tumbukan Banda dan semakin ke timur bergerak ke utara merupakan bagian dari segmen tumbukan Seram dimana pemisahan keduanya kemungkinan terkait dengan sambungan dari sistem sesar Tarera Aiduna," jelas Dr. Meilano dalam keterangan yang diterima redaksi..

Tetapi, sambung pakar dari Research Center for Disaster Mitigation (RCDM)Institut Teknologi Bandung (ITB) itu, sebagian besar energi ditransformasikan menjadi konvergensi di back-arc dan sesar aktif di busur Banda dan Flores. Di sebelah timur dari Sumba konvergensi dari lempeng Australia terdistribusi pada back arc dan Laut banda, dan tidak ada konversi pada timur through. Hal ini mengindikasikan batas utara dari lempeng Australia berada pada bagian utara dari Banda arc pada Laut Banda.

Pada bagian utara kepala burung Papau sebagian deformasi yaitu sesar geser, tetapi pola regangan memperlihatkan adanya konvergensi yang tegak lurus terhadap trench yang mengakomodasi deformasi Lempeng Pacific relatif terhadap Australia.

Sejarah kegempaan di sekitar Laut Banda menunjukan wilayah ini sangat aktif. Beberapa gempa dengan magnitude di atas 8 yaitu, pada 1918, 1938, 1950 dan 1963. Beberapa tsunami besar juga sering terjadi di Banda diantaranya tahun 1899 yang mengakibatkan korban lebih dari 3.000 jiwa. [zul]

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

UPDATE

Ini Pesan Denny Indrayana Jelang Putusan MK

Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:23

IHSG Melesat 1,21 Persen, Rupiah Jauhi Rp18.000 per Dolar AS

Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:12

Menhaj Godok Kunjungan Wisata Jemaah Haji dan Umrah ke Yordania

Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:11

Prabowo Hadiri Penyerahan Uang Sitaan Negara Rp13,2 Triliun di Kejagung

Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:09

Penempatan Manajer Sesuai Karakter Wilayah Jadi Kunci Keberhasilan Kopdes

Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:04

Komisi III DPR Dukung Perombakan Pejabat Polri untuk Regenerasi

Selasa, 06 Oktober 2026 | 15:58

Komoditas Pangan Jadi Penyumbang Utama Inflasi di Jakarta

Selasa, 06 Oktober 2026 | 15:50

Ferry Juliantono Dorong Kolaborasi Kampus dan Pemda Kembangkan Koperasi

Selasa, 06 Oktober 2026 | 15:44

KPK Ingatkan Nusron Wahid soal Kewajiban Hadiri Panggilan Penyidik

Selasa, 06 Oktober 2026 | 15:40

Penampakan Tumpukan Uang Sitaan Negara Rp13,2 Triliun di Kejagung

Selasa, 06 Oktober 2026 | 15:39

Selengkapnya