Berita

PPATK: Koruptor Indonesia Umumnya Punya KTP Ganda

RABU, 12 DESEMBER 2012 | 14:51 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) menemukan modus kerja para koruptor. Salah satu modus pejabat untuk korupsi dan melakukan pencucian uang adalah dengan memiliki KTP ganda.

Demikian disampaikan Wakil Kepala PPATK Agus Susanto kepada Rakyat Merdeka Online siang ini (Rabu, 12/12).

Pada KTP pertama, tertera pekerjaan asli, yaitu sebagai Pegawai Negeri Sipil. Sementara pada KTP yang kedua, ditulis pekerjaan swasta, pengusaha, konsultan atau jenis pekerjaan lainnya. "Makanya, selain KTP ganda, juga memalsukan pekerjaan," jelasnya.

Dia menambahkan, KTP asli digunakan sebagai syarat membuka rekening di bank yang khusus untuk menerima gaji. Nah, KTP kedua juga untuk membuka rekening yang digunakan penampungan atau pencucian uang.  "Ada juga memang memalsukan nama. Bikin KTP namanya palsu. Cuman tanggal lahirnya sama atau alamatnya mirip," sambung Agus.

Untuk contoh konkretnya, Pegawai Pajak Dhana Widyatmika dan Gayus Tambunan, yang tersangkut kasus hukum. Keduanya punya KTP ganda. "Kalau Gayus bukan hanya KTP, paspor juga (ganda)," tandasnya.  [zul]


Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

UPDATE

Ini Pesan Denny Indrayana Jelang Putusan MK

Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:23

IHSG Melesat 1,21 Persen, Rupiah Jauhi Rp18.000 per Dolar AS

Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:12

Menhaj Godok Kunjungan Wisata Jemaah Haji dan Umrah ke Yordania

Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:11

Prabowo Hadiri Penyerahan Uang Sitaan Negara Rp13,2 Triliun di Kejagung

Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:09

Penempatan Manajer Sesuai Karakter Wilayah Jadi Kunci Keberhasilan Kopdes

Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:04

Komisi III DPR Dukung Perombakan Pejabat Polri untuk Regenerasi

Selasa, 06 Oktober 2026 | 15:58

Komoditas Pangan Jadi Penyumbang Utama Inflasi di Jakarta

Selasa, 06 Oktober 2026 | 15:50

Ferry Juliantono Dorong Kolaborasi Kampus dan Pemda Kembangkan Koperasi

Selasa, 06 Oktober 2026 | 15:44

KPK Ingatkan Nusron Wahid soal Kewajiban Hadiri Panggilan Penyidik

Selasa, 06 Oktober 2026 | 15:40

Penampakan Tumpukan Uang Sitaan Negara Rp13,2 Triliun di Kejagung

Selasa, 06 Oktober 2026 | 15:39

Selengkapnya