Berita

Daud Yordan

Olahraga

Daud Latihan Penguatan Otot & Daya Tahan Tubuh

Kembali Ke Sasana Kayong
KAMIS, 06 DESEMBER 2012 | 08:37 WIB

Juara dunia kelas bulu versi IBO, Daud Yordan tidak larut dalam kegembiraan, setelah sukses mempertahankan gelar pertamanya di Marina Bay Sands, Singapura, 9 November silam. Kini Daud Yordan kembali berlatih di Sasana Kayong Utara Pontianak, Kalimantan Barat.  

Sebelumnya, petinju yang lahir 25 tahun silam tersebut, berhasil mengalahkan petinju asal Thailand, Choi Tsevenpu­reev dalam perebutan gelar juara dunia kelas bulu versi IBO.

“Saya sudah mulai menjalani latihan karena memang saya mencintai tinju,” kata peme­gang rekor bertarung 30 kali menang, 23 di antaranya dengan KO dan dua kali kalah itu.

Saat ini, petinju yang lahir di Ketapang ini hanya menjalani latihan yang masih bersifat umum, terutama untuk penguatan otot-otot dan daya tahan tubuh. “Latihan lebih banyak ke fisik terlebih dulu,” katanya.

Daud Yordan yang pertama kali menjadi juara dunia pada 5 Mei 2012 silam tersebut usai mengalahkan petinju Filipina, Lorenzo Villanueva mengaku belum mempunyai jadwal tanding berikutnya. Dia juga belum menentukan apakah akan memilih tarung pilihan atau mandatory fight atau tarung wajib.

“Saya selalu siap menghadapi siapapun, yang terpenting adalah persiapan. Kalau amunisinya dan persiapannya lengkap, tentu saya tidak khawatir,” katanya menegaskan.

Daud Yordan menjadi petinju kelima Indonesia yang menjadi juara dunia. Sebelumnya telah ada sang legenda tinju Indonesia Ellyas Pical yang berhasil menjadi juara dunia pada tahun 1980-an, disusul Nico Thomas pada 1989, M Rahman (2004-2011), dan ke­empat yang juga baru mem­per­tahankan gelarnya, Chris John.

Sebanyak 23 kemenangan Daud Yordan dengan KO di antaranya adalah saat melawan Lorenzo Villanueva yang jatuh pada ronde kedua, Frankie Archuleta dari Amerika Serikat di ronde keempat, Damian David Marchiano dari Argentina (ronde pertama), dan  yang terakhir Christian Abila dari Filipina (ronde keenam).

Dua kekalahan Daud Yordan dialami saat melawan Chris John di Jakarta dan Calestino Caballero dari Panama di Florida, Amerika Serikat.   [Harian Rakyat Merdeka]


Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

TNI Kuasai Wilayah OPM di Intan Jaya dan Sita Sejumlah Senjata

Minggu, 16 Agustus 2026 | 01:24

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

Praperadilan Dokter Tifa Ditolak, Ini Pertimbangan Hakim

Jumat, 21 Agustus 2026 | 10:25

UPDATE

8.620 Hektare Lahan Kalsel Terbakar, Pemadaman Terganjal Krisis Air

Minggu, 23 Agustus 2026 | 22:24

BRImo Taiwan Manjakan Diaspora dan PMI Kelola Keuangan

Minggu, 23 Agustus 2026 | 22:15

Temuan Bibit Sawit Bongkar Motif Karhutla Bukan Semata karena El Nino

Minggu, 23 Agustus 2026 | 21:52

ISPA dan Rabies Mulai Mengancam Ribuan Pengungsi Gempa NTT

Minggu, 23 Agustus 2026 | 21:39

Tolak Demo Berbau Provokasi di DPR, Jaga Jakarta!

Minggu, 23 Agustus 2026 | 21:23

Magang Pengurus KDKMP Replikasi Model Bisnis Berbasis Potensi Desa

Minggu, 23 Agustus 2026 | 21:12

Masa Iddah Politik Calon Ketum PBNU: Bolehkah Perkum Menambah Syarat?

Minggu, 23 Agustus 2026 | 21:06

Menuju Muktamar NU, Nahdliyin Berharap Sejarah 2015 Tak Terulang

Minggu, 23 Agustus 2026 | 20:31

Gebu Minang-Hanura Terbangkan 3,6 Ton Rendang Buat Korban Gempa NTT

Minggu, 23 Agustus 2026 | 20:28

Obligasi Sosial Berkelanjutan BRI Raih IDX Channel Anugerah ESG 2026

Minggu, 23 Agustus 2026 | 20:16

Selengkapnya