Berita

ilustrasi

Catat, Miras Akar Semua Masalah di Mimika, Papua

SELASA, 04 DESEMBER 2012 | 08:54 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Tokoh masyarakat Suku Amungme, Yosep Yopi Kilangin menegaskan akar dari semua masalah yang terjadi di Kabupaten Mimika, Papua selama ini adalah minuman keras (miras).

Karena itu, dia mendesak semua pihak baik pejabat pemerintah, pejabat TNI, pejabat Polri, para tokoh masyarakat, tokoh gereja dan para ulama agar bersama-sama membasmi peredaran minuman beralkohol di Mimika.

"Bagi kita sangat jelas bahwa semua masalah yang terjadi di Mimika selama ini entah masalah perorangan, masalah di dalam keluarga dan masalah di masyarakat pemicunya adalah minuman keras beralkohol. Miras adalah masalah mendasar yang harus kita basmi secara bersama-sama," kata Yopi Kilangin (Selasa, 4/12), seperti dilansir Antara.

Mantan Ketua DPRD Mimika periode 2004-2009 itu mendesak pimpinan daerah agar segera membicarakan penanganan masalah peredaran minuman keras beralkohol di Mimika yang kian tidak terkendali secara terbuka. "Semua pihak harus merasa bertanggung jawab bagaimana mengatasi persoalan ini," ujar Yopi Kilangin.

Menurut dia, semua warga Mimika entah apa pun sukunya pasti mendambakan sebuah kehidupan bermasyarakat yang aman, dan tertib.

Segala persoalan sosial yang terjadi di Mimika selama ini seperti konflik perang suku, pembunuhan, generasi muda yang mulai rusak dan rentan terhadap penularan virus HIV/AIDS, timbulnya berbagai kasus kekerasan dalam rumah tangga ujung-ujungnya berawal dari konsumsi minuman keras beralkohol.

"Minuman keras beralkohol memberi efek buruk terhadap perilaku orang yang mengonsumsinya. Jadi, kita tidak bisa lagi mentoleransi adanya minuman keras beralkohol di Mimika dan semua pihak harus berkomitmen untuk mencabut akar permasalahan ini," kata Yopi.

Ia menyatakan tidak sependapat dangan anggapan umum bahwa mengonsumsi minuman keras beralkohol adalah budaya masyarakat.

"Kalau ada orang yang mengatakan bahwa mengonsumsi minuman keras beralkohol adalah budaya itu adalah omong kosong. Jadi, tidak ada cara lain kecuali basmi," kata Yopi menegaskan.

Makanya, Yopi Kilangin mengutuk kasus pembunuhan terhadap Kepala Sekolah SD Inpres Timika III, Apolo Ikikitaro oleh calon menantunya, Roi Marthin Rumbiak pada Sabtu (1/12) malam sekitar pukul 21.00 WIT.

"Yang jelas perbuatan tersebut adalah perbuatan terkutuk. Saya secara pribadi mengutuk kejadian tersebut. Apa pun alasan dan motifnya, pembunuhan tidak dapat diterima oleh siapapun," ujar Yopi.

Apolo Ikikitaro tewas seketika akibat ditebas dengan sebilah parang oleh calon menantunya, Roi Marthin Rumbiak di kediamannya di Kompleks Perumahan Guru SD Inpres Timika III, Kampung Karang Senang, Distrik Kuala Kencana, Sabtu malam lalu.

Pelaku yang dalam keadaan mabuk juga menganiaya isteri almarhum, Irene Waukateyau. Hingga saat ini Irene masih mendapat perawatan intensif di Intensif Care Unit Rumah Sakit Mitra Masyarakat (RSMM) Timika.

Usai membunuh korban, pelaku menyerahkan diri ke Polsek Kuala Kencana. Untuk menjamin keselamatan diri pelaku, pada Minggu (2/12) pagi, yang bersangkutan dipindahkan ke Polres Mimika. [zul]


Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

UPDATE

Ijazah Gibran Jadi Bom Waktu

Rabu, 07 Oktober 2026 | 02:03

Danantara Gelontorkan Rp4,4 Triliun untuk Masuk Bisnis Migas AS

Rabu, 07 Oktober 2026 | 01:31

PIP dan KIP Kuliah Tak Boleh Lagi Salah Sasaran

Rabu, 07 Oktober 2026 | 01:21

Jangan Korbankan Konektivitas Antar Pulau Gegara Kebijakan Panik

Rabu, 07 Oktober 2026 | 01:09

Inilah Beda FIFA ASEAN Cup dan Piala AFF

Rabu, 07 Oktober 2026 | 00:34

Ahmad Doli Soroti Dugaan Bullying Bocah SD di Pemalang: Mukanya Lucu-lucu, tapi Berstatus Pembunuh

Rabu, 07 Oktober 2026 | 00:21

Gibran Tak Punya Ijazah SMA, Said Didu: Pemakzulan Bisa Lewat Proses Politik

Rabu, 07 Oktober 2026 | 00:04

Danantara Penetrasi ke Ekosistem Aviasi Timur Tengah

Selasa, 06 Oktober 2026 | 23:43

34 JPU Disiapkan Hadapi Sidang TPPU Febrie Adriansyah

Selasa, 06 Oktober 2026 | 23:20

Juara Setelah 35 Tahun Menunggu

Selasa, 06 Oktober 2026 | 23:01

Selengkapnya