Berita

Tommy Vietor/ist

Dunia

AS Kecam Pembangunan 3.000 Pemukiman Yahudi di Yerusalem Timur

SABTU, 01 DESEMBER 2012 | 09:46 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Pemerintah Amerika Serikat mengecam rencana pembangunan 3.000 rumah baru bagi pemukiman Yahudi di Yerusalem Timur dan Tepi Barat yang dilakukan oleh Israel.

Amerika Serikat melalui  jurubicara Dewan Keamanan Nasional AS Tommy Vietor menyebut keputusan itu sebagai hal yang kontraproduktif dan akan mempersulit pembukaan kembali perundingan perdamaian kedua belah pihak.

"Kami yakin tindakan ini kontraproduktif dan semakin mempersulit pembukaan kembali negosiasi langsung atau mencapai solusi dua negara," ujar Vietor sebagaimana dikutip AFP (Sabtu, 1/12).


Israel mengungkapkan rencana-rencana pembangunan rumah baru itu hanya berselang sesaat setelah Palestina memperoleh pengakuan sebagai negara pemantau non-anggota di PBB. Beberapa laporan menyebutkan bahwa Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu memutuskan rencana pembangun 3.000 rumah ini sebagai tanggapan atas keberhasilan Palestina di PBB.

Beberapa dari rumah baru itu akan dibangun di E1, sebuah daerah sangat kontroversial di Tepi Barat, yang menghubungkan wilayah caplokan Yerusalem Timur dengan permukiman Maaleh Adumim.

Pihak Palestina menentang keras proyek ini karena akan membelah Tepi Barat menjadi dua bagian, yang akan memperumit pembentukan negara Palestina.[ian]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

KPK: Capres hingga Kepala Daerah Idealnya Tidak Karbitan

Minggu, 26 April 2026 | 17:35

Victor Orban Angkat Kaki dari Parlemen Hongaria, Fokus Benahi Partai

Minggu, 26 April 2026 | 17:18

Menlu Iran Temui Sultan Oman setelah Mediasi di Pakistan Gagal

Minggu, 26 April 2026 | 16:38

Respons Dedi Mulyadi Disindir "Shut Up KDM"

Minggu, 26 April 2026 | 16:37

PAD Retribusi Sampah Bocor Rp20 Miliar, Baunya di Saku Birokrat?

Minggu, 26 April 2026 | 16:01

Beyond Nostalgia ALJIRO Dorong Alumni Berperan untuk SDM

Minggu, 26 April 2026 | 15:50

Tersangka Penembakan Gala Dinner Wartawan Incar Pejabat Trump

Minggu, 26 April 2026 | 15:50

Comeback Sempurna di Bawah Keteduhan Trembesi

Minggu, 26 April 2026 | 15:42

Dua Laksamana Masuk Bursa Kuat KSAL

Minggu, 26 April 2026 | 15:40

Daycare Lakukan Kekerasan Harus Dicabut Izin dan Pelaku Dipenjara

Minggu, 26 April 2026 | 14:57

Selengkapnya