Berita

Eks Jubir Istana: Babak Selanjutnya Setelah Rezim SBY-Boediono Berakhir

KAMIS, 22 NOVEMBER 2012 | 16:27 WIB | LAPORAN: MUHAMMAD Q RUSYDAN

RMOL.  Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mendapat apresiasi setelah menetapkan dua bekas pejabat Bank Indonesia sebagai tersangka dalam kasus bailout Bank Century, meski sudah menyelidiki kasus itu selama hampir tiga tahun.

Aprersiasi itu disampaikan Koordinator Gerakan Indoneisa Bersih Adhie M. Massardie dalam diskusi "Babak Baru Bank Century, Siapa Berikutnya?" di pressroom Nusantara III, Komplek DPR, Senayan, Kamis (22/11).

Lebih lanjut, ia menyatakan, ibarat bermain bola, KPK telah berhasil mencetak 1 gol dengan menyatakan bailout itu menggunakan uang negara dibandingkan Timwas yang melakukan gerakan tanpa bola.

"Opsi C (dalam rapat Paripurna Century) menyatakan ada abuse of power. Setelah ditemukan tersangka, harus dirunut asal mulanya dari Perpu (JPSK). Siapa yang desain dan kenapa hanya untuk Century saja," paparnya lagi.

Menurutnya lagi, setelah ada tersangka, berarti ada penyalahgunaan kekuasaan yang berakibat kerugian negara. "Berati ada kesalahan pemerintahan. Sejak hari pertama SBY-Boediono sudah kehilangan clean and good governance yang tersandera hingga sekarang yang sibuk sama Century, Hambalang dan lain-lain dan tidak melakukan kewajibannya sebagai pemerintah," tandas jurubicara Presiden era Gus Dur ini.

Lebih lanjut lagi, Adhie menyatakan jika akan ada 2 babak dalam kasus Century. "Babak selanjutnya setelah rezim tidak berkuasa. Abraham Samad yang berani melawan tekanan, langkah KPK sangat luar biasa, tersangka langsung deputi, langkah kedua, gubernur, ketiga penandatangan perpu. Itu bisa terjadi setelah ganti rezim," demikian Adhie.[zul]


Populer

10.060 Jemaah Umrah Telah Kembali ke Tanah Air

Kamis, 05 Maret 2026 | 09:09

Rumah Bersejarah di Menteng Berubah Wujud

Sabtu, 07 Maret 2026 | 22:49

Pengacara Terkenal yang Menyita Perhatian Publik

Minggu, 08 Maret 2026 | 11:44

KPK Dikabarkan Gelar OTT di Cilacap Jawa Tengah

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:54

Siapa Berbohong, Fadia Arafiq atau Ahmad Luthfi?

Sabtu, 07 Maret 2026 | 06:42

Bangsa Tak Akan Maju Tanpa Makzulkan Gibran dan Adili Jokowi

Senin, 09 Maret 2026 | 00:13

Fahira Idris Dukung Pelarangan Medsos Buat Anak di Bawah 16 Tahun

Minggu, 08 Maret 2026 | 01:58

UPDATE

Bahaya Tersembunyi Kerikil di Ban Mobil dan Cara Mengatasinya

Sabtu, 14 Maret 2026 | 10:15

PKS: Pemerintah harus Segera Tetapkan Aturan Pembatasan BBM Bersubsidi

Sabtu, 14 Maret 2026 | 10:14

Mengupas Bahaya Air Keras Menyusul Kasus Penyerangan Aktivis KontraS di Jakarta

Sabtu, 14 Maret 2026 | 09:52

Kemenhaj Tegaskan Komitmen Haji Inklusif bagi Lansia dan Disabilitas

Sabtu, 14 Maret 2026 | 09:47

Qatar Kutuk Serangan Brutal Israel di Lebanon

Sabtu, 14 Maret 2026 | 09:23

Harga Minyak Brent Tembus 103 Dolar AS

Sabtu, 14 Maret 2026 | 09:10

AS Kirim Ribuan Marinir ke Timur Tengah, Iran Terancam Invasi Darat

Sabtu, 14 Maret 2026 | 08:41

Wall Street Rontok Menatap Kemungkinan Inflasi Global

Sabtu, 14 Maret 2026 | 08:23

Transformasi Kinerja BUKA: Dari Rugi Menjadi Laba Rp3,14 Triliun di 2025

Sabtu, 14 Maret 2026 | 08:08

Anggaran Pendidikan Diperebutkan, Sistemnya Tak Pernah Dibereskan

Sabtu, 14 Maret 2026 | 07:48

Selengkapnya