Berita

Demo Anti Greenpeace, dari Waria, Vampire sampai Ayam Sayur...

SENIN, 19 NOVEMBER 2012 | 20:13 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

“Cabut Badan Hukum Greenpeace”, “Kemenkum HAM Jangan Banci Libas LSM Asing, “Selamatkan Ekonomi Bubarkan Greenpeace”, dan “RUU Ormas Harus Batasi LSM Asing”.

Begitu antara lain bunyi spanduk yang dibentangkan ratusan demonstran yang mendatangi Kementerian Hukum dan HAM di Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Senin siang tadi (19/11).

Massa yang tergabung dalam Barisan Rakyat Buruh Mahasiswa Ganyang Imperialisme Asing (Bergerak) mendesak Kementerian yang dipimpin Amir Syamsuddin itu segera menindak tegas LSM asing, termasuk Greenpeace, yang terang-terangan melanggar hukum Indonesia

“Kemenkum HAM jangan plin-plan bersikap dan tidak usah menutup-nutupi data yang diminta masyarakat terkait AD/ART, penyandang dana, status hukum dan hak serta kewajiban Greenpeace," ujar Koordinator Bergerak Rudy Gani dalam orasinya.

Rudy mengkritik Menteri Amir Syamsuddin kelihatannya enggan menjawab pertanyaan mengenai status hukum Greenpeace.

Lembaga yang punya kantor pusat di Belanda itu dinilai arogan karena berani mengangkangi hukum Indonesia. Hingga kini Greenpeace tidak mendaftarkan diri di Kesbangpol Kementerian Dalam Negeri. Greenpeace juga telah dilaporkan ke polisi karena diduga menggelapkan dana masyarakat. Selain itu Greenpeace juga menerima dana asing dan menikmati dana judi.

Selain membentangkan poster dan spanduk, demonstran juga menggelar aksi teaterikal yang menampilkan pemeran waria dan vampire untuk menggambarkan sikap pemerintah Indonesia yang lemah dan kelakuan Greenpeace menghisap darah.

Keinginan demonstran bertemu Menteri Hukum dan HAM tidak terpenuhi. Rudy dan kawan-kawannya hanya diterima staf Dirjen Administrasi Hukum Umum (AHU), Rahmat, yang didampingi Kepala Humas Kemenkum HAM Martua Batubara.

Menurut informasi yang dimiliki Rahmat sejauh ini, Greenpeace belum terdaftar di Kemenkum HAM. Meski begitu, Rahmat juga mengatakan akan mengecek kembali informasi yang dia miliki itu.

Adapun Martua Batubara mengatakan, pihaknya akan memberikan jawaban atas pertanyaan yang pernah disampaikan Rudy Cs mengenai status hukum Greenpeace.

Di akhir pertemuan, seorang waria menyerahkan karangan bunga dan dua ekor "ayam sayur" kepada perwakilan Kemenkum HAM yang menggambarkan "kelamin ganda" status hukum Greenpeace dan kelemahan pengawasan terhadap LSM asing.

Di sisi lain, Dirjen AHU Aidir Amin Daud yang dihubungi wartawan, mengaku tidak tahu apakah Greenpeace telah terdaftar atau belum. Meskipun Greenpeace terdaftar, katanya, bukan berarti Greenpeace kebal hukum dan dapat melanggar aturan. KAlau itu yang terjadi, sanksi pasti akan diberikan kepada Greenpeace, termasuk sanksi pembubaran. [dem]

Populer

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Skandal Hibah Daerah, KPK: Rp83 Triliun Rawan Bancakan

Senin, 20 April 2026 | 12:16

Spirit KAA 1955 Bukan Nostalgia tapi Agenda Ekonomi Global Selatan

Senin, 20 April 2026 | 12:05

Keresahan JK soal Ijazah Jokowi Mewakili Rakyat Indonesia

Senin, 20 April 2026 | 12:01

Lusa, Kloter Pertama Jemaah Haji RI Mendarat di Madinah

Senin, 20 April 2026 | 11:55

Harris Bongkar Peran Netanyahu di Balik Keputusan Perang Trump

Senin, 20 April 2026 | 11:43

Emas Antam Merosot, Ini Harga Terbarunya

Senin, 20 April 2026 | 11:27

Amanah Gandeng Kampus dan Pemda Bangun Ekosistem Pemuda

Senin, 20 April 2026 | 11:25

Tangkapan Ikan Sapu-Sapu di Jakarta Tembus 6,98 Ton

Senin, 20 April 2026 | 11:06

Wapres AS Kembali Pimpin Delegasi ke Islamabad untuk Negosiasi Iran

Senin, 20 April 2026 | 10:55

Iran Akui Kapalnya Dibajak AS, Ancam Serangan Balasan

Senin, 20 April 2026 | 10:34

Selengkapnya