Berita

Yoshihiko Noda/ist

Dunia

PM Yoshihiko Noda Siap Bubarkan Parlemen Jepang

JUMAT, 16 NOVEMBER 2012 | 14:48 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Perdana Menteri Jepang Yoshihiko Noda siap membubarkan parlemen. Langkah tersebut untuk mempercepat pemilihan umum yang diagendakan Desember mendatang. Noda, yang berkuasa sejak Agustus 2011, akan menghadapi pemimpin oposisi yang baru terpilih Shinzo Abe dalam pemilu mendatang. Dia mengalami keruntuhan popularitas sejak dia memimpin setahun lalu.

"Parlemen akan dibubarkan, kemudian kabinet akan menentukan jadwal pemilu dan Noda akan menggelar keterangan pers," demikian laporan NHK

Wall Street Journal mencatat tingkat kepercayaan pemilih Jepang menyisakan 20 persen dari 60 persen dukungan publik saat pemilihan 2011 lalu. Berbanding seimbang dari partai oposisi, Partai Demokrat Liberal (LDP) yang menyimpan 25 sampai 30 persen kepercayaan publik. Sementara Partai Abe diperkirakan akan memenangkan mayoritas kursi tetapi pemilihan umum sendiri dipandang tidak akan menghasilkan pemenang mutlak.

Popularitas Noda melorot akibat kebijakan peningkatan pajak penjualan dan penanganan Fukushima pasca bencana. Popularitas Abe, yang seorang mantan perdana menteri, juga tak terlalu bagus. Di lain sisi, sejumlah partai kecil lainnya justru bermunculan, mantan Gubernur Tokyo yang kontroversial Shintaro Ishihara membentuk partai baru, demikian juga mantan pendukung DPJ Ichiro Ozawa. Gubernur Osaka, Toru Hashimoto, juga membentuk partai politik. Inilah indikasi bahwa pemerintahan berikutnya kemungkinan besar terdiri dari koalisi.

Beberapa bulan terakhir Yoshihiko Noda ditekan untuk mempercepat pemilu. Oposisi mengatakan akan mendukungnya dalam UU reformasi pemilihan dan pembiayaan defisit bila Noda melakukannya.

Abe bulan lalu mengunjungi Kuil Yasukuni, menyebabkan kemarahan Cina dan Korea Selatan yang menilai kuil itu sebagai simbol militerisme Jepang masa lalu. Kuil itu dibangun untuk mengenang korban tewas perang Jepang, termasuk mereka yang terlibat dalam kejahatan perang.

LDP pernah berkuasa selama lebih dari 50 tahun berturut-turut tetapi kehilangan kekuasaan dari DPJ di tahun 2009. DPJ menjanjikan lebih banyak mengeluarkan anggaran kesejahteraan dan jaring keamanan sosial yang lebih baik, tetapi berjuang untuk mengatasi penurunan ekonomi serta bencana gempa dan tsunami 11 Maret 2011. DPJ juga mengalami perubahan kepemimpinan internal yang cepat - Noda adalah perdana menteri dari DPJ yang ketiga sejak 2009. [dem]

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

UPDATE

Legislator Nasdem: Bukan Hal Sulit bagi Polri Kejar Spam Judol

Kamis, 02 Juli 2026 | 19:57

Aksi Dramatis Anggota TNI Selamatkan Balita dari Cengkeraman Paman Sakau

Kamis, 02 Juli 2026 | 19:45

Sempat Lolos OTT KPK, Bos PT MSA Fika Nur Alawi Resmi Pakai Rompi Oranye

Kamis, 02 Juli 2026 | 19:35

Lagu ‘Mas Bahlil Ganteng’ Berdampak Positif terhadap Citra Golkar

Kamis, 02 Juli 2026 | 19:10

Cak Imin Pastikan Sekolah Rakyat Sukoharjo Siap Sambut Tahun Ajaran Baru

Kamis, 02 Juli 2026 | 19:07

Telkom Akses Perkuat Kompetensi SDM Digital di Daerah 3T

Kamis, 02 Juli 2026 | 18:48

Aliansi Kontraktor Geruduk Sudin PRKP Jakut Gegara Dugaan Monopoli Proyek

Kamis, 02 Juli 2026 | 18:41

Peresmian Kantor UN Tourism Kukuhkan Spanyol di Garda Terdepan Multilateralisme

Kamis, 02 Juli 2026 | 18:30

Kejagung Endus Dugaan Keterlibatan Kolonel TNI Aktif dalam Korupsi MBG

Kamis, 02 Juli 2026 | 18:25

Baru Tiga Bulan Menjabat, Dirut Pos Indonesia Mundur

Kamis, 02 Juli 2026 | 18:21

Selengkapnya