Berita

kartini sahrir/ist

Politik

Alex Messakh Sekjen Bermasalah!

KAMIS, 15 NOVEMBER 2012 | 18:37 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Kubu Partai Indonesia Baru (PIB) menyampaikan klarifikasi terkait langkah mantan Sekjen Partai PIB Alex Messakh yang mengadukan  Ketua Umum dan Sekjen Partai Kedaulatan Bangsa Indonesia Baru (PKBIB) yakni Yenny Wahid dan Imron Rosyadi Hamid ke Polda Metro Jaya.

Alex mengadukan Yenny dan Imron atas tuduhan pemalsuan surat-surat Partai PIB tertanggal 16 Juli 2012.

Dalam surat klarifikasi dari mantan Ketua Umum PIB  dan  juga Dewan Pembina Nasional  (DPN) PKBIB, Kartini Syahrir  yang diterima redaksi sesaat lalu (Kamis, 15/11) menyebutkan, Alex Messakh adalah Sekjen yang ditunjuk langsung di bawah kepengurusannya. Dalam sejarah berdirinya Partai PIB, Alex Messakh menurut dia,  Sekjen yang paling buruk kinerjanya karena paling banyak menimbulkan masalah bagi kader-kader terbaik dan pengurus Partai PIB di daerah.

Laporan mengenai buruknya penanganan daerah oleh Alex Messakh, diterima Kartini dari begitu banyak pengurus dan kader-kader partai terutama dalam periode 2011-2012. Saat itu Kartini tengah bertugas selaku Duta Besar LBBP RI.

"Kader-kader terbaik Partai PIB yang langsung dididik dan dibesarkan oleh suami saya (alm DR. Sjahrir), dan yang berjuang sejak awal dengan Partai PIB telah dizolimi dan diperlakukan secara sangat tidak manusiawi oleh Alex Messakh," kata Kartimni dalam keterangan tertulisnya, Kamis (15/11).

Selaku ketua umum dan pendiri PIB, Kartini sangat  prihatin dengan sepak terjang yang jauh dari patut dan tidak memberikan teladan bagi kader-kader Partai PIB yang dilakukan Alex.  Atas dasar itu, kata Kartini sesudah Kongres Partai PIB tanggal 12 Juli 2012, dimana Partai PIB berubah nama menjadi PKBIB, Alex Messakh tidak akan dipertahankan lagi sebagai Sekjen. Bahkan yang bersangkutan tidak ditawarkan untuk duduk di pengurusan pusat PKBIB, dan juga tidak sebagai anggota biasa PKBIB.

"Langkah Alex yang mengadukan  Yenny Wahid dan Imron Rosyadi Hamid ke Polda Metro Jaya hanyalah akal-akalan semata yang sekaligus menunjukkan kualitas sifat buruk dari yang bersangkutan: tidak kesatria dan tidak "legowo" menerima fakta bahwa yang bersangkutan tidak diharapkan dan diinginkan menjadi bagian dari Partai PIB dan yang sekarang adalah PKBIB," tuturnya.

"Atas tindakan Alex saya menyampaikan permintaan maaf sedalam-dalamnya kepada Yenny Wahid dan Imron, termasuk kepada kader dan  pengurus Partai PIB yang pernah dizolimi oleh mantan Sekjen Partai PIB," demikian Kartini. [dem]


Populer

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Fuad Hasan Punya Peran Sentral Skandal Korupsi Kuota Haji

Kamis, 09 April 2026 | 16:31

UPDATE

Analis Ungkap 3 Faktor Penentu Reshuffle Kabinet di Era Prabowo Subianto.

Sabtu, 18 April 2026 | 09:43

Harga BBM Non Subsidi Naik, Perrtamax dan Dexlite Nyaris Rp24 Ribu per Liter

Sabtu, 18 April 2026 | 09:18

Menuju Kuartal II-2026: Sektor Furnitur Siap Ambil Alih Kendali Pertumbuhan

Sabtu, 18 April 2026 | 09:08

Harga Emas dan Perak Kompak Menguat di Penutupan Pekan

Sabtu, 18 April 2026 | 08:47

Trump Kembali Kecam NATO, Tegaskan AS Tak Butuh Bantuan di Selat Hormuz

Sabtu, 18 April 2026 | 08:30

Harga Minyak Anjlok setelah Hormuz Dibuka

Sabtu, 18 April 2026 | 08:17

Wall Street Hijau: Nasdaq Terbang Tinggi

Sabtu, 18 April 2026 | 08:03

Sempat Viral, Ini Fakta di Balik Visual Balita pada Kemasan AMDK

Sabtu, 18 April 2026 | 07:55

Bursa Eropa Menghijau Efek Pembukaan Kembali Selat Hormuz

Sabtu, 18 April 2026 | 07:41

Hormuz Dibuka tapi AS Tetap Menekan Iran

Sabtu, 18 April 2026 | 07:18

Selengkapnya