Berita

sby/rmol

Politik

SBY Akan Kunjungi Kamboja dan Pakistan

KAMIS, 15 NOVEMBER 2012 | 15:40 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dijadwalkan akan melakukan rangkaian lawatan ke Kamboja dan Pakistan. Kunjungan akan berlangsung selama  6 hari, yaitu pada 17-23 November 2012. Di Kamboja, SBY bersama Ibu Negara Ani Yudhoyono dan delegasi akan menghadiri KTT ASEAN dan KTT Asia Timur.

"Sedangkan Di Pakistan untuk mengikuti KTT D8 sekaligus kunjungan kenegaraan," terang Staf Khusus Presiden Bidang Hubungan Internasional Teuku Faizasyah seperti dikutif dari presidensby.info, Kamis (15/11).

Menurut Teuku, SBY akan bertolak dari Jakarta pada Sabtu (17/11). Rangkaian KTT ASEAN sendiri dijadwalkan berlangsung pada 18-19 November, di Phnom Penh, ibukota Kamboja. Presiden diagendakan menghadiri sesi pleno dan pertemuan dengan ASEAN Business Advisory Council (ABAC). Selain itu, juga menghadiri ASEAN Plus Three Commemorative Summit.

Pada 20 November, Presiden SBY dijadwalkan mengikuti ASEAN Global Dialogue. Acara ini juga dihadiri, antara lain, Presiden Bank Pembangunan Asia Haruhiko Kuroda, Managing Director IMF Christine Lagarde, Managing Director Bank Dunia Caroline Anstey, Sekjen UNCTAD Supachai Panitchpakdi, dan Dirjen WTO Pascal Lamy. Di sela-sela rangkaian acara KTT ASEAN, SBY juga dijadwalkan melangsungkan pertemuan bilateral, antara lain dengan PM Republik Rakyat Tiongkok Wen Jia Bao.

"Kehadiran Presiden di KTT ASEAN dan rangkaian pertemuan lainnya menegaskan komitmen Indonesia untuk memastikan kesiapan ASEAN dalam mewujudkan Komunitas ASEAN 2015," Teuku Faizasyah menjelaskan.

Pada 21 November, Presiden SBY dan Ibu Ani beserta delegasi melanjutkan kunjungannya ke Pakistan. Di Islamabad, ibukota Pakistan, Presiden SBY akan menghadiri KTT D8. Selain itu, Presiden juga melakukan kunjungan kenegaraan kepada Presiden Pakistan Azif Ali Zardari dan PM Raja Pervaiz Ashraf.

KTT D8 akan berlangsung pada 22 November. D8 adalah kelompok negara-negara berkembang dengan anggota meliputi Bangladesh, Indonesia, Iran, Malaysia, Mesir, Nigeria, Pakistan, dan Turki. KTT akan membahas lima isu prioritas, yakni perdagangan, pertanian dan ketahanan pangan, kerja sama industri dan UKM, transportasi, serta energi dan mineral.

"KTT ini akan memajukan kerja sama yang lebih erat di antara kedelapan negara anggotanya sehingga dapat berkontribusi pada pembangunan nasional masing-masing," ujar Faizasyah.

"Adapun pertemuan bilateral dengan Presiden dan PM Pakistan akan semakin mendorong kerja sama di antara kedua negara, termasuk di bidang-bidang yang menjadi prioritas Indonesia seperti ketahanan pangan," kata Faizasyah. [dem]

Populer

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Fuad Hasan Punya Peran Sentral Skandal Korupsi Kuota Haji

Kamis, 09 April 2026 | 16:31

UPDATE

Analis Ungkap 3 Faktor Penentu Reshuffle Kabinet di Era Prabowo Subianto.

Sabtu, 18 April 2026 | 09:43

Harga BBM Non Subsidi Naik, Perrtamax dan Dexlite Nyaris Rp24 Ribu per Liter

Sabtu, 18 April 2026 | 09:18

Menuju Kuartal II-2026: Sektor Furnitur Siap Ambil Alih Kendali Pertumbuhan

Sabtu, 18 April 2026 | 09:08

Harga Emas dan Perak Kompak Menguat di Penutupan Pekan

Sabtu, 18 April 2026 | 08:47

Trump Kembali Kecam NATO, Tegaskan AS Tak Butuh Bantuan di Selat Hormuz

Sabtu, 18 April 2026 | 08:30

Harga Minyak Anjlok setelah Hormuz Dibuka

Sabtu, 18 April 2026 | 08:17

Wall Street Hijau: Nasdaq Terbang Tinggi

Sabtu, 18 April 2026 | 08:03

Sempat Viral, Ini Fakta di Balik Visual Balita pada Kemasan AMDK

Sabtu, 18 April 2026 | 07:55

Bursa Eropa Menghijau Efek Pembukaan Kembali Selat Hormuz

Sabtu, 18 April 2026 | 07:41

Hormuz Dibuka tapi AS Tetap Menekan Iran

Sabtu, 18 April 2026 | 07:18

Selengkapnya