Berita

Politik

Dirut PT Global Daya Manunggal Dilarang Bepergian ke Luar Negeri

RABU, 14 NOVEMBER 2012 | 15:53 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan pencegahan ke luar negeri terhadap Direktur Utama (Dirut) PT Global Daya Manunggal, Nani Mailana Rusli. Pencegahan itu dilakukan dengan melayangkan surat permohonan kepada Ditjen Imigrasi.

"Kita (KPK) telah melakukan permintaan cegah terkait dengan kasus hambalang Nani Mailana Rusli per tanggal 7 November kemarin,“ ujar Juru Bicara KPK, Johan Budi saat jumpa pers di kantor KPK Kuningan, Jakarta, Rabu (14/11)

PT Global Daya Manunggal merupakan salah satu perusahaan sub kontraktor proyek Hambalang. Sementara kontraktornya, yakni PT Adhi Karya dan PT Wijaya Karya.


Kata Johan, pencegahan tersebut berlaku selama enam bulan kedepan.  Alasan dilakukan pencegahan, tambahnya, agar sewaktu-waktu jika dibutuhkan keterangan Nani sedang tidak berada diluar negeri.

PT Global Daya yang telah dijadikan sub kontraktor proyek Hambalang menuai banyak kecurigaan. Proyek yang menelan dana hingga Rp 1,175 triliun, Kemenpora menggunakan sejumlah perusahaan subkontraktor. Namun, ada dua subkontraktor yang memiliki keanehan sejak awal bergabung dengan Hambalang yakni PT Dutasari Citralaras dan PT Global Daya Manunggal.

Bergabungnya PT Global Daya Manunggal ditengarai memiliki keanehan. Sekretaris Kementerian Pemuda dan Olahraga saat itu, Wafid Muharam mengaku bahwa dirinya pernah didatangi Nanny Ruslie, salah satu utusan PT Global yang meminta agar mereka bisa menjadi sub kontraktor proyek Hambalang.

Wafid pun meminta kepada Paul Nelwan selaku kontraktor proyek untuk mencantumnkan PT Global sebagai salah satu sub kontrak. Permintaan tersebut pun sempat ditolak, namun tanpa alasan jelas tiba tiba PT Global ikut dalam proyek tersebut.

Global pun mendapat jatah pengerjaan gedung serbaguna dan sebagian asrama dengan anggaran sekitar Rp 100 miliar. Menurut subkontraktor Hambalang yang lain, pengerjaan proyek Global terkesan dipaksakan. Sebab pekerjannya dalam hal struktur dan arsitektur masih tergolong umum.

Tidak hanya itu, Muhammad Nazaruddin bahkan menuduh PT Global hanya dipinjam oleh pejabat Kemenpora untuk menggarap Hambalang. [sam]

Populer

Penutupan Alfamart dan Indomaret Jangan Salahkan KDKMP

Kamis, 28 Mei 2026 | 06:00

Raksasa Telekomunikasi Ini Bakal Dibubarkan Danantara

Senin, 25 Mei 2026 | 08:33

PT PMM Keberatan 15 Kontainer Mineral Ekspor Dibongkar Aparat

Minggu, 24 Mei 2026 | 16:43

PT DSI Resmi jadi BUMN dan Siap Buka Rekrutmen

Senin, 25 Mei 2026 | 23:14

Pengacara Blueray Cargo Ragu Amplop Suap Kode 1 Diterima Dirjen Bea Cukai

Selasa, 26 Mei 2026 | 23:19

Jumlah Personel TNI Tidak Masuk Akal

Sabtu, 30 Mei 2026 | 03:36

Keputusan Bisnis Dipidanakan, Nicko Widjaja Tulis Surat dari Rumah Tahanan

Jumat, 22 Mei 2026 | 17:34

UPDATE

PT DSI Fokus Genjot Ekspor 3 Komoditas Ini

Minggu, 31 Mei 2026 | 17:53

Kasus Abu Janda jadi Ujian Polri, Akankah Pilih Kasih?

Minggu, 31 Mei 2026 | 17:32

Nahdliyin DIY Soroti Konflik PBNU dan Arah Organisasi

Minggu, 31 Mei 2026 | 17:10

Prabowo Dijadwalkan Pimpin Upacara Hari Lahir Pancasila Besok

Minggu, 31 Mei 2026 | 17:01

Kedekatan Prabowo dengan Tiga Pemimpin Adidaya Untungkan Indonesia

Minggu, 31 Mei 2026 | 16:43

Kamboja Bebaskan Denda Overstay 5.950 WNI Terjerat Kasus Online Scam

Minggu, 31 Mei 2026 | 16:24

Rekam Jejak Ryamizard Ryacudu: Dari Titisan Darah Militer hingga Kursi Eksekutif

Minggu, 31 Mei 2026 | 16:05

Meski Disidangkan, Kasus LCC Empat Pilar Perlu Pertimbangkan Jalan Damai

Minggu, 31 Mei 2026 | 15:44

Program Bioflok Presiden Prabowo di Karawang Sukses Panen Raya 1,2 Ton Ikan Nila

Minggu, 31 Mei 2026 | 15:34

Warisan Bung Tomo: Lawan Pemimpin yang Tak Berpihak pada Rakyat Kecil!

Minggu, 31 Mei 2026 | 15:26

Selengkapnya