Berita

ilustrasi/ist

Politik

Pembubaran BP Migas Pintu Nasionalisasi Pertambangan

SELASA, 13 NOVEMBER 2012 | 13:22 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Mahkamah Konstitus (MK) mengabulkan uji materi mengenai kedudukan Badan Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas (BP Migas) pada UU 22/2001 tentang Migas. Menurut salah satu penggugat UU tersebut, Adhie Massardi, putusan MK ini merupakan satu langkah untuk bangsa Indonesia mengembalikan kedaulatan.

"Tentu saja ini diharapkan menjadi motor gerakan pengelolaan sumber daya alam (SDA) dengan sepenuhnya oleh bangsa sendiri," kata Adhie kepada Rakyat Merdeka Online, sesaat lalu (Selasa, 13/11).

Menurut Koordinator Gerakan Indonesia Bersih ini, keputusan pembubaran BP Migas juga menjadi tata syarat untuk menasionalisasi pertambangan karena kontrak karya tambang yang merugikan negara saat ini bermula dari keberadaan BP Migas.

"Dengan dibubarkannya BP Migas maka pijakan hukum kontrak karya bisa ditinjau kembali," imbuhnya.

Masalah lain yang perlu disorot dari keputusan MK itu, menurut Adhie, adalah kesiapan pemerintah dalam hal ini Kementerian ESDM mengganti peran BP Migas. Dia melihat, kementerian ESDM tidak siap melaksanakan putusan MK itu.

"Kalau tidak siap segera ngomong, kita bantu karena kita tidak hanya menggugat tapi telah menyiapkan solusi-solusinya," tukas Jurubicara Presdien Abdurrahman Wahid ini. [dem]

Populer

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Fuad Hasan Punya Peran Sentral Skandal Korupsi Kuota Haji

Kamis, 09 April 2026 | 16:31

UPDATE

Analis Ungkap 3 Faktor Penentu Reshuffle Kabinet di Era Prabowo Subianto.

Sabtu, 18 April 2026 | 09:43

Harga BBM Non Subsidi Naik, Perrtamax dan Dexlite Nyaris Rp24 Ribu per Liter

Sabtu, 18 April 2026 | 09:18

Menuju Kuartal II-2026: Sektor Furnitur Siap Ambil Alih Kendali Pertumbuhan

Sabtu, 18 April 2026 | 09:08

Harga Emas dan Perak Kompak Menguat di Penutupan Pekan

Sabtu, 18 April 2026 | 08:47

Trump Kembali Kecam NATO, Tegaskan AS Tak Butuh Bantuan di Selat Hormuz

Sabtu, 18 April 2026 | 08:30

Harga Minyak Anjlok setelah Hormuz Dibuka

Sabtu, 18 April 2026 | 08:17

Wall Street Hijau: Nasdaq Terbang Tinggi

Sabtu, 18 April 2026 | 08:03

Sempat Viral, Ini Fakta di Balik Visual Balita pada Kemasan AMDK

Sabtu, 18 April 2026 | 07:55

Bursa Eropa Menghijau Efek Pembukaan Kembali Selat Hormuz

Sabtu, 18 April 2026 | 07:41

Hormuz Dibuka tapi AS Tetap Menekan Iran

Sabtu, 18 April 2026 | 07:18

Selengkapnya