Berita

Bersamaan dengan Kemenangan Obama, Militer AS Berhasil Membunuh Komandan Al Qaeda

JUMAT, 09 NOVEMBER 2012 | 01:14 WIB | LAPORAN: SHOFFA A FAJRIYAH

Bersamaan dengan kemenangan Barack Obama, militer AS berhasil membunuh Komandan Al Qaeda.

Adalah Adnan Al Qathi, pria yang juga buron atas pemboman kedubes AS di Sanaa pada akhir 2008, yang berhasil ditewaskan semalam (Rabu, 7/11). Ia tewas bersama dua orang pengawalnya, Rabbie Lahib dan Radwan Al Hashidi dalam sebuah operasi serangan pesawat tak berawak yang dilakukan militer AS.

Operasi itu menargetkan kelompok Al Qaeda di pinggiran ibukota Yaman, Sanaa.

Seorang pakar kelompok Islam Sanaa, Abdulrazzak Al Jamal mengatakan, sebelumnya, pesawat tak berawak itu terlihat mengelilingi wilayah Sanaa selama tiga hari terakhir.

"Hal itu saya dapatkan setelah saya menginterogasi beberapa warga, setelah serangan udara itu terjadi," kata Al Jamal, seperti yang dikutip Xinhua (Kamis, 8/11).

Serangan itu terjadi di daerah terpencil sekitar 40 km sebelah tenggara dari Sanaa. Serangan udara tersebut adalah serangan udara kelima oleh pesawat tak berawak AS di Yaman yang menargetkan basis Al Qaeda dalam waktu kurang dari sebulan.

Dalam kurun waktu itu, sekitar 23 anggota Al Qaeda, termasuk komandan senior, Adel al-Abab, tewas.

Amerika Serikat telah meningkatkan serangan pesawat tak berawak sejak Presiden Yaman, Abd-Rabbu Mansour Hadi, berkuasa Februari lalu.[arp]

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

Menteri P2MI Didesak Terbitkan Aturan Transisi SIUKAK-SIP3MI

Selasa, 29 September 2026 | 03:59

Ombudsman Diminta Tindaklanjuti Secara Terbuka Temuan di Lapas Cibinong

Selasa, 29 September 2026 | 03:43

KPK Diminta Periksa Petinggi Summarecon Terkait Aliran Uang ke Pejabat

Selasa, 29 September 2026 | 03:23

28.620 Manajer KDKMP Terima SK, Penempatan Diserahkan ke Agrinas

Selasa, 29 September 2026 | 02:55

Dunia Butuh Penguatan Multilateralisme di Tengah Geopolitik yang Tak Pasti

Selasa, 29 September 2026 | 02:25

PHE Ajak Mahasiswa Kenali Industri Hulu Migas Lewat Upstream Youth Champs 2026

Selasa, 29 September 2026 | 01:56

Polisi Pastikan Bupati Gowa Sitti Husniah Dicekal ke Luar Negeri

Selasa, 29 September 2026 | 01:26

Menhan Sjafrie Serahkan 12 Ranpur Amfibi AAV M-35 Buatan AS ke Marinir

Selasa, 29 September 2026 | 00:47

BEI Buka Short Selling Mulai 1 Oktober, Begini Cara Kerja dan Risikonya

Selasa, 29 September 2026 | 00:20

KPK Diminta Tidak Tebang Pilih Usut Kasus Korupsi Kementerian ATR/BPN

Senin, 28 September 2026 | 23:48

Selengkapnya