Dahlan Iskan
Dahlan Iskan
“Boleh mengeluh karena meÂngeluh baik, tapi jangan berlarut-larut. Intinya rakyat tidak mau tahu. Curhatlah tapi jangan berÂhenti di curhat,†ucap Dahlan saat acara penganuÂgerahan Annual Pertamina QuaÂlity Awards di Kantor Pusat Pertamina, kemarin.
Menurut Dahlan, salah satu senÂjata Pertamina untuk menjadi perusahaan berkelas regional deÂngan memberdayakan anak-anak muda di jajaran pegaÂwainya. Dahlan juga tidak suka mendeÂngar keluhan dan berbagai alasÂan. Yang jelas, Pertamina harus puÂnya kemauan keras untuk maÂju dan berkembang menjadi peÂrusaÂhaÂan berkelas dunia.
Bekas dirut PLN ini pun meÂrasa aneh jika Pertamina tidak biÂsa jadi perusahaan terbesar, apaÂlagi gaji karyawannya terbiÂlang tinggi deÂngan fasilitas bagus. “Apa bangÂganya gaji besar faÂsilitas besar tapi tidak menjadi puÂjaan masyaraÂkat,†sindir Dahlan.
Untuk itu, dia berharap PertaÂmina segera mengubah image deÂÂngan menjadi perusahaan besar yang menguasai regional atau setingkat Asia Tenggara.
Dia juga meminta direksi PerÂtaÂmina agar setiap permaÂsalahan yang dihadapi jangan dilempar ke masyarakat. Apalagi saat ini suÂdah banyak perusahaan migas pesaing yang bermunculan dan memaksa Pertamina meÂningkatÂkan daya saing.
Terkait kinerja BUMN migas itu, KeÂpala BP Migas R Priyono meÂngaÂtakan, Pertamina belum bisa memenuhi target produksi miÂnyak yang ditetapkan dalam Anggaran Pendapatan dan BeÂlanja Negara (APBN).
Saat ini produksi minyak peruÂsahaan pelat merah itu rata-rata 127.602 barel per hari (BPH). Sedangkan dalam APBN PeruÂbahan, proÂduksi minyak PertaÂmiÂna ditargetÂkan 132.000 BPH.
Untuk diketahui, berdasarkan data Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), saat ini Pertamina menguasai 47 persen lapangan minyak dan gas. Namun, produksinya masih di bawah PT Chevron Pacific InÂdonesia dan Total E&P.
Wakil Menteri Energi Dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Rudi Rubiandini meminta PerÂtamina fokus dan memaksimalÂkan produksi minyak dari laÂpangan yang dimilikinya. Dia juga meÂminta BUMN minyak itu tidak bernafsu menguasai lapaÂngan-lapangan minyak dan gas milik perusahaan asing yang konÂtraknya segera habis
“Maksimalkan apa yang ada dulu. Karena untuk produksi miÂnyak saja saat ini Pertamina EP hanya ada di urutan ketiga, di mana produksi migas pada 2013 ditarget hanya sekitar 132,3 ribu barel setara minyak per hari. Itu kalah dibandingkan Total dan Chevron yang hanya memiliki dua wilayah kerja saja,†sentil Rudi.
Hal senada disampaikan DirekÂtur Energy Watch Mamit SetiaÂwan. Dia menyayangkan masih rendahnya produksi minyak PerÂtamina. Menurutnya, perusaÂhaan minyak negara itu harus mengÂgenjot produksi agar target yang ditetapkan bisa terpenuhi.
“Pertamina harus bisa memÂbukÂtikan mampu mengelola dan meÂningkatkan produksi dari laÂpangan yang dimiliki. Jangan mengeluh terus,†kata Mamit.
Namun, Mamit juga mengakui 80 persen sumur yang dikelola perseroan itu termasuk sumur tua.
Vice President Corporate CoÂÂmÂmunication Pertamina Ali MunÂdakir pernah menyamÂpaiÂkan, pihaknya akan terus bekerÂja keras meningkatkan kinerja daÂlam produksi minyak. Dia meÂÂngaÂtakan, meski perseroan meÂnguaÂsai mayoritas lapangan miÂgas, tapi usia sumurnya suÂdah tua sehingga sulit menggenÂjot produksinya.
Kendati begitu, Ali meneÂgasÂkan, pihaknya optimis dapat meÂningkatkan produksi migas di Blok Mahakam jika ditunjuk peÂmerintah untuk menjadi opeÂrator lapangan migas tersebut. PertaÂmina mengklaim telah terbukti bisa meningkatkan proÂduksi migas di Blok ONWJ samÂpai pada kisaran 32.000 barel per hari, terhitung sejak diakuisisi pada tahun 2009 hingÂga saat ini. [Harian Rakyat Merdeka]
Populer
Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36
Jumat, 10 Juli 2026 | 19:04
Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29
Senin, 06 Juli 2026 | 14:49
Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53
Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00
Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14
UPDATE
Rabu, 15 Juli 2026 | 18:05
Rabu, 15 Juli 2026 | 17:38
Rabu, 15 Juli 2026 | 17:36
Rabu, 15 Juli 2026 | 17:23
Rabu, 15 Juli 2026 | 17:16
Rabu, 15 Juli 2026 | 17:08
Rabu, 15 Juli 2026 | 17:00
Rabu, 15 Juli 2026 | 16:51
Rabu, 15 Juli 2026 | 16:48
Rabu, 15 Juli 2026 | 16:47