Berita

Dahlan Iskan

Bisnis

Dahlan: Sudah Digaji Tinggi Pertamina Kok Ngeluh Terus

Kuasai 47% Lapangan Migas Tapi Produksi Masih Di Bawah Chevron
KAMIS, 08 NOVEMBER 2012 | 08:06 WIB

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan meminta PT Pertamina (Persero) tidak banyak mengeluh dan terus bekerja keras untuk bisa bersaing dan menjadi perusahaan besar.

“Boleh mengeluh karena me­ngeluh baik, tapi jangan berlarut-larut. Intinya rakyat tidak mau tahu. Curhatlah tapi jangan ber­henti di curhat,” ucap Dahlan saat acara penganu­gerahan Annual Pertamina Qua­lity Awards di Kantor Pusat Pertamina, kemarin.

Menurut Dahlan, salah satu sen­jata Pertamina untuk menjadi perusahaan berkelas regional de­ngan memberdayakan anak-anak muda di jajaran pega­wainya. Dahlan juga tidak suka mende­ngar keluhan dan berbagai alas­an. Yang jelas, Pertamina harus pu­nya kemauan keras untuk ma­ju dan berkembang menjadi pe­rusa­ha­an berkelas dunia.

Bekas dirut PLN ini pun me­rasa aneh jika Pertamina tidak bi­sa jadi perusahaan terbesar, apa­lagi gaji karyawannya terbi­lang tinggi de­ngan fasilitas bagus. “Apa bang­ganya gaji besar fa­silitas besar tapi tidak menjadi pu­jaan masyara­kat,” sindir Dahlan.

Untuk itu, dia berharap Perta­mina segera mengubah image de­­ngan menjadi perusahaan besar yang menguasai regional atau setingkat Asia Tenggara.

Dia juga meminta direksi Per­ta­mina agar setiap perma­salahan yang dihadapi jangan dilempar ke masyarakat. Apalagi saat ini su­dah banyak perusahaan migas pesaing yang bermunculan dan memaksa Pertamina me­ningkat­kan daya saing.

Terkait kinerja BUMN migas itu, Ke­pala BP Migas R Priyono me­nga­takan, Pertamina belum bisa memenuhi target produksi mi­nyak yang ditetapkan dalam Anggaran Pendapatan dan Be­lanja Negara (APBN).

Saat ini produksi minyak peru­sahaan pelat merah itu rata-rata 127.602 barel per hari (BPH). Sedangkan dalam APBN Peru­bahan, pro­duksi minyak Perta­mi­na ditarget­kan 132.000 BPH.

Untuk diketahui, berdasarkan data Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), saat ini Pertamina menguasai 47 persen lapangan minyak dan gas. Namun, produksinya masih di bawah PT Chevron Pacific In­donesia dan Total E&P.

Wakil Menteri Energi Dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Rudi Rubiandini meminta Per­tamina fokus dan memaksimal­kan produksi minyak dari la­pangan yang dimilikinya. Dia juga me­minta BUMN minyak itu tidak bernafsu menguasai lapa­ngan-lapangan minyak dan gas milik perusahaan asing yang kon­traknya segera habis

“Maksimalkan apa yang ada dulu. Karena untuk produksi mi­nyak saja saat ini Pertamina EP hanya ada di urutan ketiga, di mana produksi migas pada 2013 ditarget hanya sekitar 132,3 ribu barel setara minyak per hari. Itu kalah dibandingkan Total dan Chevron yang hanya memiliki dua wilayah kerja saja,” sentil Rudi.

Hal senada disampaikan Direk­tur Energy Watch Mamit Setia­wan. Dia menyayangkan masih rendahnya produksi minyak Per­tamina. Menurutnya, perusa­haan minyak negara itu harus meng­genjot produksi agar target yang ditetapkan bisa terpenuhi.

“Pertamina harus bisa mem­buk­tikan mampu mengelola dan me­ningkatkan produksi dari la­pangan yang dimiliki. Jangan mengeluh terus,” kata Mamit.

Namun, Mamit juga mengakui 80 persen sumur yang dikelola perseroan itu termasuk sumur tua.

Vice President Corporate Co­­m­munication Pertamina Ali Mun­dakir pernah menyam­pai­kan, pihaknya akan terus beker­ja keras meningkatkan kinerja da­lam produksi minyak. Dia me­­nga­takan, meski perseroan me­ngua­sai mayoritas lapangan mi­gas, tapi usia sumurnya su­dah tua sehingga sulit menggen­jot produksinya.

Kendati begitu, Ali mene­gas­kan, pihaknya optimis dapat me­ningkatkan produksi migas di Blok Mahakam jika ditunjuk pe­merintah untuk menjadi ope­rator lapangan migas tersebut. Perta­mina mengklaim telah terbukti bisa meningkatkan pro­duksi migas di Blok ONWJ sam­pai pada kisaran 32.000 barel per hari, terhitung sejak diakuisisi pada tahun 2009 hing­ga saat ini. [Harian Rakyat Merdeka]



Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

Mapolda Metro Dijaga Ketat

Jumat, 10 Juli 2026 | 19:04

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

UPDATE

Telkom Cegah Kerusakan Terumbu Karang Lewat Program ‘Bisa Biru’

Rabu, 15 Juli 2026 | 18:05

Cak Imin dan Parpol Sahabat Ikut Merumput di Turnamen Minisoccer Harlah PKB

Rabu, 15 Juli 2026 | 17:38

Kebutuhan Dana B50 Capai Rp32,3 Triliun, BPDP Pastikan Kas Aman

Rabu, 15 Juli 2026 | 17:36

Baliho Ulang Tahun Jokowi Disoal, Pengamat Minta PPID Buka Dokumen Perizinan

Rabu, 15 Juli 2026 | 17:23

Kejagung Teken Tiga Sprindik Kasus Eks Jampidsus Febrie Adriansyah

Rabu, 15 Juli 2026 | 17:16

Zulhas Ungkap Dua Fungsi Utama Kopdes Merah Putih, Tegaskan Bukan Supermarket

Rabu, 15 Juli 2026 | 17:08

IHSG Sore Ini Menguat ke 6.041, Rupiah Ditutup Rp18.068 per Dolar AS

Rabu, 15 Juli 2026 | 17:00

Menpar Jamin Setiap Rupiah Anggaran Negara Dikelola Akuntabel

Rabu, 15 Juli 2026 | 16:51

Sentuhan Teknologi Digital Mudahkan Masyarakat Ikuti Gerakan Sedekah Subuh

Rabu, 15 Juli 2026 | 16:48

Curiga Ada Intervensi Jelang Musda Demokrat Aceh, Kader Kirim Surat Terbuka ke AHY

Rabu, 15 Juli 2026 | 16:47

Selengkapnya