Berita

Elizabeth II dan SBY

Ray Rangkuti Heran Kenapa SBY yang oleh Tokoh Agama Disebut Pembohong Justru Dapat Gelar Ksatria dari Inggris

SABTU, 03 NOVEMBER 2012 | 20:21 WIB | LAPORAN:

Klarifikasi pihak Istana bahwa tak ada barter antara pemberian konsesi proyek gas Tangguh Train 3 kepada British Petroleum dengan penerimaan gelar Knight Grand Cross in the Order of Bath dari Ratu Inggris Ratu Elizabeth II kepada Presiden SBY dipastikan akan dianggap angin lalu.

Karena rakyat sudah tidak percaya lagi terhadap pernyataan Istana.

"Sekarang ini orang sudah ngga percaya semua statemen yang keluar dari Istana. Karena sudah beberapa kali yang keluar dari Istana itu kebohongan. (Klarifikasi itu) tidak akan diterima publik," tegas aktivis Ray Rangkuti kepada Rakyat Merdeka Online di Jakarta, Sabtu (3/11).

Lebih lanjut Ray yakin pasti ada kesepakatan dengan Inggris atas gelar ksatria dari kerajaan Inggris tersebut. Namun, yang mengganjal di hati Ray, ksatria semacam apa yang diberikan Ratu Inggris untuk SBY. Pasalnya menurut Ray, SBY gagal di bidang demokraksi dan pluralisme.

"Rakyat Indonesia sendiri tidak merasa SBY ksatria. Di mata rakyat, SBY pecundang. Pemuka agama saja bilang SBY pembohong. Bagaimana pembohong dapat gelar ksatria Inggris," demikian Ray.

Sebelumnya, Staf Khusus Presiden Bidang Ekonomi dan Pembangunan Firmanzah, sebelumnya mengungkapkan, SBY mendapat gelar itu karena dianggap mampu menjaga hubungan bilateral Indonesia-Inggris, proses demokratisasi, dan lingkungan hidup.[zul]


Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

UPDATE

Bakom RI Gandeng Homeless Media Perluas Komunikasi Pemerintah

Kamis, 07 Mei 2026 | 14:17

Bakom Rangkul Homeless Media, Komisi I DPR: Layak Diapresiasi tetapi Tetap Harus Diawasi

Kamis, 07 Mei 2026 | 14:12

Israel Kucurkan Rp126 Triliun demi Pulihkan Citra Global yang Kian Terpuruk

Kamis, 07 Mei 2026 | 14:11

Teguh Santosa: Nuklir Jangan Dijadikan Alat Tawar Politik Global

Kamis, 07 Mei 2026 | 13:55

AS-Iran di Ambang Kesepakatan Damai

Kamis, 07 Mei 2026 | 13:34

LHKPN Prabowo dan Anggota Kabinet Merah Putih Masih Tahap Verifikasi

Kamis, 07 Mei 2026 | 13:22

Apa Itu Homeless Media Dan Mengapa Populer Di Era Digital Saat Ini

Kamis, 07 Mei 2026 | 13:13

Tangguh di Level 7.117, IHSG Menguat 0,36 Persen di Sesi I

Kamis, 07 Mei 2026 | 13:13

China dan Iran Gelar Pertemuan Penting Bahas Situasi Timur Tengah

Kamis, 07 Mei 2026 | 12:46

Industri Film Bisa jadi Sumber Pertumbuhan Ekonomi Baru

Kamis, 07 Mei 2026 | 12:15

Selengkapnya