Berita

Peringatan Sumpah Pemuda Masih jauh dari Substansi

SENIN, 29 OKTOBER 2012 | 00:46 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Peringatan hari Sumpah Pemuda yang banyak dilaksanakan pada hari Minggu (28/10) belum mampu menyentuh substansi isi Sumpah Pemuda sesuai tantangan jamannya. Masih banyak terjebak pada kegiatan seremonial belaka hanya untuk membangun eksistensi masing-masing kelompok.

"Semestinya para pemuda harus mampu mengidentifikasi problematik bangsa, negara serta harapan kaum muda itu sendiri kedepan. Lemahnya perumusan itu, membuat upaya membuat sejarah baru guna menyempurnakan Sumpah Pemuda seperti yang dilakukan para pemuda 1928, tidak tercapai," tegas Presiden LIRA (Lumbung Informasi Rakyat), HM. Jusuf Rizal.

Menurut Jusuf Rizal, pemuda saat ini sangat lemah dalam membaca trend, dinamika dan paradigma. Atau daya visionernya bisa dikatakan masih kurang. Karena itu mereka belum mampu merumuskan apa yang menjadi musuh bersama masa kini di abad millenium ini. Beda dengan tahun 1928 dimana pemuda pada saat itu menjadikan kolonialisme dan semangat persatuan dan kesatuan yang sangat lemah, menjadi tantangan atau musuh utama.

Dalam pandangannya semangat Satu Nusa, Satu Bangsa dan Satu Bahasa sudah mulai luntur. Sudah ada perpecahan antar pemuda dan kelompok yang mengarah pada retaknya Semangat Persatuan dan Kesatuan. Kebersamaan dalam keberagaman (Bhinneka Tunggal Ika) mulai terkikis, baik karena faktor ekonomi, agama, budaya dan politik.

"Lihat saja dimana-mana antarpemuda saling tawur dan bunuh. Suku satu dengan suku lain saling bentrok. Agama satu dengan agama lain saling serang. Padahal itu yang dulu dihindari kaum muda, maka mereka bersumpah agar Indonesia tidak retak. Pemuda dulu memahami bahwa kebesaran bangsa Indonesia, bukan karena homogenitasnya, tapi karena heterogenitasnya," tegas Jusuf Rizal sang penggagas Gong Gerakan Miskinkan dan Hukum Mati Koruptor ini.

Rasa nasionalisme itupun mulai luntur. Para pengusaha, politikus, eksekutif, legislatif, yudikatif dan kaum muda berlomba-lomba "menjarah" kekayaan negara. Mereka tidak lagi memikirkan bagaimana bangsa ini bisa pecah karena Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN). Bagaimana rakyat makin miskin dan yang kaya makin serakah. Itu bentuk nyata lunturnya samangat memiliki (Sense of Belonging).

Jadi semestinya Sumpah Pemuda ini bisa mengangkat lunturnya semangat nasionalisme sebagai isu. Perangi korupsi, pengangguran, mengambalikan sumber daya alam untuk kesejahteraan rakyat sesuai UUD 145 Pasal 33, pendidikan, membangun patriotneurship (pengusaha pejuang), dan lain-lain, tegasnya.

Jusuf Rizal berharap agar organisasi kepemudaan ke depan bisa membangun sinergi untuk terus mengangkat isu-isu kuat guna merevitalisasi Sumpah Pemuda. Kepada pemerintah hendaknya bisa membina lebih baik lagi para pemuda, sebab dengan tersangkutnya Menpora Andi Mallarangeng dalam dugaan berbagai kasus korupsi, membuat wibawa Kemenpora menjadi rendah dan lemah.[zul]

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Suyudi Pede Gusur Puluhan Pati-Pamen Loyalis Listyo

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:09

Ibunda Meninggal Dunia, Ferdy Sambo Tak Hadiri Pemakaman

Senin, 28 September 2026 | 15:41

UPDATE

Hotel Bumi Wiyata Komitmen Penuhi Hak 104 Pekerja Sesuai Ketentuan

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:31

Sinopsis Reawakened Man, Kisah Pemuda yang Hidup Kembali Setiap 3 Hari

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:23

KPK Telusuri Dugaan Aliran Uang Kasus ATR/BPN ke Muktamar NU

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

Komisi II Didorong Bentuk Pansus untuk Tindaklanjuti Putusan MK Terkait Gibran

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:19

Lionel Messi Pensiun dari Timnas Argentina, Ini Daftar Trofi dan Prestasinya

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:10

Kemenkop Buka Suara soal Mekanisme Pembayaran Gaji ASN Lewat Koperasi

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:02

8 Bantuan Pemerintah untuk Masyarakat hingga Akhir 2026, Ada BSU hingga Beras 30 Kg

Kamis, 08 Oktober 2026 | 17:48

Mantan Kacab Jasindo Dipanggil KPK di Kasus Pencairan Komisi Fiktif PT Pelni

Kamis, 08 Oktober 2026 | 17:46

Deretan Pengusaha Rokok Kembali Diperiksa KPK di Kasus Bea Cukai

Kamis, 08 Oktober 2026 | 17:35

Selengkapnya