Berita

Brigjen Boy Rafli Amar

Wawancara

Brigjen Boy Rafli Amar: Tersangka Kasus Simulator SIM Ditahan Sampai 31 Oktober 2012

JUMAT, 26 OKTOBER 2012 | 08:52 WIB

Para tersangka kasus Simulator SIM  yang sebelumnya ditangani Polri tetap ditahan sampai batas waktu penahanan selesai.

Demikian disampaikan Kepa­la Biro Penerangan Masyarakat Di­visi Humas Polri, Brigjen Boy Rafli Amar, kepada Rakyat Mer­deka, kemarin.

“Pihak KPK tidak meng­ingin­kan menerima tersangka, sehing­ga para tersangka itu masih men­jalaninya sampai batas waktu yang ditetapkan,” paparnya.

Seperti diketahui, dalam surat yang dikirimkan Mabes Polri ke­­pa­­da KPK, lima tersangka yang di­te­­tapkan Polri, yakni Brig­jen Di­dik ­Poernomo, AKBP Teddy Rus­ma­­­wan, Kompol Legi­mo, Su­kotjo Bam­ bang, dan Busi San­­to­so, di­so­dor­­kan seluruhnya untuk disidik KPK.

Ini berarti penanganan kasus Si­mulator SIM sudah sepe­nuh­nya di KPK sesuai dengan pidato Pre­siden SBY beberapa waktu lalu.

Boy Rafli Amar selanjutnya mengatakan, masa penanganan tersangka itu berakhir 31 Oktober 2012. Sejak itu nanti dibebaskan. Sebab, Polri tidak lagi melakukan penyidikan terhadap mereka.

Berikut kutipan selengkapnya:

Benar tersangkanya masih ditahan?

Tersangka masih ada kok. Tapi Polri tidak lagi melakukan kegia­tan penyidikan terhadap semua yang telah ditetapkan tersangka oleh penyidik Polri. Insya Allah kalau ti­dak ada ha­langan tanggal 31 Ok­tober ini su­dah berakhir pena­ha­nan­nya. Se­lanjutnya terserah KPK.

Polri tidak melakukan peng­hen­tian penyidikan sebagaimana di­atur pa­sal 109 ayat 2. Polri tidak me­ner­bitkan SP3. Sekali lagi, Pol­ri hanya tidak lagi melakukan pe­nyi­di­kan kasus dugaan korupsi simulator.

Apa semua berkas penyidi­kan Polri diserahkan ke KPK ?

Begini ya, yang jelas saat ini di­kabarkan bahwa penyidik Ba­reskrim Polri tidak lagi menyidik kasus Simulator SIM. Tidak ada lagi tentang penyidikan tentang ka­­­sus itu di Polri. Kami siap mem­­be­rikan ban­tuan termasuk mem­berikan se­mua informasi pada pemerik­saan para tersangka itu.

Kenapa tidak diserahkan saja hasil penyidikannya?

Makanya diberitahukan jika pihak dari KPK membutuhkan data-data yang sudah kita peroleh akan diberikan.

Kenapa harus ada permin­taan?

Memang seperti itu. Tapi pa­da dasarnya Polri dengan po­tensi yang dimiliki siap jika di­minta.

Apa KPK sudah hasil penyi­di­kan itu?

Belum dengar ada yang minta. Yang dapat saya informasikan sekarang semua mengenai kasus itu tidak ada lagi di kepolisian, semuanya sudah ada di KPK.

Berarti KPK mulai dari nol lagi dong?

Saya tidak tahu itu. Kalau ada pertanyaan mengenai progres kasus Simulator SIM kami minta maaf, mohon  ditanyakan secara langsung kepada KPK.  

Sebab, penyidikan sudah tidak lagi dilakukan di kepolisian. Ka­mi tidak ikut-ikutan lagi. Sudah di­serahkan ke KPK. Ini kan se­suai dengan pidato Presiden wak­tu itu. Kami selalu konsisten men­jalani tugas sebagai penegak hukum. [Harian Rakyat Merdeka]


Populer

KPK Dikabarkan Gelar OTT di Cilacap Jawa Tengah

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:54

Anggaran Pendidikan Diperebutkan, Sistemnya Tak Pernah Dibereskan

Sabtu, 14 Maret 2026 | 07:48

Rismon Ajukan RJ Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Dokter Tifa: Perjuangan Memang Berat

Kamis, 12 Maret 2026 | 03:14

Memalukan! Rismon Ajukan Restorative Justice

Kamis, 12 Maret 2026 | 02:07

Pemudik Sebaiknya Perhatikan Enam Pesan Ini

Minggu, 15 Maret 2026 | 03:11

Relawan Jokowi: Rismon Sianipar Pengecut!

Jumat, 13 Maret 2026 | 01:05

Rismon Dituding Bohong soal Ijazah Jokowi

Minggu, 15 Maret 2026 | 05:04

UPDATE

Transaksi Jakarta Melonjak Triliunan Selama Ramadan

Minggu, 22 Maret 2026 | 08:18

Pengiriman Pasukan ke Gaza Harus Lewat Mekanisme PBB

Minggu, 22 Maret 2026 | 07:51

Lapangan Banteng Disiapkan Jadi Lokasi Halalbihalal Warga Jakarta

Minggu, 22 Maret 2026 | 07:09

Ekspor Ikan RI dari Januari Hingga Lebaran 2026 Capai Rp16,7 Triliun

Minggu, 22 Maret 2026 | 06:51

Mengulas Kisah Leluhur Nabi Muhammad

Minggu, 22 Maret 2026 | 06:27

Gema Takbir Idulfitri Ubah Nuansa Angker Lawang Sewu

Minggu, 22 Maret 2026 | 05:59

TNI dan Gapoktan Songsong Asta Cita Lewat Panen Raya di Merauke

Minggu, 22 Maret 2026 | 05:45

Kerajaan Nusantara dan Cadangan Devisa Emas

Minggu, 22 Maret 2026 | 05:17

Kemnaker Perluas Akses Pelatihan Vokasi Nasional 2026

Minggu, 22 Maret 2026 | 04:58

Darurat Keselamatan Maritim

Minggu, 22 Maret 2026 | 04:28

Selengkapnya