Berita

ilustrasi/ist

Bisnis

Awas, Pasar Ekspor Kertas RI Dirusak Perusahaan Amerika

Kemendag Segera Undang Walt Disney Company
KAMIS, 25 OKTOBER 2012 | 08:18 WIB

.Pasar ekspor kertas asal Indonesia diperkirakan goyang menyusul penolakan dari Walt Disney Company Amerika Serikat. Kemendag segera bersikap.

Direktur Eksekutif Asosiasi Pulp And Kertas Indonesia (AP­KI) Liana Bratasida mene­gas­kan, tuduhan yang dilontarkan oleh beberapa perusahaan luar ne­geri seperti Disney perlu di­buk­­tikan. Jika tidak, pihak­nya meya­kini, penolakan dari sa­lah satu peru­sahaan asal Negeri Paman Sam ini hanya sekedar merusak pasar ekspor kertas Indonesia.

“Ini bagian dari persaingan glo­bal yang terus meningkat. Di ne­gara tujuan ekspor, berupaya me­lindungi produksi dalam nege­ri­nya sehingga mereka melaku­kan ber­bagai cara untuk me­ngurangi ke­tergantungan impor, termasuk pro­duk dari Indonesia,” jelasnya.

Sebelumnya, delapan peru­sa­haan Jepang juga mengajukan duga­an praktik dumping tersebut. Ada­pun perusahaannya adalah Nip­pon Paper Industries Co.Ltd, Nip­­pon Daishowa Paperboard Co.Ltd, Oji Paper Co.Ltd, Oji Speciality Paper Co.Ltd, Daio Paper Corporation, Hokuetsu Kishu Paper Co.Ltd, Mitsubishi Paper Mills Limited, dan Maru­sumi Paper Co.Ltd.

Mereka mengajukan keluhan dan permintaan penyelidikan yang ditujukan hanya kepada In­donesia. Dalam proses penye­lidikan tersebut, pihak Jepang me­ngajukan daftar pertanyaan yang harus diisi 11 perusa­haan kertas Indonesia.

Ke-11 perusahaan itu adalah PT Indah Kiat Pulp and Paper Tbk, PT Kertas Basuki Rachmat Indo­nesia Tbk, PT Kertas Leces (Persero), PT Lontar Papyrus Pulp and Paper Industry, PT Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk, PT Parisindo Pratama, PT Pindo Deli Pulp and Paper Mills, PT Riau Andalan Kertas, PT Riau An­dalan Pulp and Paper, PT Su­parma tbk,  PT Surabaya Agung Industri Pulp and Paper Tbk.

Sementara Disney me­ngu­mum­kan penolakannya untuk menggunakan kertas dan serat yang terkait dengan perusakan hutan dan kekerasan hak asasi manusia (HAM). Kertas dan serat itu berasal dari negara mana pun di dunia, termasuk Indonesia.

Kebijakan Walt Disney, yang juga menjadi penerbit buku dan majalah anak terbesar di dunia ini, diperkirakan berdampak pada hampir 25 ribu pabrik di 100 ne­gara, termasuk 10 ribu pabrik di China. “Kebijakan soal kertas ini adalah contoh bagai­ma­na Disney mengembangkan bisnis secara bertanggung jawab pada lingku­ngan dan sosial,” ujar Wakil Pre­siden Senior Disney bidang Kon­servasi, Lingkungan dan Kewar­ga­negaraan Perusa­ha­an Beth Stevens seperti dikutip Environ­ment News Service.

Aliansi Maha­siswa Tolak LS­M Asing (Lembaga Swadaya Ma­syarakat) menge­cam keras se­ruan boikot produk hutan Indo­nesia yang dilakukan oleh Green­peace. Aliansi maha­siswa ini menegas­kan, guna me­nye­lamatkan per­eko­nomian In­do­nesia dari pen­jajahan gaya ba­ru, ratusan bah­kan ribuan mas­sa akan meng­usir paksa Green­pea­ce dan LSM asing dari In­donesia.

“Pemerintah terlalu si­buk jadi tidak sempat menindak tegas LSM asing antek penja­jahan gaya baru, maka kami akan menge­rahkan ribuan massa untuk me­ngu­sir paksa LSM asing Green­peace dan antek-anteknya dari Bu­mi Per­tiwi,” ancam Koor­di­­nator Tim Aliansi Mahasiswa To­lak LSM Asing Rudy Gani, ke­marin.

Menanggapi penolakan ter­sebut, Wakil Menteri Per­da­gang­an Bayu Krisnamurti berjanji akan segera mengundang Walt Dis­ney. Perusahaan ini akan di­ajak untuk melihat proses pro­duksi kertas di Indonesia.

“Ba­gaimana pun tudingan ini harus disikapi secara serius,” ce­tusnya. [Harian Rakyat Merdeka]


Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

Mapolda Metro Dijaga Ketat

Jumat, 10 Juli 2026 | 19:04

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

UPDATE

Telkom Cegah Kerusakan Terumbu Karang Lewat Program ‘Bisa Biru’

Rabu, 15 Juli 2026 | 18:05

Cak Imin dan Parpol Sahabat Ikut Merumput di Turnamen Minisoccer Harlah PKB

Rabu, 15 Juli 2026 | 17:38

Kebutuhan Dana B50 Capai Rp32,3 Triliun, BPDP Pastikan Kas Aman

Rabu, 15 Juli 2026 | 17:36

Baliho Ulang Tahun Jokowi Disoal, Pengamat Minta PPID Buka Dokumen Perizinan

Rabu, 15 Juli 2026 | 17:23

Kejagung Teken Tiga Sprindik Kasus Eks Jampidsus Febrie Adriansyah

Rabu, 15 Juli 2026 | 17:16

Zulhas Ungkap Dua Fungsi Utama Kopdes Merah Putih, Tegaskan Bukan Supermarket

Rabu, 15 Juli 2026 | 17:08

IHSG Sore Ini Menguat ke 6.041, Rupiah Ditutup Rp18.068 per Dolar AS

Rabu, 15 Juli 2026 | 17:00

Menpar Jamin Setiap Rupiah Anggaran Negara Dikelola Akuntabel

Rabu, 15 Juli 2026 | 16:51

Sentuhan Teknologi Digital Mudahkan Masyarakat Ikuti Gerakan Sedekah Subuh

Rabu, 15 Juli 2026 | 16:48

Curiga Ada Intervensi Jelang Musda Demokrat Aceh, Kader Kirim Surat Terbuka ke AHY

Rabu, 15 Juli 2026 | 16:47

Selengkapnya