ilustrasi/ist
ilustrasi/ist
Ketua Umum Asosiasi PenguÂsaha Indonesia (Apindo) Sofjan Wanandi mengaku, para penguÂsaha keberatan dengan keÂbijakan pemerintah menaikkan TDL. MeÂnuÂrutnya, kenaikan lisÂtrik 15 perÂsen justru bakal meÂningÂkatÂkan impor barang jadi.
“Karena produk yang dihasilÂkan oleh para pengusaha dalam negeri kurang memiliki daya saing dan memicu penuruÂnan kinerja perusahaan,†ujar Sofjan di Jakarta, kemarin.
Dari kalkulasi pelaku usaha, terangnya, kenaikan TDL sampai 15 persen untuk menghemat subÂsidi Rp 14,89 triliun sama artinya dengan hanya menaikkan tarif lisÂtrik industri. Berdasarkan perÂhiÂtungan, kenaikan 15 persen untuk menghemat subsidi Rp 14,89 triliun berarti hanya akan meÂnaikkan tarif listrik industri.
“Tanpa dipusingkan kenaikan TDL, industri nasional sudah terÂanÂÂcam oleh serbuan produk imÂpor. Lama-lama, semakin baÂnyak perdagangan di pasar doÂmestik yang mengutamakan imÂpor,†kata Bos Gemala Group ini.
Jika peÂmerintah menaikkan TDL, Sofjan mengancam, akan maÂkin banyak pengusaha yang menjadi pedagang daripada menÂjadi produsen. Dampak lainÂnya adalah makin banyak peruÂsahaan yang akan menggunakan jasa pegawai atau sumber daya mÂanusia (SDM) outsourcing.
“Hal ini semata-mata demi efiÂsiensi,†Cetus Sofjan.
Asosiasi PengeÂlola Pusat BeÂlanja Indonesia (APPBI) juga menolak tegas keÂbijakan pemeÂrintah untuk meÂnaikÂkan TDL. Hal itu dinilai akan berdampak besar tidak hanya terÂhadap peÂngelola mall ataupun pengusaha, tetapi juga konsumen.
Ketua Umum APPBI Stefanus Ridwan mengatakan, rencana keÂÂnaikan TDL selain akan meÂriÂsauÂkan para pengusaha, juga berÂpoÂtensi menimbulkan damÂpak besar bagi pelaku ekoÂnomi, terÂmasuk masyarakat itu sendiri.
“Saya kira mereka (asosiasi peÂngusaha-red) akan risau dengan keÂnaikan TDL. Saya kira dampakÂnya tidak akan keÂcil,†ujar StefaÂnus daÂlam jumpa pers, keÂmarin.
Dia menambahkan, kebijakan rencana kenaikan TTL tersebut meÂrupakan keputusan yang tidak populis. “Sebaiknya kenaikan TDL dan penggolongan tarif ini dipelajari benar. Ini bukan kepuÂtusan populis yang sebenarnya menyengsarakan rakyat,†tandas bos Pakuwon Jati Group ini.
Sebelumnya, sejumlah asosiasi yang tergabung dalam Forum KoÂÂmunikasi Asosiasi Nasional (Forkan) menolak kenaikan TDL sebesar 15 persen pada tahun deÂpan. Forkan beralasan, keÂnaiÂkan TDL menyebabkan biaya proÂdukÂÂsi melonjak dan menyeÂbabkan daya saing produk lokal turun.
Forum tersebut terdiri dari AsoÂÂsiasi Pemilik Merek Lokal IndoÂnesia (AMIN), Gabungan PenguÂsaha Makanan dan MinuÂman SeÂluruh Indonesia (Gapmmi), GaÂbungan ElektroÂnika (Gabel), AsoÂsiasi PertekstiÂlan Indonesia (API), Asosiasi MeÂbel Indonesia (AsÂmindo), The Indonesian Iron and Steel IndusÂtry Associations (IISIA), Asosiasi Industri Sarung Tangan Karet Industri, Asosiasi Kaca LemÂbaÂran dan Pengaman (AKLP), AsoÂsiasi Industri KeÂmaÂsan, Asosiasi Persepatuan InÂdoÂnesia (ApriÂsindo), Asosiasi PengÂusaha IndoÂnesia (Apindo), serta Forum Industri Pengguna Gula (FIPG).
Sekjen Gapmmi Franky SibaÂrani mengatakan, industri makaÂnan dan minuman terus mengaÂlami tekanan selama tahun ini, mulai dari kenaikan harga bahan baku seperti gandum, kedelai dan gula. Selain itu, ada kenaikan upah minimum regional (UMR) lebih dari 20-26 persen di wilaÂyah BanÂten, kenaikan harga gas inÂdustri sekitar 35 persen per SepÂÂtember 2012 dan 15 persen paÂda awal ApÂril 2013.
“Belum lagi masalah lama yang memberatkan industri maÂkanan dan minuman belum teraÂtasi, yakni bunga bank yang tingÂgi, biaya logistik yang mahal, pungÂli (pungutan liar) dan infraÂstrukÂtur yang buruk,†keluhnya.
Seperti diketahui, pemerintah dan Badan Anggaran DPR telah sepakat akan menaikkan TDL sebesar 15 persen di tahun deÂpan. Imbal baliknya, pemerintah akan menyediakan infraÂstruktur lebih baik. Menteri Keuangan Agus Martowardojo mengaku, telah melaÂkukan perbaikan pengÂaloÂkasian komposisi anggaÂran pada RAPBN 2013 secara lebih baik. [Harian Rakyat Merdeka]
Populer
Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36
Jumat, 10 Juli 2026 | 19:04
Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29
Senin, 06 Juli 2026 | 14:49
Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53
Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00
Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14
UPDATE
Rabu, 15 Juli 2026 | 18:05
Rabu, 15 Juli 2026 | 17:38
Rabu, 15 Juli 2026 | 17:36
Rabu, 15 Juli 2026 | 17:23
Rabu, 15 Juli 2026 | 17:16
Rabu, 15 Juli 2026 | 17:08
Rabu, 15 Juli 2026 | 17:00
Rabu, 15 Juli 2026 | 16:51
Rabu, 15 Juli 2026 | 16:48
Rabu, 15 Juli 2026 | 16:47