ilustrasi/ist
ilustrasi/ist
Di tengah merosotnya konÂdisi ekonomi dunia, iklim invesÂtasi di Indonesia justru terus meÂnunÂjukkan trend positif. Hal itu ditunÂjukkan dari data Realisasi InvesÂtasi kuartal III (Q3/2012) di Indonesia yang mencapai 81,8 triÂliun. Naik 25,1 persen dibanÂding periode tahun lalu.
Kepada Badan Koordinasi peÂnanaman Modal (BKPM) Chatib Basri menuturkan, invesÂtasi PeÂnanaman Modal Asing (PMA) menÂcapai Rp 56,6 triliun. SeÂdangÂÂkan untuk Penanaman MoÂdal Dalam Negeri (PMDN) seÂbeÂsar Rp 25,2 triliun. Pada kuartal tiga naik sebesar 6,4 persen.
SeÂmentara realisasi investasi periode Januari-SepÂtemÂber 2012, secara kumulatif menÂcapai Rp 229,9 triliun. PencaÂpaian terseÂbut meningkat 25 persen dibanÂding periode yang sama tahun lalu yang hanya menÂcapai Rp 181 triÂliun.
Menurut bekas ekonom UI ini, capaian investasi triwulan ini record high (rekor tinggi), baik seÂcara triwulan maupun secara kumulatif Januari-September.
“Jadi ini record terbesar sepanÂjang sejarah. Ini adalah (capaian realisasi investasi) yang terbesar yang pernah dicapai oleh IndoneÂsia,†katanya kepada wartawan di kantor BKPM Jakarta, kemarin.
Dikatakan Chatib, realisasi inÂvestasi di luar Jawa juga terus meÂningkat mencapai Rp 24,3 triÂliun atau naik 37,2 persen diÂbanÂding kuartal sebelumnya. SeÂmetara priode Januari-SepÂtemÂber investasi di luar Jawa meÂningkat menjadi Rp 107 triliun atau naik 46,5 persen dibanding periode yang sama tahun lalu.
Sektor tertinggi adalah industri mineral non logam yang mencaÂpai Rp 5,9 triliun, lalu industri makanan Rp 4,6 triliun, industri tekstil, tanaman pangan dan perÂkeÂbunan, serta konstruksi.
Untuk lokasi favorit investasi, menurut dia, Jawa masih tujuan utama investor. Disusul Jawa BaÂrat dan Jawa Timur bagi inÂvestor lokal. Nilai investasinya di Jabar mencapai Rp 6,7 triliun, Jatim Rp 5,2 triliun.
Untuk itu, pihaknya ini mematok target Investasi sampai akhir tahun sebesar Rp 300 triÂliun. Sebab, reaÂliÂÂsasi PMA dan PMDN periode Januari hingga September 2012 telah mencapai 229,9 triliun atau setara 81,8 persen dari target inÂvestasi tahun ini. Melihat perÂkemÂbangan itu, dia Âmakin yaÂkin bisa sampai pada target tersebut.
“Insya Allah deÂngan segala yang kami lakukan, akhir tahun ini investasi bisa temÂbus sampai tiga ratus triliun,†katanya pede (percaya diri).
Anggota Komisi VI DPR Ferrari Romawi menyatakan, tarÂget investasi Rp 300 triliun biÂsa saja dicapai. AsalÂkan, investor yang sudah ada di-maintenance (dikelola) leÂbih baik lagi.
“Kalau mau beÂnar-benar terÂcapai, investor yang suÂdah maÂsuk sampai saat ini harus di-follow up lagi. Biar meÂreka tidak kabur, karena investor baru tidak mungÂkin masuk pada akhir taÂhun.†cetus Ferrari kepada Rakyat MerÂdeka, kemarin.
Menurutnya, minat investasi di Indonesia cukup tinggi. Dunia inÂternasional pun sudah menaruh kepercayaan kepada iklim invesÂtasi di Indonesia. Untuk itu, inÂvesÂtasi perlu terus ditambah. Dia meminta kepada BKPM harus lebih gesit lagi untuk merealiÂsaÂsikan targetnya. Selain itu, juga harus inisiatif dan jemput bola kepada para investor. [Harian Rakyat Merdeka]
Populer
Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36
Jumat, 10 Juli 2026 | 19:04
Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29
Senin, 06 Juli 2026 | 14:49
Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53
Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00
Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14
UPDATE
Rabu, 15 Juli 2026 | 18:05
Rabu, 15 Juli 2026 | 17:38
Rabu, 15 Juli 2026 | 17:36
Rabu, 15 Juli 2026 | 17:23
Rabu, 15 Juli 2026 | 17:16
Rabu, 15 Juli 2026 | 17:08
Rabu, 15 Juli 2026 | 17:00
Rabu, 15 Juli 2026 | 16:51
Rabu, 15 Juli 2026 | 16:48
Rabu, 15 Juli 2026 | 16:47