Berita

ilustrasi, blok mahakam

Bisnis

Penguasa Blok Migas Mahakam Lagi Digodok

Pertamina Diiming-imingi Saham Minimal 51 Persen
SELASA, 23 OKTOBER 2012 | 08:25 WIB

.Kementerian Energi dan Sum­ber Daya Mineral (ESDM) memberikan angin segar Perta­mina dalam peluang mendapat­kan hak pengelolaan Blok Maha­kam yang akan habis 2017.

“Di 2017 semua barang yang ada di situ akan menjadi milik negara. Ka­rena Pertamina milik negara, me­menuhi atau tidak, Pertamina ha­rus diberikan kekuasaan untuk mengelola blok tersebut,” kata Wa­­­kil Menteri ESDM Rudi Ru­bian­dini saat ditemui di Ge­dung DPR, Senayan, Jakarta, kemarin.

Namun, lanjut Rudi, Perta­mina tidak bisa sendiri mengelola blok tersebut sendiri. Pertamina tetap harus mengandeng mitra lain, ter­masuk BUMD dan Kon­traktor Kontrak Kerja Sama (KK­KS).

“Saat ini penguasaan pe­ngelo­laan blok Mahakam ma­sih digo­dok, minimal Pertamina men­da­pat 51 persen penguasaan, tetapi masih digodok lagi 51-71 per­sen yang didalamnya ada juga mem­berikan pengelolaan bagi BUMN. Sedangkan untuk 30 per­­sen lagi diberikan kepada  Total dan Inpex,” beber Rudi.

Bekas Wakil Pre­­siden Jusuf Kalla (JK) dan Menteri BUMN Dahlan Iskan juga se­tuju ladang gas Blok Ma­hakam untuk Per­tamina.

“Hati kecil saya, harus 100 per­sen masuk Per­­tamina ladang gas Blok Ma­hakam yang akan ber­akhir kon­trak asingnya tahun 2017. Tetapi keputusan kontrak tersebut bukan di tangan saya,” ujar Dahlan di Makassar, Ming­gu (21/10).

JK yang lebih dahulu menjadi pembicara menyatakan, setuju Pertamina ambil alih Blok Maha­kam dan kontrak tidak perlu di­per­­panjang, sebab tenaga ahli kita dalam perusahaan asing itu ba­nyak. Sedangkan tenaga ahli asing jumlah­nya sedikit, sehingga Per­tamina pasti bisa mengelola­nya dengan baik.

“Tidak sulit menge­lola Blok Ma­­hakam, sebab tinggal dilanjut­kan. Bukan investasi awal,” ujar­nya.

Ketua Umum Asosiasi Doktor Ekonomi In­donesia (ADEI) Prof Dr H Muh Asdar mengatakan, Blok Mahakam merupakan salah satu ladang gas terbesar di Indo­nesia dengan rata-rata produksi 2.200 juta kaki kubik per-hari.

Ca­dangan blok ini sekitar 27 triliun cubic feet (tef) dan sejak tahun 1970-2011. Sebagian telah di­eks­­ploitasi dengan pendapatan kotor sekitar 100 miliar dolar AS atau Rp 900 triliun. [Harian Rakyat Merdeka]



Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

Mapolda Metro Dijaga Ketat

Jumat, 10 Juli 2026 | 19:04

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

UPDATE

Telkom Cegah Kerusakan Terumbu Karang Lewat Program ‘Bisa Biru’

Rabu, 15 Juli 2026 | 18:05

Cak Imin dan Parpol Sahabat Ikut Merumput di Turnamen Minisoccer Harlah PKB

Rabu, 15 Juli 2026 | 17:38

Kebutuhan Dana B50 Capai Rp32,3 Triliun, BPDP Pastikan Kas Aman

Rabu, 15 Juli 2026 | 17:36

Baliho Ulang Tahun Jokowi Disoal, Pengamat Minta PPID Buka Dokumen Perizinan

Rabu, 15 Juli 2026 | 17:23

Kejagung Teken Tiga Sprindik Kasus Eks Jampidsus Febrie Adriansyah

Rabu, 15 Juli 2026 | 17:16

Zulhas Ungkap Dua Fungsi Utama Kopdes Merah Putih, Tegaskan Bukan Supermarket

Rabu, 15 Juli 2026 | 17:08

IHSG Sore Ini Menguat ke 6.041, Rupiah Ditutup Rp18.068 per Dolar AS

Rabu, 15 Juli 2026 | 17:00

Menpar Jamin Setiap Rupiah Anggaran Negara Dikelola Akuntabel

Rabu, 15 Juli 2026 | 16:51

Sentuhan Teknologi Digital Mudahkan Masyarakat Ikuti Gerakan Sedekah Subuh

Rabu, 15 Juli 2026 | 16:48

Curiga Ada Intervensi Jelang Musda Demokrat Aceh, Kader Kirim Surat Terbuka ke AHY

Rabu, 15 Juli 2026 | 16:47

Selengkapnya