Berita

Buku Sekolah Berbau Porno, Legislator Turun Tangan

SENIN, 22 OKTOBER 2012 | 14:50 WIB

Lagi-lagi buku sekolah bermuatan berbau porno muncul. Kali ini buku Pendidikan Jasmani (Penjas) Kelas V SD di Jembrana, Bali. DPRD pun akan menanyakan ke Dinas Pendidikan, Pemuda, Olahraga, Pariwisata dan Kebudayaan terkait materi porno tersebut.

Demikian disampaikan Ketua Komisi A DPRD Jembrana, Bali, Ida Bagus Suarjana, Senin (22/10).
 
"Masalah buku itu akan kami tanyakan saat rapat kerja dengan Dinas Dikporaparbud. Karena ini menjadi sorotan masyarakat, kami harus mencari kejelasan persoalannya," kata Suarjana.
 

 
Suarjana mengaku, lewat telepon dirinya sudah menanyakan masalah buku tersebut ke Kepala Dinas Dinas Pendidikan, Pemuda, Olahraga, Pariwisata dan Kebudayaan (Dikporaparbud) Jembrana, Nengah Alit dan mendapatkan jawaban bahwa buku itu berasal dari Kementerian Pendidikan Nasional dan isinya sudah melalui kajian.

Dia juga yakini karena berasal dari pusat, materi-materi dalam buku pelajaran itu tentu sudah melalui berbagai pertimbangan, namun khusus untuk buku Penjas Kelas V SD, daya tangkap murid-murid berlainan di masing-masing daerah.

"Kalau di kota-kota besar seperti Jakarta, misalnya, materi buku tersebut mungkin tidak masalah. Tapi kalau di daerah seperti Jembrana, karena membicarakan seks dan alat reproduksi masih dianggap tabu, bisa saja muncul protes dari orang tua murid," ujar Suarjana.

Menurut Suarjana, pendidikan alat reproduksi sejak dini memang bagus dilakukan, namun tetap harus hati-hati agar tidak menyimpang dari jalur pendidikan sekolah.

Ni Ketut Trisnawati Bulan, anggota Komisi A menambahkan, diperlukan kemampuan guru untuk menjelaskan kepada murid tentang materi alat reproduksi manusia dalam buku tersebut.

"Jadi guru yang mengajar kepada murid juga harus memiliki pemahaman di bidang tersebut, sehingga kalau ada murid yang bertanya tidak bingung menjawabnya," katanya.

Sebelumnya diberitakan, orang tua murid merasa keberatan dengan buku pelajaran Pendidikan Jasmani (Penjas) Kelas V SD, karena menganggap materi seputar alat reproduksi manusia porno.

Dinas Dikporaparbud Jembrana yang dikonfirmasi lewat Kabid Pendidikan Dasar, I Nyoman Wenten mengatakan, pihaknya tidak akan menarik buku pelajaran tersebut.

"Kami rasa isi maupun bahasanya masih normatif, dan layak sebagai pelajaran awal seputar reproduksi bagi murid-murid," katanya. [ant/arp]

Populer

Harta Friderica Widyasari Pejabat Pengganti Ketua OJK Ditanding Suami Ibarat Langit dan Bumi

Senin, 02 Februari 2026 | 13:47

Direktur P2 Ditjen Bea Cukai Rizal Bantah Ada Setoran ke Atasan

Jumat, 06 Februari 2026 | 03:49

KPK: Warganet Berperan Ungkap Dugaan Pelesiran Ridwan Kamil di LN

Kamis, 05 Februari 2026 | 08:34

Nasabah Laporkan Perusahaan Asuransi ke OJK

Kamis, 05 Februari 2026 | 16:40

Lima Orang dari Blueray Cargo Ditangkap saat OTT Pejabat Bea Cukai

Kamis, 05 Februari 2026 | 15:41

Koordinator KKN UGM Tak Kenal Jokowi

Rabu, 04 Februari 2026 | 08:36

Eks Relawan: Jokowi Manusia Nggedabrus

Minggu, 01 Februari 2026 | 03:33

UPDATE

Kekayaan Fadjar Donny Tjahjadi yang Jadi Tersangka Korupsi CPO-POME Cuma Rp 6 Miliar, Naik Sedikit dalam 5 Tahun

Selasa, 10 Februari 2026 | 18:12

TNI AL dan Kemhan Belanda Bahas Infrastruktur Bawah Laut Kritis

Selasa, 10 Februari 2026 | 18:00

Beda Imlek dan Cap Go Meh, Ini Makna dan Rangkaian Tradisinya

Selasa, 10 Februari 2026 | 17:52

Kabar Baik! Bansos PKH dan Bencana Bakal Cair Jelang Lebaran

Selasa, 10 Februari 2026 | 17:36

KPK Sita 50 Ribu Dolar AS dari Kantor dan Rumah Dinas Ketua PN Depok

Selasa, 10 Februari 2026 | 17:27

Mengupas Multi Makna Kata 'Lagi'

Selasa, 10 Februari 2026 | 17:18

Keberadaan Manusia Gerobak Bakal Ditertibkan Jelang Ramadan

Selasa, 10 Februari 2026 | 17:07

Prabowo Diyakini Bisa Dua Periode Tanpa Gibran

Selasa, 10 Februari 2026 | 17:02

KPK Endus Pencucian Uang Korupsi Sudewo Lewat Koperasi

Selasa, 10 Februari 2026 | 16:49

Kejagung Tetapkan 11 Tersangka Korupsi CPO dan POME Rp 13 Triliun, Ini Daftar Namanya

Selasa, 10 Februari 2026 | 16:49

Selengkapnya