PT Hutama Karya
PT Hutama Karya
Gubernur DKI Jakarta Jokowi mengusulkan pembanguÂnan inÂfrastruktur di wilayahnya akan melibatkan BUMN karya. AdaÂpun BUMN yang dimaksud adalah PT Adhi Karya dan PT Hutama Karya.
Anggota Komisi VI DPR ÂNas-ril Bahar menuturkan, dengan dilibatkannya BUMN dalam proÂyek infrastruktur di DKI, merupaÂkan langkah yang baik dan harus segera direalisasikan. Sebab, inÂfrastruktur terutama jalan raya, keÂÂbutuhannya sudah sangat urÂgent.
Namun, politisi PAN ini meÂngingatkan bahwa ada bebeÂrapa BUMN karya yang mengaÂlami kesulitan likuiditas. Untuk itu, akan lebih baik apabila PemÂda DKI memberikan pemÂbiayan kepada BUMN tersebut.
“Pemda bisa memberikan moÂdal proyek terhadap BUMN yang akan mengerjakan proyek infraÂstruktur di DKI. Kalau tidak diÂbantu pembiayaannya, dikhaÂwaÂtirÂkan proyek bisa berhenti diÂtengah jalan. Seperti proyek yang sudah-sudah,†cetus Nasril kepada Rakyat Merdeka, Rabu (17/10).
Menurut Nasril, dengan memÂberiÂkan pembiayaan di depan, maka bisa mempermudah dan memperÂcepat kinerja BUMN karya tersebut. Dia tidak masalah apabila swasta ikut terlibat dalam proyek infrastrukÂtur DKI. Sebab, investor swasta akan membuat dana APBN mauÂpun APBD yang akan dialokasiÂkan pada proyek ini menjadi tidak diperlukan.
“Asalkan dengan catatan, cariÂlah swasta yang lebih bonafit dan lebih profesional. Soal pembagiÂan porsinya terserah keÂpada pihak pemda,†ujarnya.
Sedangkan DPRD DKI meÂwanti-wanti agar Jokowi dan Ahok cermat dalam proyek moÂnorel. “Perlu penelaahan yang mendalam tentang tindak lanjut monorel,†kata Ketua Komisi B DPRD DKI Jakarta Selamat NurÂdin kemarin. Selamat memimpin komisi yang mengurusi masalah ekonomi, termasuk perhubungan.
Menurut kader PKS ini, JoÂkowi mesti melihat kembali alasÂan mengapa proyek transportasi itu mangkrak selama tujuh tahun. Proyek yang berjalan sejak Juni 2004 itu benar-benar terhenti pada 2006, hingga akhirnya peÂmerintahan Gubernur Fauzi Bowo memutuskan melupakanÂnya pada September tahun lalu.
Selamat juga meminta Jokowi mempertimbangkan efektivitas dan daya angkut monorel. Dia menyodorkan data terbaru dari Badan Perencanaan PembanguÂnan Daerah DKI Jakarta yang menyatakan bahwa proyek moÂnoÂrel memakan biaya hingga Rp 3,9 triliun dengan potensi kapaÂsitas angkut 77.500 per hari.
MeÂnurut dia, angka itu kalah dibanÂding elevated busway yang perÂnah ditawarkan Foke dengan biaya sebesar Rp 1,6 triliun, deÂngan daya angkut lebih besar.
Wakil Ketua Badan Anggaran DPRD Jakarta Triwisaksana seÂtuju agar Gubernur mengkaji leÂbih matang rencananya. Dia meÂnyoÂroti soal tarif monorel seÂteÂlah beroperasi. “Kalau pakai skema yang dulu, tarifnya Rp 12 ribu, jauh lebih mahal dari busway yang hanya Rp 3.500,†katanya.
Seperti diketahui, PT Adhi Karya Persero sangat bernafsu mengemÂbangkan monorel Tanah Abang-Senayan. Pembangunan monorel sendiri telah ada sejak 2004, di era kepemimpinan FauÂzi Bowo (Foke), namun terhenti kaÂrena tidak ada investor yang berminat.
Hutama Karya foÂkus mengerÂjakan proyek transÂporÂtasi massal sekelas monorel untuk jalur Bekasi-Slipi. Konsep monorel ringan atau Light Rail Transit (LRT) nampaknya akan dipilih. Lampu hijau juga sudah diÂÂÂdapatkan Hutama Karya dari Kementerian BUMN. [Harian Rakyat Merdeka]
Populer
Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36
Jumat, 10 Juli 2026 | 19:04
Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29
Senin, 06 Juli 2026 | 14:49
Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53
Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00
Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14
UPDATE
Rabu, 15 Juli 2026 | 18:05
Rabu, 15 Juli 2026 | 17:38
Rabu, 15 Juli 2026 | 17:36
Rabu, 15 Juli 2026 | 17:23
Rabu, 15 Juli 2026 | 17:16
Rabu, 15 Juli 2026 | 17:08
Rabu, 15 Juli 2026 | 17:00
Rabu, 15 Juli 2026 | 16:51
Rabu, 15 Juli 2026 | 16:48
Rabu, 15 Juli 2026 | 16:47