Berita

ilustrasi/ist

Bisnis

Duh, Investasi Reksadana Dipandang Sebelah Mata

Analis Sarankan Investor Alihkan Dana Ke Filipina
JUMAT, 19 OKTOBER 2012 | 08:15 WIB

RMOL.Investasi di reksadana ter­nyata masih dianggap sebelah ma­ta. Jumlah pengelolaan dana di reksadana mencapai Rp 175 tri­liun. Nilai itu tidak sebanding de­ngan jumlah investor yang men­capai 160 ribu. Dana kelo­laan ter­sebut juga tidak sebanding de­ngan simpanan masyarakat di per­bankan yang mencapai Rp 2.984 triliun per Agustus 2012.

Persentase dana kelolaan reksa dana terhadap produk domestik bruto (PDB) juga masih sangat rendah. Tahun 2011, persenta­se­nya hanya 2,2 persen dari total PDB Indonesia senilai Rp 7.427 triliun. Sementara tahun 2010, di Malaysia persentasenya sudah sekitar 49 persen, Thailand 20 persen ataupun Filipina yang su­dah 19,5 persen.

Ketua Asosiasi Pengelola Rek­sadana Indonesia (APRDI) Abi­prayadi Riyanto menuturkan, ren­dahnya penetrasi reksadana me­nunjukkan masyarakat Indo­nesia dianggap belum bisa me­mi­kirkan masa depan dan ber­pikir jangka panjang.

“Pa­da­hal seba­gai instru­men inves­tasi, reksa­dana me­na­war­kan banyak ke­unggu­lan. Mi­sal­nya, jenis reksa­dana saat ini sangat va­riatif, se­perti reksadana saham, campu­ran, pendapatan tetap, pa­sar uang maupun reksa­dana ter­pro­teksi,” ucapnya di sela acara pem­­bukaan Pekan Reksa Dana Na­sional di Jakarta, kema­rin.

Sementara itu, analis saham Riset saham Standard Chartered (Stan­dchart) menurunkan, pros­pek pasar saham Indonesia ke de­pan dari netral menjadi under­wight. Investor di­sa­rankan untuk memindahkan port­ofolio dari bur­sa Indonesia ke bursa negara lain.

“Kami memproyeksi trend ini akan berlanjut ke depan. Investor bisa mengalihkan investasi sa­hamnya ke negara tetangga se­perti Fili­pi­na,” kata analis Standchart Clive McDonnell dan Benjamin Wong, kemarin.

Standchart juga merevisi target Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dalam 12 bulan ke depan menjadi 4.400 dari sebelumnya 4.500. Mereka menilai, turunnya prospek pasar saham In­donesia akibat turunnya kinerja emiten di Bur­sa Efek Indonesia (BEI).  [Harian Rakyat Merdeka]


Populer

UPDATE

Selengkapnya