Berita

ilustrasi/ist

Bisnis

Maskapai Nasional Ngeluh Harga Avtur Mahal Banget

JUMAT, 19 OKTOBER 2012 | 08:01 WIB

RMOL.Maskapai nasional mengeluh masih terlalu mahalnya harga bahan bakar minyak untuk pe­sawat udara (BBMPU) atau avtur saat ini, sehingga biaya operasio­nal membengkak dibanding bia­ya-biaya komponen lainnya.

“Diharapkan pemerintah bisa menurunkan harga bahan bakar minyak untuk pesawat udara agar maskapai bisa berkem­bang,” kata Pjs Kepala Badan Litbang Ke­menterian Perhubu­ng­an (Ke­men­hub) Denny Siaha­an dalam siaran persnya, kemarin.

Hal itu merupakan kesimpulan Roundtable Discussion Upaya Memenuhi Kebutuhan Bahan Bakar Minyak (BBM) Pesawat Udara untuk Mendukung Per­tum­buhan Industri Jasa Ang­kutan Udara di Indonesia yang diada­kan Badan Litbang awal pekan ini.

Peserta diskusi juga menyam­paikan, harga BBMPU di In­do­nesia lebih mahal dibanding harga di luar negeri seperti di Bandara Changi, Singapura. Akibatnya, banyak maskapai penerbangan mengisi BBMPU di luar negeri.

Tak hanya itu, kata Denny, saat ini masih banyak bandara yang belum menyediakan fasilitas Depo Pengisian Bahan Bakar Minyak Pesawat Udara. Hal itu menyebabkan pesawat udara harus mengisi BBMPU untuk kebutuhan penerbangan pergi dan pulang di bandara asal kebe­rangkatan. “Tentu saja ini me­nye­babkan berkurangnya muatan pesawat udara,” katanya.

Sekretaris Jenderal DPP Indo­nesian National Air Carriers Asso­ciation/INACA (Asosiasi Perusahaan Penerbangan Indo­ne­sia ) Tengku Burhanuddin pada forum itu mengatakan, ma­halnya harga BBMPU di Indo­nesia karena beban biaya tam­bahan yang harus ditanggung PT Pertamina sangat besar.

Untuk mengurangi beban Per­tamina dan membuat harga BBMPU menjadi lebih murah, sudah saatnya di­tiadakan kewa­jiban Pertamina menyerahkan sebagian laba usahanya kepada Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM).

“PT Angkasa Pura I dan II kiranya dapat menyesuaikan be­saran biaya operasional yang di­kenakan kepada Pertamina, se­hingga tidak terlalu membebani biaya operasional Pertamina,” kata Burhanuddin. [Harian Rakyat Merdeka]


Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

Mapolda Metro Dijaga Ketat

Jumat, 10 Juli 2026 | 19:04

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

UPDATE

Telkom Cegah Kerusakan Terumbu Karang Lewat Program ‘Bisa Biru’

Rabu, 15 Juli 2026 | 18:05

Cak Imin dan Parpol Sahabat Ikut Merumput di Turnamen Minisoccer Harlah PKB

Rabu, 15 Juli 2026 | 17:38

Kebutuhan Dana B50 Capai Rp32,3 Triliun, BPDP Pastikan Kas Aman

Rabu, 15 Juli 2026 | 17:36

Baliho Ulang Tahun Jokowi Disoal, Pengamat Minta PPID Buka Dokumen Perizinan

Rabu, 15 Juli 2026 | 17:23

Kejagung Teken Tiga Sprindik Kasus Eks Jampidsus Febrie Adriansyah

Rabu, 15 Juli 2026 | 17:16

Zulhas Ungkap Dua Fungsi Utama Kopdes Merah Putih, Tegaskan Bukan Supermarket

Rabu, 15 Juli 2026 | 17:08

IHSG Sore Ini Menguat ke 6.041, Rupiah Ditutup Rp18.068 per Dolar AS

Rabu, 15 Juli 2026 | 17:00

Menpar Jamin Setiap Rupiah Anggaran Negara Dikelola Akuntabel

Rabu, 15 Juli 2026 | 16:51

Sentuhan Teknologi Digital Mudahkan Masyarakat Ikuti Gerakan Sedekah Subuh

Rabu, 15 Juli 2026 | 16:48

Curiga Ada Intervensi Jelang Musda Demokrat Aceh, Kader Kirim Surat Terbuka ke AHY

Rabu, 15 Juli 2026 | 16:47

Selengkapnya