Berita

ilustrasi/ist

Bisnis

Politisi Senayan Minta Presiden Turun Tangan

Pencurian Minyak Hanya Berhenti Jika Ada Sidak
KAMIS, 18 OKTOBER 2012 | 08:01 WIB

RMOL.Komisi VII DPR meminta Pre­siden SBY segera turun tangan menyelesaikan masalah pencu­rian minyak yang melibatkan ba­nyak pihak.

“Pencurian minyak sudah sa­ngat terorganisir dan merugi­kan negara,” ujar anggota Komisi VII DPR Bobby Rizaldi di Ge­dung DPR, kemarin.

Apalagi penangkapan kapal tanker penyelundup minyak ter­jadi di daerah yang sama. Pen­curian dan penyelundupan ha­nya berhenti jika ada sidak saja.

Menurut Bobby, pencurian ter­sebut selalu melibatkan alat pe­ngangkut (transporter) yang di­sewa Pertamina. Karena itu, dia meminta Badan Pelaksana Ke­giat­an Usaha Hulu Migas (BP Mi­­gas) dan Badan Pengatur Hilir Migas (BPH Migas) selaku badan pengawasan di hulu dan hilir me­ngawasi transporter minyak pe­rusahaan pelat merah tersebut.

Untuk diketahui, Bea Cukai Kanwil Riau menangkap kapal MT Martha Global selaku trans­porter-nya minyak Pertamina ka­rena terbukti membawa mi­nyak mentah sebanyak 35 ribu kiloliter dari Dumai yang seha­rusnya me­nuju Cilacap, namun berbelok mengarah ke perairan Malaysia pada 19 September 2012.

Menurut politisi Partai Golkar itu, berdasarkan hasil rapat kerja Komisi VII soal pencurian mi­nyak dengan BP Migas, Bea Cu­kai, Per­tamina dan Polri dike­tahui ada in­dikasi pencurian minyak mentah oleh kapal MT Global selaku transporter minyak Pertamina.

Bobby mengatakan, berdasar­kan laporan BP Migas, kapal ter­sebut mematikan alat peman­car navigasi dan menutup log­book perjalanan secara sengaja, se­hingga tidak terpantau dalam beberapa waktu.

 Namun, anehnya Pertamina selaku BUMN migas terbesar itu menyatakan tidak ada kerugian dan indikasi penyelewengan.

Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Karen Agustiawan me­negaskan, pihaknya tidak per­nah memerintahkan kapal itu untuk berlayar ke Malaysia dan kapal di­lengkapi dokumen yang sah un­tuk pelabuhan domestik.

Karen mengatakan, Pertamina telah mengirimkan surat teguran ke pemilik kapal dan untuk se­mentara MT Martha Global su­dah dimasukkan dalam daftar hitam (black list) dalam penye­lenggaraan tender kapal sewa di masa mendatang. [Harian Rakyat Merdeka]



Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

Mapolda Metro Dijaga Ketat

Jumat, 10 Juli 2026 | 19:04

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

UPDATE

Telkom Cegah Kerusakan Terumbu Karang Lewat Program ‘Bisa Biru’

Rabu, 15 Juli 2026 | 18:05

Cak Imin dan Parpol Sahabat Ikut Merumput di Turnamen Minisoccer Harlah PKB

Rabu, 15 Juli 2026 | 17:38

Kebutuhan Dana B50 Capai Rp32,3 Triliun, BPDP Pastikan Kas Aman

Rabu, 15 Juli 2026 | 17:36

Baliho Ulang Tahun Jokowi Disoal, Pengamat Minta PPID Buka Dokumen Perizinan

Rabu, 15 Juli 2026 | 17:23

Kejagung Teken Tiga Sprindik Kasus Eks Jampidsus Febrie Adriansyah

Rabu, 15 Juli 2026 | 17:16

Zulhas Ungkap Dua Fungsi Utama Kopdes Merah Putih, Tegaskan Bukan Supermarket

Rabu, 15 Juli 2026 | 17:08

IHSG Sore Ini Menguat ke 6.041, Rupiah Ditutup Rp18.068 per Dolar AS

Rabu, 15 Juli 2026 | 17:00

Menpar Jamin Setiap Rupiah Anggaran Negara Dikelola Akuntabel

Rabu, 15 Juli 2026 | 16:51

Sentuhan Teknologi Digital Mudahkan Masyarakat Ikuti Gerakan Sedekah Subuh

Rabu, 15 Juli 2026 | 16:48

Curiga Ada Intervensi Jelang Musda Demokrat Aceh, Kader Kirim Surat Terbuka ke AHY

Rabu, 15 Juli 2026 | 16:47

Selengkapnya