ilustrasi, buah-buahan
ilustrasi, buah-buahan
Berdasarkan data KemenÂterian Perdagangan (KemenÂdag), sepanjang tahun ini meÂneÂrima 119 permohonan izin imÂpor. Dari jumlah itu, 77 izin telah diterÂbitÂkan dan 15 lainnya teÂngah diproÂses. Kementerian meÂnolak izin yang diajukan 27 peÂrusahaan lanÂtaran berbagai sebab.
Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kemendag Deddy Saleh mengatakan, pengurusan izin impor tak akan lebih dari 12 hari. Importir juga tetap diwaÂjibÂkan mengantongi rekomendasi KeÂmenterian Pertanian (KemenÂtan dan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BKPM). “Berkas bisa cepat diurus asal perÂsyaÂraÂtannya lengkap,†ujar Deddy.
Pengamat pertanian dari InÂstitut Pertanian Bogor (IPB) HerÂmanto Siregar menyayangkan langÂkah pemerintah yang memÂperÂmudah permohonan izin imÂpor holtikultura. “Tujuan awalÂnya kan memperketat impor, tapi keÂnapa justru mempermudah izin impor,†kata Hermanto keÂpaÂda Rakyat Merdeka, kemarin.
Menurut Wakil Rektor IPB itu, aturan pengetatan impor holtiÂkulÂtura sangat baik untuk meÂnyeÂlematkan petani dalam neÂgeri. NaÂmun, dengan diobralnya proÂses perizinan, akan membuat imÂpor semakin besar. Apalagi peÂngaÂwasan Kemendag terhaÂdap paÂra pengusaha importir tersebut sangat lemah.
Untuk mengantisipasi itu, HerÂmanto meminta adanya data base proÂduksi holtikultura lokal dan perencanaan ekspor, sehingga impornya tidak berlebihan.
Wakil Sekjen Asosiasi PenguÂsaha Indonesia (Apindo) Franky SiÂbarani meminta Kementan meÂningÂkatkan produksi holtiÂkulÂtura terÂkait dengan peraturan peÂlaÂrangan impor. Dia menilai, dalam supply and demand proÂduk apapun, produksi daÂlam neÂgeri pasti diutamakan.
“Tapi kalau produksi tidak ada atau kecil sementara demand teÂrus tumbuh, apakah salah kalau imÂpor,†ujarnya, kemarin.
Menurut Franky, Kementan lamÂbat dan cenderung tidak sungÂguh-sungguh dalam meÂningÂkatkan produksi pertanian. SeÂdangkan kementerian lain diÂharuskan mendukung pertumÂbuhan industri dan konsumsi dalam negeri.
Dia berharap, dengan keluarnya Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 60 tahun 2012, dapat mendorong peningÂkatan investasi pertanian hortiÂkulÂtura.â€Investasi pertanian dihaÂrapkan semakin cerah dengan diÂkeluarkannya PerÂmenÂdag tenÂtang impor hortikultura,†katanya.
Franky mengaÂtakan, produk horÂtikultura wajib memÂperhaÂtiÂkan aspek keamanan pangan dan keÂtersediaan produk horÂtikultura daÂlam negeri. DeÂngan PermenÂdag ini, Kementan dihaÂrapÂÂkan lebih serius mengejar keterÂtingÂgalan produksi pertanian.
Menteri Perdagangan (MenÂdag) Gita Wirjawan mengakui, proÂduktivitas beberapa produk paÂngan Indonesia masih di baÂwah rata-rata di kawasan negara teÂtangga di ASEAN maupun duÂnia internasional. Bekas Kepala BaÂdan KoorÂdinasi Penanaman MoÂdal (BKPM) itu menconÂtohÂkan, proÂduktivitas produk paÂngan yang masih lemah adalah daging sapi, gula dan kedelai, yang meÂnuÂrutnya belum menÂcukupi keÂbuÂtuhan domestik.
ProÂduksi kedelai di dalam negeri, menurut Gita, hanya biÂsa memproduksi 800 ribu ton/tahun dari 2,5 juta ton/tahun skala keÂbutuhan kedelai domesÂtik. UnÂtuk itu, dia mengimbau harus ada upaÂya representatif untuk meÂningÂkatkan produktiÂvitas terkait ketahanan pangan.
“Kalau mau bicara ketahanan pangan supaya kita tidak impor sebanyak apa yang kita lakukan sebelumnya. Kita harus mengÂambil sikap bagaimana melaÂkukan produksi dan produkÂtiÂvitas,†tutup Gita.
Berdasarkan data Badan PuÂsat Statistik (BPS), impor produk horÂtikultura naik pada 2009 hingÂga 2011. Saat itu, nilai impor saÂyur dan buah berturut-turut seÂbesar 1,054 miliar dolar AS, 1,25 miliar dolar AS dan 1,757 miliar dolar AS.
Komoditas yang diimpor anÂtara lain bawang putih 242,5 juta dolar AS, apel 153 juta dolar AS, jeruk 150 juta dolar AS dan angÂgur 99 juta dolar AS. Namun seÂjak pintu masuk komoditas ini dibatasi pada 19 Juli 2012, voÂlume impor sayur dan buah meÂnyusut 30 persen. [Harian Rakyat Merdeka]
Populer
Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36
Jumat, 10 Juli 2026 | 19:04
Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29
Senin, 06 Juli 2026 | 14:49
Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53
Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00
Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14
UPDATE
Rabu, 15 Juli 2026 | 18:05
Rabu, 15 Juli 2026 | 17:38
Rabu, 15 Juli 2026 | 17:36
Rabu, 15 Juli 2026 | 17:23
Rabu, 15 Juli 2026 | 17:16
Rabu, 15 Juli 2026 | 17:08
Rabu, 15 Juli 2026 | 17:00
Rabu, 15 Juli 2026 | 16:51
Rabu, 15 Juli 2026 | 16:48
Rabu, 15 Juli 2026 | 16:47