Berita

ilustrasi, Pertamina

Bisnis

Serikat Pekerja Minta Pertamina Mundur

Terkait Tender BBM Subsidi Oleh BPH Migas
SELASA, 16 OKTOBER 2012 | 08:00 WIB

Federasi Serikat Pekerja Pertamina Bersatu (FSPPB) meminta direksi PT Pertamina tegas terkait tender distribusi BBM subsidi oleh Badan Pe­ngatur Hilir Minyak dan Gas (BPH Migas).

Sekjen FSPBB Novi Andri mengatakan, jika tender tetap dilaksanakan BPH Migas, se­baik­­nya Pertamina mundur dari pe­nya­luran BBM subsidi. Apa­lagi sela­ma ini BUMN migas itu terus me­nanggung kerugian dari pe­nya­lurannya.

“Pertamina mengundurkan diri dari penyaluran BBM sub­sidi, biar­kan asing yang me­nang­gung­nya. Kalau ada apa-apa Per­ta­mi­na jangan disuruh menang­gung bebannya,” kata Novi ke­pada Rakyat Merdeka, kemarin.

Novi mengakui, perusahaan asing ikut menyalurkan BBM sub­sidi bukan kali ini saja, tapi tahun lalu juga sudah berkiprah. Namun yang terjadi, saat asing tidak bisa memenuhi ke­butu­han yang ditetapkan, Per­tamina juga yang dipaksa untuk me­me­nuhinya oleh pe­merintah.

Dia curiga, ada permainan da­lam tender ini. “Mana mau asing masuk ke situ (penyaluran BBM subsidi) jika tidak ada untung­nya,” katanya.

Dia juga mempertanyakan ke­napa tender penyaluran BBM subsidi dibuka untuk wilayah Ja­wa Bali yang selama ini tidak ada ma­salah dalam penyaluran. Ke­napa tidak ditugaskan untuk wi­layah atau daerah terpencil yang masih sulit terjamah.

Pengamat kebijakan energi Sofyano Zakaria mengatakan, peluang asing ikut mendis­tribusikan BBM bersubsidi di Indonesia bisa terjadi karena hal tersebut dimungkinkan dalam Undang-Undang Nomor 22 ta­hun 2001 tentang Migas.

Menurutnya, untuk mengha­pus peluang itu, dengan mela­kukan revisi undang-undang (UU) ter­sebut dan menyusun atu­ran baru yang lebih berpihak kepada ke­pentingan dan ke­daulatan energi nasional dan terlepas dari ken­dali asing.

“Bangsa ini tidak perlu alergi dengan sikap anak bangsa yang mendukung kedaulatan energi di berada penuh ditangan bangsa ini,” jelasnya.

Sofyano menyatakan, sektor hilir migas di negeri ini tidak bo­leh dipercayakan kepada pihak asing. Mempercayakan dan memberi kesempatan sekecil apapun kepada asing untuk men­distribusikan BBM subsidi sama dengan mematikan peru­sahaan nasional. Apalagi sela­ma ini in­dustri hulu migas 75 per­sennya dikuasai asing.

Ketua Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas Bumi (Hiswana Migas) Eri Purno­mo­hadi tetap menolak rencana li­be­ralisasi distribusi BBM subsidi oleh pom bensing asing. “Apa benefit (keuntungan) yang dida­pat Indonesia,” tegas Eri.

Menurut Eri, perusahaan asing itu hanya jualan saja tanpa ba­ngun kilang dan depo. Apalagi, me­reka mengincarnya wilayah Ja­wa Bali yang merupakan pang­sa pasar tertinggi BBM subsidi.

“Kenapa mereka tidak mau buka di Papua, Maluku atau di pelosok Kalimantan sana,” papar Eri. [Harian Rakyat Merdeka]



Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

Mapolda Metro Dijaga Ketat

Jumat, 10 Juli 2026 | 19:04

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

UPDATE

Telkom Cegah Kerusakan Terumbu Karang Lewat Program ‘Bisa Biru’

Rabu, 15 Juli 2026 | 18:05

Cak Imin dan Parpol Sahabat Ikut Merumput di Turnamen Minisoccer Harlah PKB

Rabu, 15 Juli 2026 | 17:38

Kebutuhan Dana B50 Capai Rp32,3 Triliun, BPDP Pastikan Kas Aman

Rabu, 15 Juli 2026 | 17:36

Baliho Ulang Tahun Jokowi Disoal, Pengamat Minta PPID Buka Dokumen Perizinan

Rabu, 15 Juli 2026 | 17:23

Kejagung Teken Tiga Sprindik Kasus Eks Jampidsus Febrie Adriansyah

Rabu, 15 Juli 2026 | 17:16

Zulhas Ungkap Dua Fungsi Utama Kopdes Merah Putih, Tegaskan Bukan Supermarket

Rabu, 15 Juli 2026 | 17:08

IHSG Sore Ini Menguat ke 6.041, Rupiah Ditutup Rp18.068 per Dolar AS

Rabu, 15 Juli 2026 | 17:00

Menpar Jamin Setiap Rupiah Anggaran Negara Dikelola Akuntabel

Rabu, 15 Juli 2026 | 16:51

Sentuhan Teknologi Digital Mudahkan Masyarakat Ikuti Gerakan Sedekah Subuh

Rabu, 15 Juli 2026 | 16:48

Curiga Ada Intervensi Jelang Musda Demokrat Aceh, Kader Kirim Surat Terbuka ke AHY

Rabu, 15 Juli 2026 | 16:47

Selengkapnya