Berita

ilustrasi, Produsen Kertas

Bisnis

Produsen Kertas Mesti Ikuti Prosedur WTO

Soal Tuduhan Dumping
SENIN, 15 OKTOBER 2012 | 09:40 WIB

Menteri Perindustrian (Men­­perin) MS Hidayat minta pro­dusen kertas yang terkena tuduhan dum­ping (harga jual ekspor lebih mu­rah dari harga jual dalam ne­geri) dari otoritas Jepang, meng­ikuti prosedur penyeli­dikan sesuai dengan aturan World Trade Organi­zation (WTO).

“Pemerintah telah bertemu dengan Jepang dan sepakat me­nyelesaikan tuduhan dum­ping atas kertas fotokopi dari Indonesia secara damai. Kami mengharapkan produsen ker­tas Indonesia yang dituduh ko­operatif menyelesaikan kasus itu,” kata Hidayat.

Dia memaklumi tindakan Pe­merintah Jepang yang ingin melindungi industri da­lam ne­gerinya. Hidayat juga ber­ha­rap, kasus dumping se­gera selesai.

Direktur Corporate Affairs and Communications Asia Pulp and Paper (APP) Su­hen­dra Wiriadinata mengatakan, pihaknya siap mengikuti pro­ses penyelidikan. Dia juga optimis Indonesia bisa lolos dari tuduhan dumping yang dinilainya hanya sebagai ben­­tuk persaingan dagang.

“Harga jual kertas APP di Jepang berkisar 5-10 persen le­bih tinggi dari harga jual lo­kal, yang mana harga jual lo­kal ini pun sudah mengun­tung­kan perusahaan,” katanya.

Wakil Ketua Umum APKI (Asosiasi Pulp & Kertas In­donesia) itu juga meng­ung­kapkan, di pasar Jepang, In­donesia bukanlah pemain ba­ru yang harus dicurigai. Ter­lebih lagi, kasus serupa juga pernah dialami di pasar Ko­rea Selatan (Karsel) dan Ame­rika Serikat (AS). Tapi sete­lah dilakukan penye­lidikan, tuduhan itu tidak ter­bukti.

“Kami tegaskan, pasar Je­pang telah kami garap sejak 15 tahun lalu, kenapa baru se­ka­rang kita dituduh mela­kukan dumping,” tegas Suhendra.

Padahal, menurut dia, pro­duk kertas fotokopi yang di­produksi APP dan di­ekspor ke Jepang adalah pro­duk spe­sifik yang dibuat khu­sus un­tuk me­menuhi per­min­taan atau se­lera konsumen Jepang.

Untuk diketahui, 11 peru­sahaan kertas Indonesia di­tuding dumping oleh Je­­pang, di antaranya PT Indah Kiat Pulp and Paper Tbk, PT Ker­tas Basuki Rachmat In­donesia Tbk, PT Kertas Leces (Pers­ero), PT Lontar Papyrus Pulp and Paper Industry dan PT Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk.  [Harian Rakyat Merdeka]


Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

Mapolda Metro Dijaga Ketat

Jumat, 10 Juli 2026 | 19:04

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

UPDATE

Telkom Cegah Kerusakan Terumbu Karang Lewat Program ‘Bisa Biru’

Rabu, 15 Juli 2026 | 18:05

Cak Imin dan Parpol Sahabat Ikut Merumput di Turnamen Minisoccer Harlah PKB

Rabu, 15 Juli 2026 | 17:38

Kebutuhan Dana B50 Capai Rp32,3 Triliun, BPDP Pastikan Kas Aman

Rabu, 15 Juli 2026 | 17:36

Baliho Ulang Tahun Jokowi Disoal, Pengamat Minta PPID Buka Dokumen Perizinan

Rabu, 15 Juli 2026 | 17:23

Kejagung Teken Tiga Sprindik Kasus Eks Jampidsus Febrie Adriansyah

Rabu, 15 Juli 2026 | 17:16

Zulhas Ungkap Dua Fungsi Utama Kopdes Merah Putih, Tegaskan Bukan Supermarket

Rabu, 15 Juli 2026 | 17:08

IHSG Sore Ini Menguat ke 6.041, Rupiah Ditutup Rp18.068 per Dolar AS

Rabu, 15 Juli 2026 | 17:00

Menpar Jamin Setiap Rupiah Anggaran Negara Dikelola Akuntabel

Rabu, 15 Juli 2026 | 16:51

Sentuhan Teknologi Digital Mudahkan Masyarakat Ikuti Gerakan Sedekah Subuh

Rabu, 15 Juli 2026 | 16:48

Curiga Ada Intervensi Jelang Musda Demokrat Aceh, Kader Kirim Surat Terbuka ke AHY

Rabu, 15 Juli 2026 | 16:47

Selengkapnya