Berita

Bank Mandiri

Bisnis

Mandiri Waspadai Pengucuran Kredit Ke Industri Manufaktur

SENIN, 15 OKTOBER 2012 | 08:58 WIB

Pertumbuhan kredit per­bankan pada Agustus 2012 se­besar 23,6 persen. Angka per­tum­buhan tersebut menurun di­ban­dingkan Juli 2012 yang men­capai 25,2 persen.

Ekonom Bank Mandiri Destry Damayanti mengakui adanya pe­nurunan, terutama untuk in­dustri manufaktur. Menurutnya, bank juga akan melihat faktor keren­tanan industri tersebut de­ngan krisis yang terjadi saat ini.

“Bank akan menjadi lebih was­pada pada industri yang sangat dipengaruhi faktor eks­ternal, seperti usahanya lebih berorien­tasi ekspor ke negara-ne­gara kri­sis atau banyak meng­im­por ba­han baku,” kata Destry.

Destry menambahkan, ada beberapa klasifikasi yang harus dipenuhi pengusaha sebelum mendapat kredit. Bank akan me­lihat berdasarkan empat as­pek. Yaitu, sisi permintaan, apakah ma­sih cukup tinggi, sisi pasokan dan persaingan dengan para kom­petitor, margin biaya dan ke­un­tungan, serta sejarah perusahaan.

Pengamat perbankan Paul Su­taryono menilai, pertumbuhan kredit pada Agustus turun lan­taran masa Lebaran yang jatuh pada Agustus disertai libur pan­jang di banyak perusahaan. Inilah yang mempengaruhi pen­cairan kredit. Namun, Paul te­lah mem­pre­diksi pada se­mes­ter II kredit akan sedikit menipis.

“Ini menjadi sebab mengapa kredit modal kerja menipis. Jadi bukan karena bank-bank besar menahan kredit tersebut. Sebalik­nya, kemungkinan besar justru kredit konsumsi lebih menebal karena konsumsi masyarakat naik tinggi,” ujarnya singkat.

Sebelumnya, Gubernur Bank Indonesia (BI) Darmin Nasution me­nga­takan, pelambatan per­tum­buhan kredit terutama terjadi pa­da kredit modal kerja. Per­tum­bu­han kredit modal kerja sebesar 23,2 persen, turun dari Juli 2012 sebesar 27,3 persen.

“Kredit konsumsi tumbuh re­la­tif stabil sebesar 19,9 persen, se­mentara kredit investasi tum­buh cukup tinggi sebesar 29,8 per­sen,” ujar Darmin di Jakarta, Kamis (11/10).

Deputi Gubernur BI Halim Alam­syah menyatakan, pelam­batan kredit modal kerja dise­babkan karena kecenderungan korporasi lebih berhati-hati da­lam mengambil kredit.

“Itu dari pengamatan yang ter­jadi di bank-bank besar, ter­uta­ma di 14 bank besar,” ujarnya.

Menurut Halim, korporasi me­nahan mengambil kredit, ter­utama yang bergerak di bidang ekspor-impor. Meski demikian, kredit investasi tetap tumbuh pesat. BI mem­per­kirakan, hingga akhir 2012 kredit akan tumbuh di kisaran 23-25 persen.

Sedangkan untuk pertumbuhan kredit valuta asing (valas), pada Agutus 2012 lebih lambat dari kredit rupiah. Namun, angka per­tumbuhannya hanya berbeda tipis, yakni 23,8 persen untuk kredit rupiah dan 22,6 persen untuk kredit valas. Dari nilainya, kredit valas hanya mencapai 16 persen dari total kredit perbankan atau senilai Rp  400,6 triliun.  [Harian Rakyat Merdeka]


Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

Mapolda Metro Dijaga Ketat

Jumat, 10 Juli 2026 | 19:04

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

UPDATE

Telkom Cegah Kerusakan Terumbu Karang Lewat Program ‘Bisa Biru’

Rabu, 15 Juli 2026 | 18:05

Cak Imin dan Parpol Sahabat Ikut Merumput di Turnamen Minisoccer Harlah PKB

Rabu, 15 Juli 2026 | 17:38

Kebutuhan Dana B50 Capai Rp32,3 Triliun, BPDP Pastikan Kas Aman

Rabu, 15 Juli 2026 | 17:36

Baliho Ulang Tahun Jokowi Disoal, Pengamat Minta PPID Buka Dokumen Perizinan

Rabu, 15 Juli 2026 | 17:23

Kejagung Teken Tiga Sprindik Kasus Eks Jampidsus Febrie Adriansyah

Rabu, 15 Juli 2026 | 17:16

Zulhas Ungkap Dua Fungsi Utama Kopdes Merah Putih, Tegaskan Bukan Supermarket

Rabu, 15 Juli 2026 | 17:08

IHSG Sore Ini Menguat ke 6.041, Rupiah Ditutup Rp18.068 per Dolar AS

Rabu, 15 Juli 2026 | 17:00

Menpar Jamin Setiap Rupiah Anggaran Negara Dikelola Akuntabel

Rabu, 15 Juli 2026 | 16:51

Sentuhan Teknologi Digital Mudahkan Masyarakat Ikuti Gerakan Sedekah Subuh

Rabu, 15 Juli 2026 | 16:48

Curiga Ada Intervensi Jelang Musda Demokrat Aceh, Kader Kirim Surat Terbuka ke AHY

Rabu, 15 Juli 2026 | 16:47

Selengkapnya