ilustrasi, Rabies
ilustrasi, Rabies
Dari 33 provinsi, hanya sembilan provinsi yang dinyatakan sebagai daerah bebas rabies. Ngeri...!!
Rabies adalah penyakit meÂnular akut yang menyerang suÂsunan saraf pusat, disebabkan oleh virus yang menyerang maÂnusia dan hewan. Rabies dituÂlarkan kepada manusia melalui gigitan atau jilatan pada luka terbuka oleh hewan yang menÂdeÂrita rabies. Penyakit ini berÂsifat fatal, bahÂkan bisa berujung keÂmatian.
BerÂdasarkan data Kemenkes tahun 2012, kasus rabies meÂnyeÂÂbar di 24 provinsi di IndoÂnesia. Di anÂtaranya, provinsi SuÂlawesi Utara, Sumatera Utara, Bali, MaÂluku, Gorontalo, SulaÂwesi TeÂngah, Maluku Utara, Bengkulu, Nusa Tenggara Timur (NTT) dan LamÂpung yang meÂrupakan daeÂrah paling banyak ditemukan kaÂsus rabies pada manusia.
Direktur Jenderal (Dirjen) PeÂngendalian Penyakit dan PenyeÂhatan Lingkungan (P2PL) KeÂmenÂterian Kesehatan Tjandra Yoga Aditama menÂyeÂbutÂkan, hanya sembilan dari 33 provinsi di Indonesia yang diÂnyatakan daerah bebas rabies.
“Kesembilan provinsi yang beÂbas rabies itu yakni Bangka BeÂliÂtung, Kepulauan Riau, DKI JaÂkarta, Jawa Tengah, DI YogyaÂkarta, JaÂwa Timur, Nusa TengÂgara Barat, PaÂpua dan Papua BaÂrat,†papar Tjandra Yoga AdiÂtama pada periÂngatÂan Hari Rabies Se-dunia (HRS), di MauÂmere, Nusa TengÂgara TiÂmur (NTT), SeÂlasa (9/10).
Di Indonesia, rabies pada heÂwan sudah ditemukan sejak tahun 1884. Kasus rabies pada manusia pertama kali ditemukan pada 1894 di Jawa Barat. Jadi, seÂsungÂguhnya penyakit ini sudah ada di Indonesia sejak lama.
Kemenkes mengklaim, telah melakukan penÂceÂgahan dan peÂngendalian rabies secara terinÂtegrasi oleh dua sektor yang berÂtanggung jawab. Yaitu, sektor peÂternakan untuk penaÂnganan keÂpada hewan penular dan peÂngaÂÂwasan lalulintasnya. Serta sektor kesehatan untuk peÂnaÂngaÂnan kaÂsus gigitan pada maÂnusia dan penderita rabies (Lyssa).
Selain itu, lanjut Yoga, PeraturÂan Presiden (Perpres) Nomor 30 tentang Pengendalian Zoonosis yang multisektor dengan meliÂbatkan 17 Kementerian dan LemÂbaga lainnya, diklaim mamÂpu mengendalikan tingkat peÂnyakit rabies secara maksiÂmal sehingga Indonesia bisa bebas rabies pada tahun 2020 nanti.
Pemerintah juga telah melaÂkuÂkan upaya untuk pengendalian rabies, yaitu dengan membuat buÂku pedoman pengendalian rabies, advokasi sosialisasi lintas sektor/lintas program terkait di tingkat daerah, pembentukan/pengaktifÂan tim koordinasi RaÂbies di setiap daerah.
“Pelatihan dan sosialisasi keÂpada petugas kesehatan pun diÂtingkatkan mulai dinas keseÂhatan, rumah sakit pemerintah/swasta, puskesmas, sampai pemÂbentukan Rabies Center untuk mendata dan menyelidiki sebab dan akibat raÂbies. Serta melaÂkukan komunikaÂsi, edukasi dan inforÂmasi kepada berbagai laÂpisan masyarakat,†jelas Yoga.
Koordinator Asian Rabies Expert Bureau (AREB) Betty Dodet menuturkan, rabies meruÂpakan salah satu penyakit berÂbahaya yang berakibat kematian. Data dari AREB menyebutkan, setiap hari terjadi kematian 100 anak akibat rabies. Sekitar 60-70 persen korÂbanÂnya, adalah anak-anak berusia 5-15 tahun.
“Rabies salah satu penyakit zoÂonosis, yakni penyakit yang dituÂlarkan dari hewan ke maÂnusia. PeÂnyebabnya, virus yang mengÂinÂfeksi sistem saraf,†ujar Betty.
Menurut Betty, pemerintah mesti lebih proaktif menekan peÂnyakit rabies. Pasalnya, virus raÂbies terdapat pada air liur hewan yang terinfeksi dan menular meÂlalui gigitan, goresan atau jilatan pada kulit yang terluka. Semua hewan mamalia dapat tertular raÂbies dan berpotensi menularkan ke maÂnusia. Sebagian besar kaÂsus rabies pada manusia terjadi akibat gigitan anjing.
Betty menjelaskan, penyakit rabies di Indonesia tersebar di 24 dari 33 provinsi. Bali dan NNTT merupakan daÂerah dengan kasus rabies tertinggi di Indonesia. KuÂrangnya pengaÂwasan terhadap anjing yang maÂsuk terutama dari Flores, memicu terjadinya kasus rabies di Bali sejak tahun 2008.
“Awalnya hanya terjadi di seÂbuah dusun kecil, tapi dengan ceÂpat menyebar ke seluruh pulau. Sejak terpapar rabies, angka keÂmatian akibat penyakit tersebut mencapai 140 jiwa. Namun, seÂgera menurun karena adanya progÂram vaksinasi massal anjing dan meningkatnya kesadaran masyarakat,†papar Betty. [Harian Rakyat Merdeka]
Populer
Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36
Jumat, 10 Juli 2026 | 19:04
Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29
Senin, 06 Juli 2026 | 14:49
Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53
Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00
Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14
UPDATE
Rabu, 15 Juli 2026 | 18:05
Rabu, 15 Juli 2026 | 17:38
Rabu, 15 Juli 2026 | 17:36
Rabu, 15 Juli 2026 | 17:23
Rabu, 15 Juli 2026 | 17:16
Rabu, 15 Juli 2026 | 17:08
Rabu, 15 Juli 2026 | 17:00
Rabu, 15 Juli 2026 | 16:51
Rabu, 15 Juli 2026 | 16:48
Rabu, 15 Juli 2026 | 16:47