Mahfud MD
Mahfud MD
“Solusi itu sangat bagus dan teÂpat. Saya merinding mendeÂngarÂkan pidato Presiden. Sebab, suÂdah sesuai dengan aspirasi maÂsyaÂrakat dan akal sehat,†kata MahÂfud MD kepada Rakyat MerÂdeka, di Jakarta, kemarin.
Menurut bekas Menhan itu, konÂdisi bangsa ini akan sangat berbeda jika SBY tidak mengÂambil keputusan atau sikap tegas seperti itu.
“Saya sendiri tidak memÂbayangkan bagaimana situasi kita hari ini dan besok seandainya SBY tidak membuat keputusan terÂsebut,†ujarnya.
Berikut kutipan selengkapnya:
Kegaduhan seperti apa?
Tidak hanya kegaduhan, tapi juga konflik yang memanas antaÂra Polri dan KPK dan antara gerakÂan masyarakat dan aparat. Itu akan mengerikan. Untungnya saja SBY mengambil keputusan yang menurut saya keputusan yang bijak.
Apa solusi itu karena ada tekanan dari publik?
Tidak dong. Menurut saya, itu kaÂrena sikap SBY sendiri yang meÂmang genius. Memang ada maÂsukan yang konstruktif dari MenÂko Polhukam dan Mensesneg.
Jangan lupa, ada juga Denny Indrayana (Wamenkumham) yang sejak awal terus menyuaÂraÂkan anti korupsi sampai ke tulang sum-sum. Seandainya saja betul kaÂrena ada desakan dari publik, kan tidak apa-apa juga. Itu sudah biaÂsa dalam politik. Yang penting itu produknya.
Apa yang harus dilakukan PolÂri dan KPK?
Laksanakan saja perintah SBY itu agar kasus Simulator SIM segera ditangani semuanya oleh KPK. Saya rasa itu sudah jelas. Itu sesuai Undang-Undang, seÂhingÂga harus langsung dijalanÂkan. KPK harus tancap gas untuk memÂproses kasus itu.
Tidak perlu lagi diributkan. SeÂbab, menurut Undang-Undang, jangankan yang belum ditangani Polri, kasus yang sudah ditangani Polri pun bisa diambil alih KPK dengan alasan tertentu.
Polri harus legowo ya?
Tentu. Saya kira Polri tidak meÂrasa kecewa. Tapi demi sinergi dan efesiensi, KPK tidak perlu meÂngambil alih yang sudah diÂtangani Polri. Yang tidak ditaÂngani Polri saja yang diambil. Harus ingat, di instansi mana pun korupsi itu terjadi.
Bagaimana kalau Polri tidak mamatuhi solusi dari Presiden itu?
Keputusan Presiden itu sangat jelas. Tidak ada tafsir lainnya. KeÂputusan Presiden itu sudah sesuai dengan Undang-Undang KPK. Sekarang rakyat menunggu ekÂsekusi dari Polri.
Ini henÂdaknya dilakukan dengan cepat. Kalau solusi itu tidak dilaksakan, artinya hanya sebatas wacana, tentu situasinya bisa mengerikan. Rakyat merasa dipermainkan.
Keputusan Presiden itu sangat jelas. Tidak ada tafsir lainnya. KeÂputusan Presiden itu sudah sesuai dengan Undang-Undang KPK. Sekarang rakyat menunggu ekÂsekusi dari Polri.
Ini henÂdaknya dilakukan dengan cepat. Kalau solusi itu tidak dilaksakan, artinya hanya sebatas wacana, tentu situasinya bisa mengerikan. Rakyat merasa dipermainkan.
Bukankah SBY mengatakan itu hanya pendapat pribadi?
Meskipun SBY sendiri meÂngaÂtakan itu sebagai pendapat priÂbadi, namun dasarnya adalah UnÂdang-Undang. SBY meÂnyamÂpaiÂkan itu secara resmi sebagai PreÂsiÂden. [Harian Rakyat Merdeka]
Populer
Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31
Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50
Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39
Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16
Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06
Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51
Kamis, 07 Mei 2026 | 02:15
UPDATE
Minggu, 10 Mei 2026 | 12:21
Minggu, 10 Mei 2026 | 12:02
Minggu, 10 Mei 2026 | 11:40
Minggu, 10 Mei 2026 | 11:30
Minggu, 10 Mei 2026 | 11:18
Minggu, 10 Mei 2026 | 11:10
Minggu, 10 Mei 2026 | 10:48
Minggu, 10 Mei 2026 | 10:41
Minggu, 10 Mei 2026 | 10:23
Minggu, 10 Mei 2026 | 09:44