ilustrasi/ist
ilustrasi/ist
Menurut Menteri PendayaguÂnaan Aparatur Negara dan ReforÂmasi Birokrasi Azwar Abubakar, Indonesia harus bersih. Di antaraÂnya bersih dari korupsi dan berÂjaÂlanÂnya reformasi birokrasi.
“KeÂmarin saya didatangi DuÂbes Singapura, mereka berencaÂna beÂsar untuk investasi di IndoÂnesia asal Indonesia bersih,†ungÂkap Azwar Abubakar di KanÂtor KeÂmenÂÂterian PerdagaÂngan, Jakarta, kemarin.
Menurut Azwar, syarat yang diajuÂkan pemerintah Negeri Singa itu cukup sederhana, naÂmun korupsi dan biÂroÂÂÂkrasi sudah mengakar di IndoÂnesia selama puluhan tahun lalu.
“Mereka (Singapura) tawarÂkan investasi asal kita bersih dan rapi dalam sisi birokrat dan tentu saja korupsi,†cetus Azwar.
Politisi Partai Amanat Nasional (PAN) ini memberi perumpaÂmaÂan, kehadiran Singapura itu seÂperti lebah yang sangat meÂngunÂtungkan bagi bunga-bunga yang bertebaran di Indonesia.
“Birokrasi kita buat semudah mungkin untuk semua urusan. Singapura itu lebah, mereka akan meÂnyerbuki bunga-bunga di InÂdoÂnesia. Madu buat mereka dan buaÂh untuk kita. Bayangkan saja 50 persen anggaran kita habisÂkan untuk birokrat,†ujarnya.
Menurut Direktur Institute for Development of EcoÂnomics and Finance (Indef) Enny Sri Hartati, salah satu penghamÂbat pertumÂbuhan ekonomi IndoÂneÂsia ada di high cost economy atau ekonomi biaya tinggi. Salah satu sumber utamanya adalah dari birokÂrasi.
“High cost ecoÂnomy bisa berÂasal dari biaya-biaya siluman, tidak adanya peÂnyederhanaan birokrasi dan periÂziÂnan, termasuk model perpaÂjaÂkan,†ujarnya keÂpada Rakyat MerÂdeka, kemarin.
Berdasarkan prediksi InternaÂtioÂnal Monetary Fund (IMF) yang dirilis kemarin, perekonoÂmian global hanya akan tumbuh 3,3 persen tahun ini, terendah seÂjak resesi 2009. IMF mengungÂkapÂkan, roda ekonomi dunia meÂmaÂsuki Oktober 2012 ini semaÂkin terÂseok akibat memburuknya kriÂsis utang di Eropa.
“Isu utamanya adalah apakah perekonomian gloÂbal baru saja menabrak gunÂcaÂngan lain yang menyebabkan perÂlambatan peÂmulihan pertumÂbuÂhan atau apaÂkah perlambatan saat ini memiÂliki komponen yang lebih lama.
“Jawabannya terganÂtung apaÂkah penentu kebijakan Eropa dan AmeÂrika Serikat (AS) dapat meÂngÂatasi hambatan ekoÂnomi jangÂka pendek yang dihaÂdapi,†demiÂkian analisa IMF seperti dikutip dalam World Economic Outlook.
Menurut Enny, high cost ecoÂnomy hanya akan mengurangi daÂya saing produk dalam negeri terÂhadap produk luar negeri. “Dari high cost economy menyeÂbabkan harga naik 20-40 persen terÂhadap harga pokok proÂduksi. Ini meÂnguÂrangi daya saing,†kataÂnya.
Angka ini, menurutnya, bisa diartikan daya saing barang terÂsebut anjlok 40 perÂsen akibat berÂbagai biaya siluÂman ini,
Kamar Dagang dan Industri (Kadin) menilai, perÂsoalan klasik masih menjadi kenÂdala dalam berinvestasi dan beruÂsaha di TaÂnah Air. Wakil Ketua Umum KaÂdin Bidang PerÂdagangan, DistriÂbusi dan LoÂgistik Natsir Mansyur mengaÂtakan, keÂnyaÂÂÂmanan berÂusaÂha di IndoneÂsia perlu langkah tegas dari pemerintah.
Delapan Proyek
International Finance CorpoÂraÂtion (IFC) yang meruÂpakan angÂgota kelompok Bank Dunia, telah membukukan investasi menÂcapai hampir 300 juta dolar AS atau Rp 2,7 triliun di delapan proyek dan mengeÂluÂarkan dana sebesar 7 juta dolar AS untuk proyek penÂdamÂpingan teknis di Indonesia pada 2012. IFC memulai tahun buku 2012 pada Juli 2011 dan berakhir pada Juni 2012.
Dalam tahun buku yang berÂakhir pada 30 Juni 2012, IFC meÂmiliki sekitar 11 persen saham di PT MedÂco Power Indonesia guna meÂnyeÂdiakan energi listrik ramah lingÂkungan.
“Kami juga mengÂkonÂversikan dana investasi sebeÂsar 15 juta doÂlar AS di BTPN dan menjadi pemilik saham disana seÂbesar 3 persen,†kata IFC CounÂtry MaÂnaÂÂger untuk IndoneÂsia SarÂvesh Suri, kemarin. [Harian Rakyat Merdeka]
Populer
Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36
Jumat, 10 Juli 2026 | 19:04
Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29
Senin, 06 Juli 2026 | 14:49
Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53
Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00
Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14
UPDATE
Rabu, 15 Juli 2026 | 18:05
Rabu, 15 Juli 2026 | 17:38
Rabu, 15 Juli 2026 | 17:36
Rabu, 15 Juli 2026 | 17:23
Rabu, 15 Juli 2026 | 17:16
Rabu, 15 Juli 2026 | 17:08
Rabu, 15 Juli 2026 | 17:00
Rabu, 15 Juli 2026 | 16:51
Rabu, 15 Juli 2026 | 16:48
Rabu, 15 Juli 2026 | 16:47