Berita

Dunia

Rudal Korut Siap Hancurkan AS

SELASA, 09 OKTOBER 2012 | 12:36 WIB | LAPORAN: SHOFFA A FAJRIYAH

Korea Utara mengklaim memiliki rudal yang dapat
menghantam daratan Amerika Serikat. Karena jangkauan rudal yang dimiliki Korut saat ini memiliki peningkatan hampir tiga kali lipat.< Bahkan, disebutkan, Pangkalan AS di Guam, Jepang dan daratan AS saat ini berada dalam target serangan Korut.

Hal itu dilansir kantor berita resmi Korut, KCNA, sebagaimana yang dikutip dari BBC (Selasa, 09/10). Pernyataan ini keluar dua hari setelah Korea Selatan meluncurkan kesepakatan rudal dengan AS.

Pada Minggu (7/10), Korea Selatan mengumumkan pihaknya telah mencapai kesepakatan dengan AS pada perluasan jangkauan rudal balistik. Di bawah kesepakatan keamanan sebelumnya dengan Amerika Serikat, rudal dibatasi dengan jangkauan 300 km (186 mil) kemudian kesepakatan baru memperluas jangkauan menjadi 800 Km.

Menanggapi itu, Jurubicara Komisi Pertahanan Nasional Korut mengatakan Pyongyang siap menghadapi setiap musuh "nuklir dengan nuklir, rudal dengan rudal".

Sementara Penasihat Keamanan Nasional Chun Yung-woo mengatakan tujuannya adalah untuk mengekang provokasi militer oleh Korea Utara. Kedua, Korea secara teknis masih dalam keadaan perang setelah Perang Korea 1950-53, yang berakhir dengan gencatan senjata. [zul]

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

Menteri P2MI Didesak Terbitkan Aturan Transisi SIUKAK-SIP3MI

Selasa, 29 September 2026 | 03:59

Ombudsman Diminta Tindaklanjuti Secara Terbuka Temuan di Lapas Cibinong

Selasa, 29 September 2026 | 03:43

KPK Diminta Periksa Petinggi Summarecon Terkait Aliran Uang ke Pejabat

Selasa, 29 September 2026 | 03:23

28.620 Manajer KDKMP Terima SK, Penempatan Diserahkan ke Agrinas

Selasa, 29 September 2026 | 02:55

Dunia Butuh Penguatan Multilateralisme di Tengah Geopolitik yang Tak Pasti

Selasa, 29 September 2026 | 02:25

PHE Ajak Mahasiswa Kenali Industri Hulu Migas Lewat Upstream Youth Champs 2026

Selasa, 29 September 2026 | 01:56

Polisi Pastikan Bupati Gowa Sitti Husniah Dicekal ke Luar Negeri

Selasa, 29 September 2026 | 01:26

Menhan Sjafrie Serahkan 12 Ranpur Amfibi AAV M-35 Buatan AS ke Marinir

Selasa, 29 September 2026 | 00:47

BEI Buka Short Selling Mulai 1 Oktober, Begini Cara Kerja dan Risikonya

Selasa, 29 September 2026 | 00:20

KPK Diminta Tidak Tebang Pilih Usut Kasus Korupsi Kementerian ATR/BPN

Senin, 28 September 2026 | 23:48

Selengkapnya