ilustrasi/ist
ilustrasi/ist
Anggaran bantuan tersebut akan dialokasikan untuk meÂneÂkan dan membantu biaya opeÂraÂsional PTN, seperti biaya kuliah maÂhasiwa, gaji honorer, listrik, biÂaÂÂya penelitian dan lainnya. Bahkan tahun depan, BOPTN akan dianggarkan dalam dua seÂmester atau satu tahun sekaligus.
Pengamat pendidikan dari DeÂwan Pakar Komunitas Peduli Pendidikan (DPKPP) dari UniÂversitas Negeri Jakarta (UNJ) Rahmatullah menegaskan, peÂngaÂwasan dana pendidikan ini perlu dilakukan dengan ketat, suÂpaya penyalurannya bisa teÂpat sasaran. Termasuk pengguÂnaÂanÂnya di PTN yang diduga rawan diÂselewengkan.
“Pengawasan harus dilakukan mulai dari internal PTN sampai induk penyaluran dana tersebut (Kemendikbud). Diduga kuat daÂna BOPTN ini rawan diseleÂwengÂkan. Seperti kasus penyeÂleweÂngan pengadaan laboraÂtoÂrium di 16 PTN yang kini belum jelas keÂpastian hukumnya,†teÂgas RahÂmatullah saat dihubungi Rakyat Merdeka, kemarin.
Namun, dia meÂnyamÂbut baik adanya anggaran BOPTN di PTN karena dana itu dapat meÂnekan biaya operasional yang dibebanÂkan kepada mahaÂsisÂwa, sehingga biaya pendidikan ke depan akan lebih murah. Di tamÂbah lagi, suÂdah ada sejumlah PTN yang memÂbebaskan biaya SumÂbangan Pembangunan PenÂÂÂdiÂdikan (SPP), lantaran adaÂnya bantuan subsidi pemerintah.
“Diharapkan dana BOPTN biÂÂsa direalisasikan pada OktoÂber. Dana bantuan tersebut saÂngat diÂperlukan untuk memÂbantu opeÂrasional kampus daÂlam menÂcetak lulusan yang berÂkualitas ke deÂpan,†katanya.
Ketua Komisi X DPR bidang Pendidikan Agus Hermanto berÂjanji akan mengawasi penyalurÂan dana tersebut, termasuk pengÂguÂnaannya di sejumlah PTN. DPR memastikan dana bantuan ini tepat sasaran untuk memÂbanÂtu biaÂya kuliah mahasiswa.
“Pengawasan akan dilakukan berÂsama Badan Pengawas KeÂuaÂngan (BPK) dan Badan PengaÂwasan Keuangan dan PembaÂngunÂan (BPKP) sejauh mana peÂnyaluran dana itu dilakukan PTN. Jika ditemukan pelanggarÂan, sankÂsi tegas akan diberikan tanÂpa teÂbang pilih,†tegas Agus.
Dia berharap, dana BOPTN biÂsa direalisasikan tahun ini, kaÂrena dana tersebut sudah dimaÂsukÂkan dalam Anggaran PenÂdaÂpatan dan Belanja Negara (APBN).
“Saat ini kami menunggu PeÂraÂturan Pemerintah (PP) untuk melengkapi program tersebut, terÂmasuk masalah sanksi jika ada tindakan penyelewengan dana BOPTN,†ungkap politisi Partai Demokrat ini.
Anggota Komisi X DPR AhÂmad Zainuddin juga meminta pemerintah segera menerbitkan PP soal BOPTN, agar dana terÂsebut bisa direalisasikan untuk meringankan beban biaya kuliah mahasiswa.
Anggota Komisi X DPR lainÂnya, RohÂmani dari Fraksi PKS mengamini, pengaturan tentang biaya prodi dan bantuan dana BOPTN melalui PermenÂdikbud tidak akan efektif, jika tidak diÂbarengi pemÂberian sanksi tegas bagi PTN yang melanggar.
Pasalnya, PTN bisa saja tidak mengikuti aturan tersebut deÂngan alasan biaya opeÂrasional yang diÂtetapkan pemeÂrintah tiÂdak menÂcukupi.
“Saya kira pengaturan itu sulit berlaku efektif, jika tidak ada sanksi tegas bagi yang meÂlangÂgar,†kata Rohmani.
Karena itu, dia menekankan keÂÂpada Mendikbud agar pengaÂturan biaya PTN disertai aturan dan sanksi. Jika pengaturan tidak disertai sanksi, Rohmani peÂsimisÂtis semangat menuju biaya penÂdidikan murah dan terÂjangÂkau dapat terwujud.
Dia juga menyarankan PerÂmenÂÂdikbud harus mengatur saÂtuan biaya prodi yang dibeÂbankan kepada mahasiswa, seÂhingga masyarakat punya keÂpasÂtian beÂsaran biaya yang haÂrus dikeÂluarkan.
Menteri Pendidikan dan KeÂbuÂÂdayaan (Mendikbud) MuÂhamÂmad Nuh berjanji, dalam waktu dekat anggaran BOPTN segera dicairkan.
“Pencairan BOPTN tinggal meÂÂnunggu pembahasan saja. NaÂmun, saya pikir tidak perlu diÂÂkhaÂwaÂtirkan karena sudah diÂaloÂkaÂsikan dalam APBN taÂhun ini. Kami berÂusaha segera menÂcairÂkannya. KaÂlau bisa seÂbelum 12 Oktober bisa direaÂlisasikan,†janji Nuh.
Nuh mengatakan, melalui banÂtuan operasional, PTN tak perlu lagi membebani mahasiswa deÂngan biaya pendidikan yang maÂhal. Hal ini yang membuat ranÂcaÂngan biaya pendidikan tinggi haÂrus menjadi lebih murah dan terÂjangkau masyarakat mulai 2013.
“Surat Keputusan (SK) atau Peraturan Menteri (Permen) soal BOPTN sudah keluar dan selesai. Dana BOPTN ini merupakan angÂÂgaran masa tranÂsisi yang didaÂpatkan dari APBN PerubaÂhan 2012. Besarannya mencapai Rp 1,5 triliun yang diberikan khuÂsus untuk PTN,†janji Nuh.
“Dengan BOPTN, kami meÂnargetkan segala urusan biaya penÂdidikan bisa ditekan. SekaÂrang ini biaya pendidikan sekiÂtar Rp 12 triliun. Kalau diduÂkung BOPTN 30 persen atau sekitar Rp 4-5 triliun, berarti biaÂya penÂdidikÂan dapat turun kira-kira 10-20 persen. Otomatis biaÂya pendiÂdikan di PTN bisa leÂbih murah,†papar Nuh. [Harian Rakyat Merdeka]
Populer
Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36
Jumat, 10 Juli 2026 | 19:04
Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29
Senin, 06 Juli 2026 | 14:49
Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53
Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00
Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14
UPDATE
Rabu, 15 Juli 2026 | 18:05
Rabu, 15 Juli 2026 | 17:38
Rabu, 15 Juli 2026 | 17:36
Rabu, 15 Juli 2026 | 17:23
Rabu, 15 Juli 2026 | 17:16
Rabu, 15 Juli 2026 | 17:08
Rabu, 15 Juli 2026 | 17:00
Rabu, 15 Juli 2026 | 16:51
Rabu, 15 Juli 2026 | 16:48
Rabu, 15 Juli 2026 | 16:47