Berita

Jusuf Rizal

Jangan Pilih Partai yang Mau Lemahkan KPK

JUMAT, 05 OKTOBER 2012 | 09:53 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Federasi LSM Indonesia (FELSMI) kecewa dengan sikap partai-partai yang anti Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Upaya-Upaya yang terus dilakukan untuk menbonsai KPK menunjukkan sikap yang kurang mendukung terhadap pemberantasan Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN). Karena itu FELSMI mengajak masyarakat untuk keluar dan tidak pilih partai yang melemahkan KPK.

"Partai-partai yang ingin melemahkan KPK pasti memiliki agenda khusus dan ketakutan. Jika mereka tidak ketakutan, semestinya justru mendukung KPK agar upaya pemberantasan korupsi di Indonesia kian dapat ditekan," tegas Ketua Umum FELSMI, HM. Jusuf Rizal di Jakarta,(Jumat, 5/10).

Jika ingin republik ini ke depan menjadi bagus, seharusnya partai-parti politik tidak perlu ketakutan dengan kewenangan KPK, apalagi menyangkut penyadapan. Jika memang masyarakat tidak bermasalah secara hukum, KPK tidak akan menggunanakan kewenangannya melakukan penyadapan. Yang ketakutan itu pasti mereka yang bermasalah dengan hukum.

"Lalu untuk mengamankan tindakan mereka, partai politik dijadikan tameng. Dengan sembunyi di partai mereka berharap tidak tersentuh hukum. Selama ini KPK relatif tidak mudah "dilobby", berbeda dengan Kepolisian dan Kejaksaan. Maka partai-partai yang juga banyak disuapi bisa saja diminta agar membonsai kewenangan KPK," tegas Jusuf Rizal yang juga Presiden LIRA (Lumbung Informasi Rakyat) ini.

Melihat kelakuan partai politik yang demikian vulgar membela kepentingan para koruptor, maka di era tehnologi informasi yang semakin transparan ini, masyarakat harus lebih kritis. Untuk itu perlu ada sikap tegas dari masyarakat untuk menghukum partai-partai yang justru hanya mengedepankan kepentingan kelompok dan golongannya. Suara rakyat yang membesarkan mereka dianggap angin lalu.

"Saya pikir partai yang berusaha melemahkan KPK sebaiknya perlu ditinggalkan rakyat. Rakyat yang ikut tergabung dalam partai yang tidak mendukung KPK ditinggalkan saja. Rakyat juga tidak perlu mendukung partai tersebut termasuk anggota dewan yang menjadi corong memperlemah KPK. Mereka itu benalu bagi negeri," tegas Jusuf Rizal yang kini getol mendorong pemiskinan dan hukuman mati bagi koruptor. [zul]

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Suyudi Pede Gusur Puluhan Pati-Pamen Loyalis Listyo

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:09

Ibunda Meninggal Dunia, Ferdy Sambo Tak Hadiri Pemakaman

Senin, 28 September 2026 | 15:41

UPDATE

Hotel Bumi Wiyata Komitmen Penuhi Hak 104 Pekerja Sesuai Ketentuan

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:31

Sinopsis Reawakened Man, Kisah Pemuda yang Hidup Kembali Setiap 3 Hari

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:23

KPK Telusuri Dugaan Aliran Uang Kasus ATR/BPN ke Muktamar NU

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

Komisi II Didorong Bentuk Pansus untuk Tindaklanjuti Putusan MK Terkait Gibran

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:19

Lionel Messi Pensiun dari Timnas Argentina, Ini Daftar Trofi dan Prestasinya

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:10

Kemenkop Buka Suara soal Mekanisme Pembayaran Gaji ASN Lewat Koperasi

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:02

8 Bantuan Pemerintah untuk Masyarakat hingga Akhir 2026, Ada BSU hingga Beras 30 Kg

Kamis, 08 Oktober 2026 | 17:48

Mantan Kacab Jasindo Dipanggil KPK di Kasus Pencairan Komisi Fiktif PT Pelni

Kamis, 08 Oktober 2026 | 17:46

Deretan Pengusaha Rokok Kembali Diperiksa KPK di Kasus Bea Cukai

Kamis, 08 Oktober 2026 | 17:35

Selengkapnya